Ketika memutuskan pindah dari Windows 11 ke Zorin OS di Lenovo Yoga Slim 7 14IMH9, sejak awal saya sudah mempersiapkan diri kalau ada beberapa fitur laptop yang mungkin tidak bisa saya gunakan lagi.
Maklum saja, laptop ini punya beberapa fitur yang sebelumnya terintegrasi cukup erat dengan Windows. Salah satunya IR Camera yang biasa saya gunakan untuk Windows Hello.
Di Windows 11, saya tinggal menatap layar dan laptop langsung mengenali wajah untuk login. Praktis, cepat, dan lama-lama menjadi fitur yang terasa biasa sampai akhirnya kita pindah ke sistem operasi lain.
Ketika memasang Zorin OS, saya sempat berpikir:
“Ya sudah, paling IR Camera-nya nanti nganggur.”
Ternyata saya salah.
Saya kemudian menemukan Howdy Linux, sebuah proyek open-source yang menawarkan autentikasi wajah dengan konsep mirip Windows Hello. Setelah mencobanya sendiri di Zorin OS, IR Camera di laptop saya ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk mengenali wajah.
Dari situlah saya mulai tertarik mencari tahu lebih jauh. Sebenarnya apa itu Howdy? Siapa yang membuatnya? Dan kenapa fitur seperti ini bisa bekerja di Linux?
Apa Itu Howdy Linux?
Howdy Linux adalah software open-source yang menghadirkan autentikasi wajah bergaya Windows Hello pada sistem operasi Linux.
Developer Howdy sendiri mendeskripsikannya sebagai Windows Hello style facial authentication for Linux. Howdy dapat memanfaatkan kamera serta IR emitter yang terdapat pada laptop untuk mengenali wajah pengguna.
Jadi kalau sebelumnya kamu terbiasa membuka laptop Windows hanya dengan melihat ke kamera, Howdy berusaha membawa pengalaman serupa ke Linux.
Menariknya, fungsi Howdy sebenarnya tidak terbatas untuk membuka lock screen.
Howdy terhubung ke sistem autentikasi Linux melalui PAM atau Pluggable Authentication Modules. Karena itu, Howdy dapat bekerja pada berbagai proses yang biasanya meminta password, seperti:
- login ke sistem;
- membuka lock screen;
- menjalankan perintah
sudo; - menggunakan
su; - autentikasi lain yang terhubung melalui PAM.
Repository resminya memang menyebut login, lock screen, sudo, dan su sebagai beberapa contoh penggunaan Howdy.
Jadi menurut saya menyebut Howdy sekadar sebagai “face unlock Linux” sebenarnya kurang menggambarkan kemampuannya.
Ini yang saya sangat rasakan sekarang, ketika buka terminal, dan mengakses perintah sudo yang biasanya harus ketik password, kini otomatis langsung detect wajah kita dan perintah bisa langsung dieksekusi. Jadi sangat menghemat waktu, efisien sekali.
Ternyata Awal Mula Howdy Mirip dengan Pengalaman Saya
Setelah membaca cerita pengembangnya, saya malah merasa awal mula Howdy cukup relate dengan pengalaman saya sendiri.
Pengembang Howdy menggunakan username boltgolt.
Pada awal 2018, ia membeli sebuah laptop baru yang sudah dilengkapi Windows Hello. Laptop tersebut menggunakan kamera infrared serta IR emitter untuk mengenali wajah.
Masalahnya, boltgolt sehari-hari menggunakan Ubuntu.
Saat mencari solusi serupa Windows Hello untuk Ubuntu, ia tidak menemukan proyek aktif yang benar-benar memenuhi kebutuhannya. Akhirnya ia mencoba membuat sendiri implementasi sederhana menggunakan Python.
Ia menceritakan eksperimen tersebut melalui tulisan berjudul Hacking together Windows Hello on Ubuntu yang terbit pada 25 Januari 2018.
Kurang lebih situasinya mirip dengan yang saya alami delapan tahun kemudian.
Bedanya, ketika saya pindah ke Zorin OS, solusi yang dulu dicari boltgolt itu sudah ada. Dan solusi tersebut adalah Howdy.
Howdy Mulai Berkembang Menjadi Proyek Open-Source
Eksperimen awal boltgolt ternyata menarik perhatian pengguna Linux lainnya.
Dalam tulisan perayaan satu tahun Howdy yang diterbitkan pada 14 Februari 2019, boltgolt mengatakan bahwa ia merilis versi pertama Howdy tepat setahun sebelumnya. Artinya, versi awal Howdy mulai tersedia pada 14 Februari 2018.
Awalnya proyek ini masih sangat sederhana.
Dukungan kameranya terbatas, kecepatannya belum sebagus sekarang, dan pengguna harus melakukan lebih banyak konfigurasi sendiri.
Namun komunitas mulai mencoba Howdy, menemukan bug, melaporkannya, lalu ikut memberikan kontribusi.
Pada April 2018, distribusi Howdy beralih menggunakan Personal Package Archive atau PPA. Perubahan tersebut cukup penting karena pengguna Ubuntu kemudian bisa mendapatkan pembaruan melalui mekanisme package management yang lebih praktis.
Dari proyek eksperimen pribadi, Howdy akhirnya berkembang menjadi salah satu nama yang cukup dikenal ketika membicarakan face recognition di Linux.
Saat artikel ini saya tulis, repository resminya sudah mencatat ratusan fork dan ribuan GitHub stars.
Bagaimana Howdy Bisa Menggantikan Pengalaman Windows Hello?
Kalau disederhanakan, konsepnya sebenarnya cukup mudah dipahami.
Howdy membutuhkan kamera untuk melihat wajah pengguna. Pada laptop yang mempunyai IR Camera, Howdy dapat memanfaatkan kamera infrared dan IR emitter untuk mendapatkan gambar wajah.
Kemudian sistem mencocokkan wajah yang tertangkap kamera dengan model wajah yang sebelumnya sudah tersimpan.
Kalau wajah cocok, Howdy memberikan hasil autentikasi ke PAM.
Secara sederhana alurnya seperti ini:
Camera / IR Camera → Face Recognition → Howdy → PAM → Autentikasi
Nah, PAM inilah bagian pentingnya.
Linux menggunakan PAM sebagai salah satu sistem pusat autentikasi. Banyak aplikasi dan layanan Linux menggunakan mekanisme ini ketika membutuhkan verifikasi pengguna.
Karena Howdy masuk melalui PAM, autentikasi wajah tidak hanya berlaku pada satu aplikasi saja.
Itulah alasan Howdy bahkan bisa membuat pengalaman menggunakan terminal menjadi berbeda. Ketika sebuah perintah membutuhkan autentikasi sudo, Howdy dapat mencoba mengenali wajah terlebih dahulu.
Bagi saya yang sebelumnya terbiasa menggunakan Windows Hello, konsep seperti ini membuat transisi ke Linux terasa tidak terlalu jauh.
IR Camera Membuat Howdy Jadi Lebih Menarik
Sebenarnya bagian yang paling menarik bagi saya bukan sekadar bisa login menggunakan wajah.
Yang membuat saya senang justru IR Camera Lenovo Yoga Slim 7 14IMH9 ternyata masih berguna di Zorin OS.
Sebelumnya saya sempat berpikir bahwa kamera tersebut hanya berguna selama laptop memakai Windows.
Ternyata tidak.
Howdy memang dirancang agar bisa memanfaatkan built-in IR emitter dan kamera pada perangkat yang mendukungnya. Dokumentasi resminya bahkan menjadikan kombinasi IR emitter, kamera, dan face recognition sebagai konsep utama Howdy.
IR Camera sendiri berbeda dari webcam RGB biasa.
Webcam biasa sangat bergantung pada cahaya yang terlihat. Sementara kamera infrared menangkap spektrum infrared sehingga dapat bekerja dalam kondisi pencahayaan yang berbeda.
Itulah sebabnya pada laptop dengan hardware yang sesuai, pengalaman face recognition menggunakan IR Camera terasa lebih cocok daripada sekadar mengandalkan webcam biasa.
Tetapi perlu dicatat juga bahwa keberadaan IR Camera belum otomatis menjamin Howdy akan langsung bekerja sempurna.
Linux tetap harus bisa mengenali perangkat kameranya dengan benar.
Pengalaman Saya Menggunakan Howdy di Zorin OS
Di Lenovo Yoga Slim 7 14IMH9 saya, sebelumnya IR Camera berfungsi sebagai bagian dari Windows Hello di Windows 11 bawaan laptop.
Ketika beralih sepenuhnya ke Zorin OS, fitur ini termasuk salah satu yang saya anggap berpotensi hilang.
Nyatanya setelah Howdy berhasil berjalan, saya tetap bisa menggunakan autentikasi wajah.
Dan menurut pengalaman saya, pembacaan wajahnya juga cepat.
Memang saya tidak akan mengatakan bahwa Howdy 100 persen identik dengan Windows Hello. Keduanya merupakan teknologi berbeda dengan integrasi sistem yang berbeda pula.
Tetapi kalau yang kita lihat dari sisi pengalaman pengguna:
buka laptop → kamera mengenali wajah → sistem mengautentikasi pengguna
rasanya memang mirip.
Buat saya pribadi, keberadaan Howdy membuat perpindahan dari Windows ke Zorin OS semakin terasa masuk akal. Ternyata fitur hardware premium seperti IR Camera tidak selalu harus menjadi korban ketika pindah ke Linux.
Howdy Tidak Hanya untuk Zorin OS
Saya memang menggunakan Howdy di Zorin OS, tetapi Howdy bukan proyek khusus Zorin.
Repository resminya mencantumkan dukungan packaging untuk beberapa keluarga distro Linux, termasuk:
- Debian dan Ubuntu;
- Arch Linux;
- Fedora;
- openSUSE.
Karena Zorin OS berada dalam ekosistem Ubuntu, Howdy menjadi salah satu solusi yang relevan bagi pengguna Zorin yang ingin mendapatkan fitur autentikasi wajah.
Namun kondisi setiap laptop bisa berbeda.
Model kamera, dukungan driver, IR emitter, versi distro, hingga konfigurasi PAM bisa memengaruhi kompatibilitasnya.
Jadi pengalaman saya di Lenovo Yoga Slim 7 14IMH9 tidak otomatis berarti Howdy akan memberikan hasil yang sama persis pada semua laptop.
Apakah Howdy Sama dengan Windows Hello?
Ini juga perlu diluruskan.
Howdy bukan Windows Hello versi Linux.
Lebih tepat kalau kita menyebut Howdy sebagai alternatif yang memberikan pengalaman bergaya Windows Hello di Linux.
Windows Hello merupakan bagian dari ekosistem keamanan Windows dan terintegrasi langsung dengan sistem operasi serta hardware yang memenuhi persyaratan Microsoft.
Howdy merupakan proyek open-source independen yang bekerja melalui ekosistem autentikasi Linux.
Secara sederhana perbedaannya seperti ini:
| Howdy | Windows Hello |
|---|---|
| Open-source | Teknologi bawaan Windows |
| Ditujukan untuk Linux | Ditujukan untuk Windows |
| Terintegrasi melalui PAM | Terintegrasi langsung dengan Windows |
| Dukungan hardware bergantung Linux | Hardware mengikuti persyaratan Windows Hello |
| Bisa membutuhkan konfigurasi manual | Umumnya sudah dikonfigurasi produsen laptop |
Jadi saya tidak menganggap Howdy sebagai duplikat Windows Hello.
Saya lebih melihatnya sebagai solusi komunitas Linux untuk mendapatkan kenyamanan autentikasi wajah yang mirip Windows Hello.
Lalu, Apakah Howdy Aman?
Nah, ini bagian yang menurut saya wajib diketahui sebelum terlalu antusias menggunakan Howdy.
Developer Howdy sendiri memberikan peringatan cukup tegas soal keamanan.
Menurut dokumentasi resminya, Howdy tidak seaman password dan tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya metode autentikasi sistem.
Developer juga menjelaskan bahwa orang dengan wajah sangat mirip atau bahkan foto pengguna yang dicetak dengan kualitas tertentu berpotensi menipu sistem.
Artinya, Howdy lebih tepat kita tempatkan sebagai fitur convenience. Fungsinya membuat proses autentikasi menjadi lebih cepat dan nyaman. Bukan menggantikan password sebagai fondasi keamanan utama.
Ini juga menjadi salah satu perbedaan penting ketika kita membandingkannya langsung dengan implementasi biometrik komersial seperti Windows Hello.
Jadi meskipun saya menggunakan Howdy karena praktis, password tetap harus ada dan tetap harus kuat.
Howdy Juga Pernah Mengalami Masalah Keamanan
Sebagai proyek yang berhubungan langsung dengan autentikasi, Howdy tentu pernah menghadapi masalah.
Boltgolt pernah menceritakan bahwa pada September 2018 ditemukan sebuah celah serius terkait autentikasi remote SSH.
Pada versi tersebut, Howdy belum membedakan dengan benar antara permintaan autentikasi lokal dan remote. Dalam kondisi tertentu, kamera laptop dapat mengenali pemilik laptop lalu membuat sesi remote berhasil terautentikasi.
Developer kemudian mengeluarkan perbaikan dengan prioritas tinggi dalam waktu beberapa jam.
Bagi saya, cerita seperti ini justru penting diketahui.
Bukan untuk mengatakan bahwa Howdy tidak layak digunakan, tetapi untuk mengingatkan bahwa software autentikasi memiliki konsekuensi keamanan yang jauh lebih besar dibanding aplikasi biasa.
Apalagi Howdy merupakan proyek komunitas open-source.
Apakah Semua Laptop Bisa Menggunakan Howdy?
Belum tentu.
Kalau laptop mempunyai kamera, itu belum otomatis berarti pengalaman Howdy akan sama bagusnya.
Ada beberapa faktor yang ikut menentukan:
- apakah kamera dikenali Linux;
- apakah laptop mempunyai IR Camera;
- apakah IR emitter bisa digunakan;
- bagaimana dukungan driver kameranya;
- distro Linux yang digunakan;
- konfigurasi autentikasi sistem;
- kompatibilitas software dengan hardware laptop tersebut.
Justru menurut saya kondisi inilah yang menggambarkan Linux secara umum.
Kadang sebuah fitur berjalan langsung. Kadang kita perlu sedikit tweaking. Kadang hardware tertentu memang belum memiliki dukungan yang bagus.
Karena itu, saya lebih suka mengatakan Howdy memungkinkan face recognition di Linux, bukan menjanjikan semua laptop pasti bisa menggunakannya.
Howdy Membuat Saya Makin Yakin dengan Linux di Laptop Modern
Setelah menggunakan Zorin OS beberapa waktu, salah satu hal yang cukup mengubah pandangan saya adalah dukungan hardware Linux ternyata jauh lebih baik dari yang sebelumnya saya bayangkan.
IR Camera menjadi contoh menarik.
Sebelum pindah, saya sudah pasrah kalau hardware itu nantinya tidak berguna.
Setelah mengenal Howdy Linux, ternyata kamera tersebut masih bisa saya manfaatkan dan memberikan pengalaman yang tidak jauh berbeda dari kebiasaan saya ketika memakai Windows Hello.
Bagi orang yang sudah lama menggunakan Linux mungkin hal seperti ini terasa biasa.
Tetapi bagi pengguna Windows yang ingin bermigrasi ke Linux, fitur kecil semacam ini bisa menjadi pertimbangan besar.
Kita bukan hanya memikirkan apakah browser bisa dibuka atau aplikasi office tersedia. Kita juga memikirkan fitur-fitur laptop yang sudah kita bayar ketika membeli perangkat tersebut.
Touchscreen, backlit keyboard, fingerprint, IR Camera, sensor, hingga berbagai fitur khusus lainnya ikut menentukan pengalaman menggunakan sebuah laptop.
Dan setidaknya untuk IR Camera di Lenovo Yoga Slim 7 14IMH9 saya, Howdy berhasil membuat hardware tersebut tidak menjadi fitur yang sia-sia setelah pindah ke Zorin OS.




