Internet

Mengenal Jenis Kabel LAN Straight dan Crossover

Kabel LAN masih menjadi pilihan utama untuk menghubungkan komputer, router, switch, access point, smart TV, dan berbagai perangkat jaringan lainnya. Walaupun koneksi Wi-Fi semakin populer, kabel LAN tetap menawarkan koneksi yang lebih stabil, latensi rendah, dan kecepatan yang konsisten.

Saat memasang jaringan, kita akan mengenal dua jenis kabel LAN, yaitu kabel straight dan crossover. Keduanya memakai kabel serta konektor yang sama, tetapi memiliki susunan warna kabel yang berbeda pada konektor RJ45.

Perbedaan tersebut menentukan perangkat apa saja yang dapat kita hubungkan. Namun, perkembangan teknologi jaringan membuat penggunaan kabel crossover sekarang semakin jarang.

Apa Itu Kabel LAN?

Kabel LAN adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan perangkat ke dalam jaringan lokal atau Local Area Network. Kabel ini biasanya memakai konektor RJ45 pada kedua ujungnya.

Dalam penggunaan sehari-hari, kabel LAN dapat menghubungkan:

  • Komputer ke router.
  • Laptop ke switch.
  • Access point ke router.
  • Smart TV ke modem.
  • Kamera CCTV IP ke switch.
  • Router ke router.
  • Komputer ke komputer.

Kabel jaringan yang umum dipakai antara lain Cat5e, Cat6, dan Cat6A. Di dalam kabel tersebut terdapat delapan kabel kecil yang tersusun menjadi empat pasang.

Setiap pasangan memiliki warna yang berbeda, yaitu:

  • Putih oranye dan oranye.
  • Putih hijau dan hijau.
  • Putih biru dan biru.
  • Putih cokelat dan cokelat.

Urutan pemasangan delapan kabel tersebut mengikuti standar T568A atau T568B.

Jenis Kabel LAN Berdasarkan Susunan Kabel

Berdasarkan susunan kabel pada konektor RJ45, kabel LAN terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  1. Kabel LAN straight.
  2. Kabel LAN crossover.

Kedua jenis kabel LAN tersebut sebenarnya menggunakan bahan yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada urutan warna kabel di kedua ujung konektor.

Pada kabel straight, kedua ujung kabel memakai susunan yang sama. Sementara itu, kabel crossover menggunakan susunan yang berbeda pada setiap ujungnya.

Mengenal Kabel LAN Straight

Mengenal Kabel LAN Straight

Kabel LAN straight adalah kabel jaringan yang menggunakan susunan warna sama pada kedua ujung konektor RJ45.

Artinya, apabila ujung pertama menggunakan standar T568B, ujung kedua juga harus menggunakan T568B. Begitu juga jika ujung pertama menggunakan T568A, ujung lainnya harus menggunakan T568A.

Susunan kabel straight dapat dibuat dengan pola:

  • T568A ke T568A.
  • T568B ke T568B.

Dalam praktiknya, sebagian besar teknisi jaringan lebih sering menggunakan susunan T568B untuk membuat kabel straight.

Fungsi Kabel Straight

Kabel straight pada dasarnya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang memiliki fungsi berbeda.

Contohnya:

  • Komputer ke switch.
  • Komputer ke router.
  • Laptop ke router.
  • Router ke switch.
  • Access point ke switch.
  • Smart TV ke router.
  • Kamera CCTV IP ke switch.
  • Network printer ke router.

Saat memasang jaringan di rumah atau kantor, kemungkinan besar kabel yang kita butuhkan adalah kabel straight.

Jenis kabel LAN ini paling banyak digunakan karena cocok untuk hampir semua kebutuhan jaringan modern.

Mengenal Kabel LAN Crossover

Kabel LAN Crossover

Kabel LAN crossover adalah kabel jaringan yang menggunakan susunan warna berbeda pada kedua ujung konektor RJ45.

Satu ujung menggunakan standar T568A, sedangkan ujung lainnya menggunakan standar T568B.

Susunannya menjadi:

  • Ujung pertama menggunakan T568A.
  • Ujung kedua menggunakan T568B.

Perbedaan susunan tersebut membuat jalur pengirim dan penerima data saling bertukar. Karena itu, kabel crossover dahulu sering digunakan untuk menghubungkan dua perangkat dengan fungsi yang sama.

Fungsi Kabel Crossover

Kabel crossover biasanya digunakan untuk menghubungkan:

  • Komputer ke komputer.
  • Laptop ke laptop.
  • Switch ke switch.
  • Router ke router.
  • Hub ke hub.
  • Perangkat jaringan lama dengan tipe yang sama.

Sebagai contoh, jika kita ingin memindahkan data langsung dari satu komputer ke komputer lain tanpa menggunakan switch, kita dapat memakai kabel crossover.

Namun, cara tersebut lebih banyak digunakan pada perangkat lama. Sebagian besar perangkat modern sudah memiliki fitur yang dapat menyesuaikan jalur koneksi secara otomatis.

Urutan Warna Kabel LAN T568A

Standar T568A memiliki urutan warna sebagai berikut:

Nomor pinWarna kabel
1Putih hijau
2Hijau
3Putih oranye
4Biru
5Putih biru
6Oranye
7Putih cokelat
8Cokelat

Standar T568A masih digunakan dalam beberapa instalasi jaringan. Namun, susunan ini tidak sepopuler T568B untuk pemasangan jaringan rumahan dan kantor.

Urutan Warna Kabel LAN T568B

Standar T568B memiliki urutan warna sebagai berikut:

Nomor pinWarna kabel
1Putih oranye
2Oranye
3Putih hijau
4Biru
5Putih biru
6Hijau
7Putih cokelat
8Cokelat

Urutan T568B menjadi susunan yang paling umum saya temui pada instalasi jaringan sederhana.

Jika kita ingin membuat kabel LAN straight menggunakan standar T568B, kedua ujung kabel harus memakai urutan tersebut.

Sementara itu, untuk membuat kabel crossover, satu ujung memakai T568B dan ujung lainnya memakai T568A.

Perbedaan Kabel LAN Straight dan Crossover

Berikut perbedaan kedua jenis kabel LAN tersebut:

PerbandinganKabel straightKabel crossover
Susunan ujung kabelSama pada kedua ujungBerbeda pada kedua ujung
Standar yang digunakanT568A-T568A atau T568B-T568BT568A-T568B
Penggunaan umumMenghubungkan perangkat berbeda jenisMenghubungkan perangkat sejenis
Contoh koneksiKomputer ke switchKomputer ke komputer
Tingkat penggunaanSangat umumSemakin jarang
Cocok untuk perangkat modernYaBiasanya tidak diperlukan

Dari tabel tersebut, kita dapat melihat bahwa perbedaan utama kabel straight dan crossover terletak pada susunan kabelnya.

Untuk kebutuhan jaringan sehari-hari, kabel straight menjadi pilihan paling aman dan praktis.

Apakah Kabel Crossover Masih Dibutuhkan?

Pada jaringan lama, pemilihan kabel straight atau crossover sangat penting. Jika kita salah memakai kabel, perangkat mungkin tidak dapat saling terhubung.

Baca juga:  5 Cara Mudah Hadapi Koneksi Internet Lemot

Namun, banyak perangkat jaringan modern sudah mendukung teknologi Auto MDI-X.

Auto MDI-X memungkinkan port Ethernet mendeteksi jalur pengirim dan penerima data secara otomatis. Perangkat kemudian menyesuaikan koneksi tanpa memedulikan apakah kita memakai kabel straight atau crossover.

Fitur ini biasanya sudah tersedia pada:

  • Router modern.
  • Switch jaringan modern.
  • Komputer dan laptop baru.
  • Access point.
  • Perangkat NAS.
  • Smart TV.
  • Konsol permainan.

Karena adanya Auto MDI-X, kabel straight sekarang dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat berbeda maupun perangkat sejenis.

Walaupun demikian, kabel crossover masih mungkin dibutuhkan jika kita memakai perangkat jaringan lama yang belum mendukung Auto MDI-X.

Cara Menentukan Kabel Straight atau Crossover

Sebelum membuat atau membeli kabel LAN, kita perlu melihat perangkat yang akan dihubungkan.

Gunakan kabel straight jika:

  • Menghubungkan komputer ke router.
  • Menghubungkan laptop ke switch.
  • Menghubungkan router ke switch.
  • Menghubungkan access point ke router.
  • Memasang jaringan rumah atau kantor.
  • Menghubungkan perangkat modern.

Gunakan kabel crossover jika:

  • Menghubungkan dua komputer lama secara langsung.
  • Menghubungkan dua switch lama.
  • Menghubungkan dua router lama.
  • Perangkat tidak mendukung Auto MDI-X.
  • Buku manual perangkat secara khusus meminta kabel crossover.

Jika masih ragu, saya lebih menyarankan memakai kabel straight terlebih dahulu. Hampir semua perangkat jaringan modern dapat bekerja dengan jenis kabel tersebut.

Peralatan untuk Membuat Kabel LAN

Kita dapat membuat kabel straight maupun crossover sendiri. Peralatan yang perlu disiapkan antara lain:

1. Kabel UTP atau STP

Kabel UTP cocok untuk penggunaan rumah dan kantor. Kabel STP memiliki pelindung tambahan untuk mengurangi gangguan elektromagnetik.

2. Konektor RJ45

Gunakan konektor yang sesuai dengan kategori dan jenis kabel. Konektor untuk kabel solid dan stranded bisa memiliki desain pin yang berbeda.

3. Tang crimping

Tang crimping digunakan untuk menekan pin konektor RJ45 agar menempel pada inti kabel.

4. LAN cable tester

LAN tester membantu memeriksa apakah semua kabel terhubung sesuai urutan.

5. Pemotong atau stripper kabel

Alat ini digunakan untuk memotong kabel dan mengupas bagian selubung luarnya.

Saya menyarankan untuk selalu memakai LAN tester. Kabel bisa terlihat rapi dari luar, tetapi satu pin yang tidak terhubung dapat membuat koneksi tidak bekerja atau kecepatannya turun.

Cara Membuat Kabel LAN Straight

Berikut langkah membuat kabel straight menggunakan standar T568B.

1. Ukur panjang kabel

Tentukan panjang kabel sesuai jarak perangkat. Berikan sedikit tambahan panjang agar kabel tidak terlalu tegang.

2. Potong kabel

Potong kabel menggunakan tang crimping atau pemotong kabel.

3. Kupas selubung luar

Kupas bagian luar kabel sekitar dua sampai tiga sentimeter. Jangan sampai alat memotong kabel kecil di dalamnya.

4. Pisahkan pasangan kabel

Buka lilitan kabel secara perlahan, lalu luruskan semua kabel kecil.

5. Susun warna T568B

Urutkan kabel dari kiri ke kanan:

  1. Putih oranye.
  2. Oranye.
  3. Putih hijau.
  4. Biru.
  5. Putih biru.
  6. Hijau.
  7. Putih cokelat.
  8. Cokelat.

6. Ratakan ujung kabel

Potong ujung kabel hingga rata. Pastikan panjang setiap kabel sama.

7. Masukkan kabel ke konektor RJ45

Masukkan kabel sampai menyentuh bagian depan konektor. Pastikan setiap kabel masuk ke jalur pin yang benar.

Selubung luar kabel juga sebaiknya masuk ke dalam konektor agar penjepit RJ45 dapat menahannya.

8. Lakukan crimping

Masukkan konektor ke tang crimping, lalu tekan sampai pin RJ45 terkunci.

9. Kerjakan ujung kedua

Gunakan susunan T568B yang sama pada ujung kedua.

10. Tes kabel

Sambungkan kedua ujung kabel ke LAN tester. Pastikan indikator menyala berurutan dari nomor 1 sampai 8.

Cara Membuat Kabel LAN Crossover

Cara membuat kabel crossover hampir sama dengan kabel straight. Perbedaannya terletak pada susunan warna di setiap ujung.

Gunakan susunan berikut:

  • Ujung pertama menggunakan T568A.
  • Ujung kedua menggunakan T568B.

Setelah proses crimping selesai, periksa kabel menggunakan LAN tester.

Pada kabel crossover, indikator tester tidak akan berjalan dengan urutan lurus yang sama pada kedua sisi karena beberapa jalur telah ditukar. Pastikan hasilnya sesuai dengan susunan crossover yang dibuat.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memasang Kabel LAN

Membuat kabel LAN terlihat mudah, tetapi ada beberapa kesalahan yang sering menyebabkan koneksi bermasalah.

Urutan warna tertukar

Satu kabel yang tertukar dapat membuat jaringan tidak terhubung atau hanya bekerja pada kecepatan tertentu.

Kabel tidak masuk sampai ujung konektor

Setiap inti kabel harus menyentuh bagian depan konektor RJ45 agar pin dapat menjepitnya.

Selubung luar tidak ikut terjepit

Jika hanya kabel kecil yang terjepit, konektor akan mudah lepas saat kabel ditarik.

Pin RJ45 tidak tertekan sempurna

Tang crimping yang kurang kuat atau konektor berkualitas rendah dapat membuat pin tidak menembus inti kabel.

Membuka lilitan kabel terlalu panjang

Setiap pasangan kabel dibuat berpilin untuk mengurangi gangguan sinyal. Jangan membuka lilitan terlalu panjang karena dapat menurunkan kualitas koneksi.

Tidak menggunakan LAN tester

Tanpa tester, kita sulit mengetahui apakah semua pin telah terhubung dengan benar.

Mencampur standar secara tidak sengaja

Kadang teknisi bermaksud membuat kabel straight, tetapi satu ujung memakai T568A dan ujung lainnya memakai T568B. Hasilnya justru menjadi kabel crossover.

Tips Memilih Kabel LAN yang Tepat

Selain memilih antara straight dan crossover, kita juga perlu memperhatikan kualitas kabel yang digunakan.

Pilih kategori kabel sesuai kebutuhan

Untuk jaringan Gigabit, Cat5e sebenarnya masih dapat digunakan dalam kondisi pemasangan yang baik. Namun, Cat6 biasanya memberikan ruang lebih baik untuk performa dan pengembangan jaringan.

Cat6A lebih cocok untuk instalasi yang membutuhkan bandwidth tinggi dan jarak yang lebih panjang.

Sesuaikan dengan kecepatan port

Kabel mahal tidak otomatis membuat internet lebih cepat. Kecepatan tetap mengikuti kemampuan port router, switch, perangkat, dan paket internet.

Jika router hanya memiliki port Fast Ethernet 100 Mbps, memasang kabel Cat6 tidak akan membuat port tersebut berubah menjadi Gigabit.

Hindari kabel CCA

Kabel CCA atau Copper Clad Aluminium menggunakan aluminium yang dilapisi tembaga. Kabel ini biasanya lebih murah, tetapi memiliki hambatan lebih tinggi dan tidak sebaik kabel tembaga murni.

Untuk jaringan yang dipakai dalam jangka panjang, saya lebih menyarankan kabel berbahan solid copper.

Perhatikan panjang kabel

Secara umum, panjang satu jalur kabel Ethernet sebaiknya tidak melebihi 100 meter. Untuk pemasangan rumah atau kantor kecil, jaraknya biasanya jauh lebih pendek.

Pilih UTP atau STP sesuai lokasi

Kabel UTP sudah cukup untuk sebagian besar kebutuhan. Gunakan STP jika kabel dipasang dekat sumber gangguan elektromagnetik, seperti motor listrik, mesin industri, atau jalur listrik berdaya besar.

Perlu diingat, pemasangan kabel STP juga membutuhkan konektor serta grounding yang benar agar perlindungannya bekerja secara optimal.

Kabel Straight Menjadi Pilihan Utama Saat Ini

Dari dua jenis kabel LAN yang tersedia, kabel straight menjadi jenis yang paling sering digunakan pada jaringan modern.

Kabel ini dapat menghubungkan komputer, router, switch, access point, kamera CCTV, smart TV, dan berbagai perangkat lainnya. Dukungan Auto MDI-X juga membuat kabel straight dapat bekerja pada banyak sambungan yang dahulu membutuhkan kabel crossover.

Sementara itu, kabel crossover masih berguna untuk perangkat lama atau kebutuhan jaringan tertentu.

Hal terpenting bukan hanya memilih straight atau crossover. Kita juga harus memastikan urutan warna benar, konektor terpasang dengan kuat, kualitas kabel baik, dan hasil pemasangan sudah diperiksa menggunakan LAN tester.

Dengan memahami perbedaan jenis kabel LAN straight dan crossover, kita dapat memasang jaringan dengan lebih tepat dan menghindari masalah koneksi akibat kesalahan susunan kabel.

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.