Ketika mencari sistem operasi Linux yang ringan, kebanyakan orang mungkin langsung teringat pada Linux Mint, Linux Lite, Xubuntu, atau distro lain yang memang menyasar komputer lama. Namun, ringan tidak selalu berarti tampilan sederhana dan penggunaan RAM yang sangat kecil.
Bagi saya, sistem operasi yang ringan juga harus terasa cepat saat membuka aplikasi, berpindah jendela, menjalankan banyak tab browser, dan mengelola beberapa pekerjaan secara bersamaan. Dari sisi inilah CachyOS cukup menarik untuk dibahas.
CachyOS merupakan distribusi Linux berbasis Arch Linux yang berfokus pada performa. Pengembangnya mengoptimalkan paket, kernel, dan pengaturan CPU agar sistem terasa lebih cepat dan responsif. CachyOS juga menawarkan installer grafis sehingga pengguna tidak perlu memasang Arch Linux secara manual dari terminal.
Namun, apakah CachyOS benar-benar layak disebut sebagai sistem operasi Linux yang ringan? Mari kita bahas.
Apa Itu CachyOS?
CachyOS adalah distro Linux berbasis Arch Linux yang menggunakan model pembaruan rolling release. Artinya, pengguna akan menerima pembaruan sistem dan aplikasi secara bertahap tanpa harus memasang ulang sistem ketika versi baru dirilis.
Distro ini mengambil dasar Arch Linux, lalu menambahkan berbagai optimasi performa, repositori khusus, kernel yang sudah disesuaikan, installer grafis, serta sejumlah alat bantu pengelolaan sistem. CachyOS ingin memberikan fleksibilitas Arch Linux dengan proses instalasi yang lebih mudah dan performa yang sudah dioptimalkan sejak awal.
Saya melihat CachyOS sebagai jalan tengah antara Arch Linux murni dan distro Linux yang lebih ramah pengguna. Kita tetap mendapatkan paket terbaru dan kebebasan mengatur sistem, tetapi tidak harus menyusun semuanya dari nol.

Apakah CachyOS Benar-Benar Ringan?
Jawabannya tergantung pada cara kita mendefinisikan kata ringan.
CachyOS bukan distro minimal yang hanya menggunakan sedikit RAM dan menyediakan aplikasi dasar. Jika memasang CachyOS dengan KDE Plasma, berbagai layanan, serta banyak aplikasi tambahan, penggunaan sumber dayanya tentu tidak akan sekecil distro yang memakai desktop LXQt atau window manager sederhana.
Namun, CachyOS terasa ringan dari sisi responsivitas. Sistem dapat merespons perintah dengan cepat, membuka aplikasi tanpa banyak jeda, dan tetap nyaman ketika pengguna menjalankan beberapa pekerjaan sekaligus.
Menurut saya, istilah yang paling tepat untuk CachyOS adalah sistem operasi Linux yang ringan, cepat, dan responsif untuk perangkat yang masih cukup modern.
CachyOS tidak secara khusus dibuat untuk menghidupkan kembali laptop dengan prosesor sangat lama dan RAM 2 GB. Dokumentasi resminya menetapkan kebutuhan minimum RAM sebesar 3 GB, ruang penyimpanan 30 GB, dan koneksi internet stabil selama proses instalasi.
Walaupun dapat berjalan dengan spesifikasi minimum tersebut, pengalaman penggunaan tetap bergantung pada desktop environment, aplikasi, jumlah layanan aktif, dan jenis penyimpanan yang digunakan.
Mengapa CachyOS Terasa Cepat?
CachyOS tidak hanya mengganti tema Arch Linux dan menambahkan installer grafis. Pengembangnya melakukan beberapa optimasi pada bagian inti sistem.
1. Menggunakan Paket yang Dioptimalkan untuk CPU
Sebagian besar distro Linux menyediakan paket umum agar dapat berjalan pada banyak generasi prosesor. Pendekatan ini memberikan kompatibilitas yang luas, tetapi belum tentu memanfaatkan semua kemampuan prosesor modern.
CachyOS membangun ulang berbagai paket Arch Linux dengan optimasi untuk tingkat arsitektur CPU tertentu, seperti x86-64-v3, x86-64-v4, dan Zen4. Proyek ini juga menerapkan teknik optimasi seperti Link Time Optimization pada paket-paketnya.
Secara sederhana, paket tersebut disiapkan agar dapat memanfaatkan instruksi yang tersedia pada prosesor modern.
Hasilnya tidak selalu terlihat sebagai peningkatan kecepatan yang sangat besar. Namun, optimasi pada banyak bagian sistem dapat membantu menciptakan pengalaman desktop yang terasa lebih cepat dan konsisten.
Perlu dipahami bahwa manfaatnya dapat berbeda pada setiap komputer. Perangkat dengan prosesor lama mungkin tidak memperoleh peningkatan yang sama dengan komputer yang memakai prosesor lebih baru.
2. Memakai Kernel CachyOS
Kernel merupakan bagian inti yang mengatur hubungan antara perangkat keras dan perangkat lunak. Pengaturan kernel dapat memengaruhi respons sistem, pengelolaan memori, akses penyimpanan, penjadwalan proses, dan dukungan perangkat keras.
CachyOS membawa kernel khusus yang menggunakan konfigurasi, peningkatan, dan patch dari berbagai proyek upstream. Kernel tersebut juga menyediakan beberapa varian dan pilihan scheduler untuk kebutuhan yang berbeda.
Pengguna biasa sebenarnya tidak harus memahami seluruh pengaturan kernel. Kernel bawaan sudah cukup untuk bekerja, browsing, menikmati multimedia, dan bermain game.
Bagi pengguna berpengalaman, CachyOS menyediakan Kernel Manager. Aplikasi ini membantu pengguna memasang, menghapus, mengatur, bahkan membangun varian kernel CachyOS dengan konfigurasi tertentu.
3. Mengoptimalkan CPU Scheduler
CPU scheduler bertugas menentukan proses mana yang mendapat waktu untuk dikerjakan oleh prosesor.
Bayangkan prosesor sebagai petugas yang harus melayani banyak antrean. Scheduler menentukan pekerjaan mana yang harus diselesaikan lebih dahulu, berapa lama sebuah proses dijalankan, dan kapan prosesor harus beralih ke proses lain.
Pengaturan scheduler yang tepat dapat membuat desktop tetap responsif meskipun komputer sedang menjalankan pekerjaan berat.
CachyOS menyediakan dukungan terhadap beberapa pilihan scheduler melalui kernel dan alat pengelolaan sched-ext. Fitur sched-ext memungkinkan pengguna mengganti scheduler tertentu dari ruang pengguna tanpa harus selalu membangun ulang kernel.
Pengguna tidak wajib mengubah pengaturan ini. Justru terlalu sering mengganti scheduler tanpa memahami fungsinya dapat membuat kita kesulitan menilai konfigurasi mana yang benar-benar cocok.
4. Memberikan Banyak Pilihan Desktop Environment
Ringan atau tidaknya CachyOS juga sangat dipengaruhi oleh desktop environment yang dipilih saat instalasi.
CachyOS menyediakan berbagai pilihan desktop environment dan window manager, termasuk KDE Plasma, GNOME, Xfce, i3, Niri, Hyprland, dan pilihan lainnya. Pengguna memilih satu lingkungan desktop utama ketika menjalankan proses instalasi.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- KDE Plasma cocok untuk pengguna yang menginginkan tampilan modern, fitur lengkap, dan banyak pilihan kustomisasi.
- Xfce cocok untuk pengguna yang ingin menekan penggunaan sumber daya.
- GNOME menawarkan pengalaman desktop yang sederhana dan konsisten.
- i3, Hyprland, atau Niri lebih cocok untuk pengguna yang menyukai pengelolaan jendela berbasis keyboard.
Saya pribadi lebih melihat KDE Plasma sebagai pilihan yang seimbang. Tampilannya modern, fitur desktop-nya lengkap, tetapi sistem masih dapat terasa responsif pada perangkat yang memadai.
Untuk laptop dengan spesifikasi terbatas, memilih Xfce atau window manager sederhana dapat membantu mengurangi beban sistem.
CachyOS Bukan Distro Khusus Laptop Tua
Kata ringan sering membuat orang menganggap sebuah distro cocok untuk semua laptop lama. Padahal, CachyOS lebih berfokus pada optimasi performa daripada mengejar penggunaan sumber daya seminimal mungkin.
CachyOS dapat menjadi pilihan menarik untuk perangkat dengan:
- Prosesor 64-bit yang masih cukup modern
- RAM minimal 4 GB, meskipun kapasitas lebih besar akan terasa lebih nyaman
- Penyimpanan SSD
- Kartu grafis yang masih mendapat dukungan driver Linux
- Koneksi internet stabil untuk instalasi dan pembaruan
Sementara itu, komputer dengan RAM sangat terbatas, prosesor terlalu lama, dan penyimpanan HDD lambat mungkin lebih cocok memakai distro yang secara khusus dirancang untuk perangkat lawas.
Penggunaan SSD juga memberikan pengaruh besar. Sistem operasi yang sudah dioptimalkan tetap dapat terasa lambat apabila harus membaca dan menulis data melalui HDD lama.
Jadi, jangan hanya melihat nama distro. Periksa juga kondisi perangkat keras yang kita gunakan.
Proses Instalasinya Lebih Mudah daripada Arch Linux
Salah satu kendala ketika mencoba Arch Linux adalah proses instalasinya. Pengguna harus memahami partisi, bootloader, jaringan, desktop environment, dan berbagai paket yang ingin digunakan.
CachyOS menyederhanakan proses tersebut melalui installer grafis berbasis Calamares. Selain installer grafis, proyek ini juga menyediakan installer berbasis command line bagi pengguna yang menginginkan kontrol lebih besar.
Saat melakukan instalasi, pengguna dapat menentukan beberapa komponen, seperti:
- Desktop environment
- Sistem file
- Boot manager
- Kernel
- Paket tambahan
- Pengaturan partisi
- Nama pengguna dan kata sandi
Installer CachyOS tetap membutuhkan koneksi internet karena prosesnya mengambil paket dari repositori daring. Koneksi yang tidak stabil dapat memperpanjang proses instalasi atau menyebabkan instalasi gagal.
Meskipun prosesnya lebih mudah daripada Arch Linux manual, pengguna tetap harus berhati-hati ketika mengatur partisi. Kesalahan memilih partisi dapat menghapus data pada penyimpanan.
Saya selalu menyarankan untuk mencadangkan data penting sebelum memasang sistem operasi apa pun.
CachyOS untuk Pekerjaan Sehari-hari
CachyOS tidak hanya ditujukan untuk pengguna yang suka melakukan benchmark. Sistem ini tetap dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Browsing dan Mengelola Banyak Tab
Browser sering menjadi aplikasi yang paling banyak menggunakan RAM. Distro Linux tidak bisa menghilangkan beban tersebut sepenuhnya karena penggunaan memori juga bergantung pada jumlah tab, ekstensi, dan website yang dibuka.
Namun, sistem yang responsif membuat perpindahan antara browser, file manager, editor teks, dan aplikasi lain terasa lebih nyaman.
Untuk pekerjaan berbasis website, CachyOS dapat menjalankan browser modern seperti Firefox, Chromium, Brave, atau Google Chrome.
Mengelola Website dan Server
CachyOS juga cocok digunakan untuk pekerjaan pengembangan dan pengelolaan website.
Kita dapat memasang:
- Visual Studio Code atau editor kode lainnya
- Git
- Docker
- PHP
- Node.js
- Local web server
- Aplikasi FTP dan SFTP
- SSH client
- Aplikasi manajemen database
Karena berbasis Arch Linux, CachyOS menawarkan perangkat lunak yang relatif baru. Hal ini menarik bagi developer yang membutuhkan versi bahasa pemrograman, library, dan alat pengembangan terbaru.
Namun, perangkat lunak terbaru juga menuntut pengguna untuk lebih memperhatikan kompatibilitas proyek. Pembaruan sebuah paket dapat memengaruhi workflow yang bergantung pada versi tertentu.
Mengakses NAS dan Penyimpanan Jaringan
CachyOS juga bisa digunakan untuk mengakses penyimpanan jaringan melalui protokol seperti SMB dan NFS.
Dengan file manager seperti Dolphin, pengguna dapat membuka folder jaringan, memindahkan file, dan mengelola data dari NAS. Namun, izin pengguna pada server, hak akses folder, serta konfigurasi mount tetap harus diatur dengan benar.
Masalah permission pada penyimpanan jaringan biasanya tidak selalu berasal dari sistem operasi desktop. Konfigurasi pemilik folder, grup pengguna, izin baca-tulis, dan pengaturan Samba pada server juga perlu diperiksa.
Apakah CachyOS Cocok untuk Gaming?
CachyOS cukup dikenal di kalangan pengguna Linux yang mengejar performa gaming. Proyek ini menyediakan kernel yang dioptimalkan, paket gaming, library, serta alat bantu untuk mempermudah pemasangan komponen yang dibutuhkan.
Melalui CachyOS Hello, pengguna dapat memasang paket gaming yang mengelompokkan library, dependensi, launcher, dan alat populer untuk bermain game di Linux.
Pengguna tetap dapat memakai platform dan aplikasi seperti:
- Steam
- Proton
- Heroic Games Launcher
- Lutris
- Wine
- MangoHud
- Gamescope
Namun, saya tidak menganggap optimasi sistem sebagai pengganti peningkatan perangkat keras.
Dokumentasi CachyOS juga mengingatkan bahwa optimasi tidak selalu menghasilkan peningkatan FPS dua digit. Hasilnya dapat kecil atau bahkan tidak terlihat, tergantung pada game, driver, prosesor, dan kartu grafis yang digunakan.
CachyOS dapat membantu menyiapkan fondasi sistem yang baik. Namun, performa utama tetap bergantung pada perangkat keras dan dukungan game tersebut di Linux.
Btrfs dan Fitur Snapshot
Pada saat instalasi, CachyOS menyediakan beberapa pilihan sistem file. Btrfs menjadi pilihan bawaan sekaligus sistem file yang direkomendasikan oleh dokumentasi CachyOS bagi pengguna yang belum memiliki kebutuhan khusus.
Salah satu fitur menarik Btrfs adalah snapshot. Snapshot menyimpan kondisi sistem pada waktu tertentu sehingga dapat membantu proses pemulihan ketika terjadi masalah setelah pembaruan atau perubahan konfigurasi.
CachyOS menyertakan integrasi Snapper dan snap-pac. Pada konfigurasi Btrfs yang mendukungnya, sistem dapat membuat snapshot sebelum dan sesudah pemasangan, penghapusan, atau pembaruan paket melalui pacman.
Meski demikian, snapshot bukan pengganti backup.
Snapshot biasanya masih berada pada perangkat penyimpanan yang sama. Jika SSD rusak secara fisik, snapshot tersebut juga berisiko ikut hilang. Data penting tetap perlu disalin ke penyimpanan eksternal, NAS, atau layanan cloud.
Pembaruan Sistem CachyOS
Sebagai distro berbasis Arch Linux, CachyOS menggunakan pacman untuk mengelola paket.
Perintah umum untuk memperbarui sistem adalah:
sudo pacman -Syu
Dokumentasi CachyOS menyarankan pengguna melakukan reboot setelah pembaruan besar, terutama ketika pembaruan tersebut melibatkan kernel. CachyOS juga menyediakan mekanisme pembaruan offline melalui pacman-offline bagi pengguna yang ingin menerapkan paket saat proses reboot.
Model rolling release membuat pengguna menerima perangkat lunak terbaru lebih cepat. Kita tidak perlu menunggu rilis besar untuk mendapatkan versi aplikasi yang lebih baru.
Namun, pembaruan yang cepat juga memiliki konsekuensi. Kadang-kadang perubahan library, driver, kernel, atau konfigurasi dapat memunculkan masalah baru.
Karena itu, saya tidak menyarankan pengguna menjalankan pembaruan sambil terburu-buru, terutama ketika komputer sedang dibutuhkan untuk pekerjaan penting.
Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:
- Memeriksa informasi pembaruan penting
- Tidak mematikan komputer saat pembaruan berjalan
- Menyimpan kernel cadangan
- Membuat snapshot sistem
- Mencadangkan data penting
- Melakukan reboot setelah pembaruan kernel
- Menghindari partial upgrade
Kelebihan CachyOS
Setelah melihat karakteristiknya, berikut beberapa kelebihan CachyOS yang menurut saya paling menarik.
Sistem Terasa Responsif
Optimasi paket, kernel, dan scheduler membantu CachyOS memberikan pengalaman desktop yang cepat, terutama pada perangkat yang masih cukup modern.
Installer Lebih Praktis
Pengguna dapat menikmati basis Arch Linux tanpa harus melakukan seluruh proses instalasi secara manual.
Pilihan Desktop Sangat Beragam
CachyOS menyediakan desktop environment lengkap dan window manager ringan. Pengguna dapat menyesuaikannya dengan spesifikasi perangkat serta cara kerja masing-masing.
Paket Perangkat Lunak Relatif Baru
Model rolling release cocok untuk pengguna yang membutuhkan versi aplikasi, driver, kernel, dan alat pengembangan terbaru.
Cocok untuk Gaming
CachyOS menyediakan alat dan paket yang membantu pengguna menyiapkan sistem gaming Linux dengan lebih mudah.
Kernel Mudah Dikelola
CachyOS Kernel Manager memudahkan pengguna memasang dan mengelola beberapa varian kernel melalui antarmuka grafis.
Dukungan Komunitas dan Dokumentasi
CachyOS memiliki dokumentasi resmi yang membahas instalasi, kernel, desktop environment, gaming, sistem file, snapshot, dan pemecahan masalah.
Kekurangan CachyOS
Tidak ada sistem operasi yang cocok untuk semua orang. CachyOS juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Membutuhkan Pembaruan Rutin
Model rolling release mengharuskan pengguna menjaga sistem tetap diperbarui. Membiarkan sistem terlalu lama tanpa pembaruan dapat membuat proses upgrade berikutnya menjadi lebih rumit.
Risiko Masalah Setelah Pembaruan
Paket yang baru tidak selalu berarti bebas masalah. Perubahan kernel, driver grafis, atau library dapat memengaruhi aplikasi tertentu.
Tetap Membutuhkan Pengetahuan Linux
Installer grafis memang mempermudah pemasangan. Namun, ketika muncul masalah, pengguna mungkin tetap perlu membuka terminal, membaca log, mengedit konfigurasi, atau mencari solusi melalui dokumentasi.
Bukan Pilihan Paling Ringan untuk Perangkat Sangat Tua
Pengguna laptop lawas mungkin lebih cocok memakai distro yang secara khusus menawarkan desktop minimal dan dukungan jangka panjang.
Terlalu Banyak Pilihan Bisa Membingungkan
Pilihan kernel, scheduler, desktop environment, sistem file, dan boot manager memberikan fleksibilitas. Namun, pengguna baru dapat merasa bingung ketika harus memilih.
Sebenarnya, konfigurasi bawaan sudah cukup untuk mayoritas pengguna. Kita tidak harus mengubah semua pengaturan hanya karena pilihannya tersedia.
CachyOS Dibandingkan Distro Linux Ringan Lain
Posisi CachyOS sedikit berbeda dari distro Linux ringan pada umumnya.
CachyOS vs Linux Mint
Linux Mint lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan kemudahan, kestabilan, dan pengalaman desktop yang tidak banyak berubah.
CachyOS lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan perangkat lunak terbaru, performa tinggi, dan fleksibilitas Arch Linux.
CachyOS vs Lubuntu
Lubuntu lebih fokus pada penggunaan sumber daya yang rendah dan cocok untuk komputer lama.
CachyOS lebih fokus pada responsivitas dan optimasi perangkat modern. CachyOS dapat terasa lebih cepat, tetapi belum tentu menggunakan RAM lebih sedikit.
CachyOS vs EndeavourOS
Keduanya memberikan cara yang lebih praktis untuk menggunakan sistem berbasis Arch Linux.
CachyOS lebih menonjolkan repositori paket yang dioptimalkan, kernel khusus, dan pilihan scheduler. EndeavourOS cenderung menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan Arch Linux dengan konfigurasi awal yang dipermudah.
CachyOS vs Manjaro
Manjaro dan CachyOS sama-sama berbasis Arch Linux, tetapi memiliki pendekatan repositori dan pengelolaan paket yang berbeda.
CachyOS berfokus pada optimasi paket dan performa. Dalam memilih salah satunya, pengguna perlu mempertimbangkan kebutuhan, kebiasaan memperbarui sistem, dan kenyamanan dalam menangani masalah.
Siapa yang Cocok Menggunakan CachyOS?
CachyOS cocok untuk:
- Pengguna yang mencari sistem operasi Linux yang ringan dan responsif
- Pengguna yang ingin mencoba ekosistem Arch Linux
- Programmer dan web developer
- Pengguna Linux untuk gaming
- Pengguna yang menyukai perangkat lunak terbaru
- Pengguna yang ingin mengatur sistem secara fleksibel
- Pemilik PC atau laptop yang masih cukup modern
- Pengguna yang bersedia mempelajari terminal dasar
CachyOS mungkin kurang cocok untuk:
- Pengguna yang tidak ingin melakukan perawatan sistem
- Pengguna yang menginginkan sistem dengan perubahan sangat sedikit
- Komputer dengan spesifikasi terlalu rendah
- Pengguna yang bergantung pada aplikasi Windows tertentu
- Komputer produksi yang membutuhkan lingkungan sangat konservatif
- Pengguna yang tidak ingin menghadapi risiko rolling release
Tips agar CachyOS Tetap Ringan
Optimasi bawaan tidak akan banyak membantu apabila kita memasang terlalu banyak aplikasi dan menjalankan berbagai layanan yang tidak dibutuhkan.
Berikut beberapa cara menjaga CachyOS tetap ringan:
Pilih Desktop Environment yang Sesuai
Gunakan KDE Plasma jika menginginkan keseimbangan antara tampilan dan performa. Pilih Xfce atau window manager sederhana jika ingin menekan penggunaan sumber daya.
Batasi Aplikasi Startup
Periksa aplikasi yang otomatis berjalan saat login. Nonaktifkan aplikasi yang tidak harus aktif sepanjang waktu.
Jangan Memasang Paket Sembarangan
Semakin banyak paket yang dipasang, semakin sulit sistem dikelola. Pasang aplikasi sesuai kebutuhan dan hapus aplikasi yang sudah tidak digunakan.
Periksa Layanan yang Berjalan
Beberapa aplikasi menambahkan layanan latar belakang. Layanan tersebut dapat menggunakan RAM, prosesor, jaringan, atau penyimpanan meskipun aplikasinya tidak sedang dibuka.
Gunakan SSD
SSD memberikan pengaruh besar terhadap waktu booting, pembukaan aplikasi, instalasi paket, dan proses pembaruan.
Sisakan Ruang Penyimpanan
Jangan membiarkan partisi sistem hampir penuh. Sistem membutuhkan ruang untuk cache, pembaruan, log, dan snapshot.
Simpan Kernel Cadangan
Kernel terbaru kadang memiliki masalah dengan perangkat keras tertentu. Kernel cadangan memberikan pilihan lain ketika sistem gagal berjalan normal.
Lakukan Backup Secara Berkala
Simpan dokumen, file pekerjaan, dan data penting di lokasi lain. Jangan hanya mengandalkan snapshot pada penyimpanan yang sama.
Kesimpulan…
CachyOS layak dipertimbangkan sebagai sistem operasi Linux yang ringan, terutama apabila ringan diartikan sebagai cepat, responsif, dan efisien dalam memanfaatkan perangkat keras modern.
Distro ini membawa paket yang dioptimalkan untuk CPU, kernel khusus, pilihan scheduler, installer grafis, banyak desktop environment, serta dukungan yang menarik untuk gaming dan pekerjaan sehari-hari.
Namun, CachyOS bukan distro superminimal untuk semua laptop tua. Tingkat keringanannya tetap bergantung pada prosesor, RAM, penyimpanan, desktop environment, aplikasi, dan layanan yang digunakan.
Menurut saya, CachyOS paling cocok untuk pengguna yang menginginkan performa Arch Linux tanpa harus menjalani proses instalasi manual. Sistem ini juga menarik bagi pengguna yang suka mencoba teknologi terbaru dan tidak keberatan melakukan pembaruan rutin.
Jika membutuhkan sistem yang jarang berubah dan hampir tidak memerlukan perawatan, distro berbasis rilis stabil mungkin lebih tepat. Namun, jika menginginkan Linux modern yang cepat, fleksibel, dan menyenangkan untuk digunakan, CachyOS patut masuk dalam daftar pilihan.




