Saat mencari kabel jaringan, kita akan menemukan berbagai pilihan seperti Cat5e, Cat6, Cat7, hingga Cat8. Semakin tinggi angka kategorinya, biasanya semakin besar kemampuan kabel dalam membawa data. Namun, bukan berarti kabel dengan kategori tertinggi selalu menjadi pilihan terbaik.
Menurut saya, memilih kabel LAN seharusnya tidak hanya melihat angka “Cat” pada kemasannya. Kita juga perlu mempertimbangkan kecepatan internet, kemampuan port perangkat, panjang kabel, lokasi pemasangan, dan anggaran.
Untuk penggunaan di rumah, misalnya, kabel Cat8 belum tentu memberikan perubahan apa pun apabila router, switch, dan komputer masih memakai port Gigabit Ethernet. Dalam kondisi seperti itu, Cat5e atau Cat6 sudah mampu mengalirkan koneksi hingga 1 Gbps.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan jenis kabel LAN Cat5e, Cat6, Cat7, dan Cat8? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Arti Cat pada Kabel LAN?
Istilah Cat merupakan singkatan dari Category atau kategori. Angka yang mengikuti tulisan Cat menunjukkan kelas performa kabel Ethernet tersebut.
Setiap kategori kabel memiliki kemampuan berbeda dalam beberapa hal, antara lain:
- Kecepatan transfer data
- Frekuensi atau bandwidth kabel
- Jarak transmisi
- Ketahanan terhadap interferensi
- Kemampuan mengurangi crosstalk
- Jenis shielding
- Konektor yang digunakan
Kabel dengan kategori lebih tinggi biasanya memiliki bandwidth lebih besar dan perlindungan terhadap gangguan sinyal yang lebih baik. Produsen juga dapat menggunakan konstruksi kabel yang lebih rapat, tebal, dan kompleks.
Namun, bandwidth kabel dalam satuan MHz tidak sama dengan kecepatan jaringan dalam satuan Mbps atau Gbps. Frekuensi menunjukkan kemampuan kabel membawa sinyal, sedangkan kecepatan data juga bergantung pada teknologi Ethernet dan metode pengkodean yang digunakan oleh perangkat jaringan.
Tabel Perbedaan Kabel LAN Cat5e, Cat6, Cat7, dan Cat8
Berikut tabel ringkas untuk melihat perbedaan jenis kabel LAN berdasarkan kemampuan dasarnya.
| Jenis kabel | Kecepatan umum | Bandwidth | Jarak penggunaan | Shielding | Penggunaan |
|---|---|---|---|---|---|
| Cat5e | Hingga 1 Gbps | 100 MHz | Hingga 100 meter | UTP atau FTP | Internet rumah, kantor kecil, CCTV |
| Cat6 | 1 Gbps hingga 100 meter, 10 Gbps pada jarak pendek | 250 MHz | Hingga 100 meter | UTP atau shielded | Rumah, kantor, gaming, access point |
| Cat7 | Hingga 10 Gbps | 600 MHz | Hingga 100 meter | S/FTP | Jaringan dengan interferensi tinggi |
| Cat8 | 25–40 Gbps | 2.000 MHz | Hingga 30 meter pada 25–40 Gbps | Shielded | Data center dan ruang server |
Cat5e mendukung Gigabit Ethernet, sedangkan Cat6 menawarkan ruang performa yang lebih besar dan dapat menjalankan 10 Gbps pada jarak terbatas. Cat7 memiliki bandwidth 600 MHz, sementara Cat8 mencapai 2.000 MHz dan dirancang untuk koneksi 25GBASE-T serta 40GBASE-T.
Kecepatan pada tabel merupakan kemampuan kategori kabel, bukan jaminan kecepatan internet. Hasil sebenarnya tetap dipengaruhi oleh router, switch, kartu jaringan, konektor, kualitas kabel, dan proses pemasangannya.
Mengenal Kabel LAN Cat5e
Cat5e merupakan pengembangan dari kabel Cat5. Huruf “e” memiliki arti enhanced, yang menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengurangi crosstalk atau gangguan antarpasangan kabel.
Kabel Cat5e memiliki bandwidth hingga 100 MHz dan mendukung kecepatan 1 Gbps melalui standar Gigabit Ethernet. Jarak channel jaringan dapat mencapai 100 meter dalam instalasi yang memenuhi standar.
Kelebihan kabel Cat5e
Kabel Cat5e masih banyak digunakan karena memiliki beberapa kelebihan:
- Harganya relatif terjangkau
- Mudah ditemukan
- Ukurannya tidak terlalu tebal
- Mudah dimasukkan ke dalam pipa kabel
- Mendukung koneksi hingga 1 Gbps
- Cocok untuk sebagian besar paket internet rumahan
Jika koneksi internet di rumah masih 100 Mbps, 300 Mbps, atau 500 Mbps, Cat5e sebenarnya sudah mencukupi. Cat5e juga masih bisa digunakan untuk menghubungkan komputer, televisi pintar, access point, kamera CCTV, dan perangkat lainnya.
Kekurangan kabel Cat5e
Cat5e mulai terasa terbatas saat kita membangun jaringan lokal dengan kecepatan di atas 1 Gbps. Beberapa instalasi Cat5e memang dapat menjalankan 2,5 Gbps atau bahkan 5 Gbps, tetapi hasilnya sangat bergantung pada kualitas kabel, panjang jalur, konektor, dan kondisi pemasangan.
Karena itu, saya kurang menyarankan Cat5e untuk instalasi jaringan baru yang kabelnya akan ditanam di dalam tembok. Selisih harga dengan Cat6 sering kali tidak terlalu besar, sedangkan mengganti kabel tanam di kemudian hari akan jauh lebih merepotkan.
Mengenal Kabel LAN Cat6
Cat6 menjadi salah satu pilihan paling masuk akal untuk jaringan rumah dan kantor saat ini. Kabel ini memiliki bandwidth hingga 250 MHz dan mendukung koneksi 1 Gbps hingga jarak 100 meter.
Cat6 juga dapat menjalankan jaringan 10 Gbps pada jarak yang lebih pendek. Batas praktisnya dapat berbeda-beda tergantung kualitas kabel dan kondisi instalasi. Fluke Networks mencantumkan dukungan 10 Gbps sekitar 35 meter, sedangkan beberapa instalasi berkualitas dapat menjangkau lebih jauh setelah melalui pengujian.
Kelebihan kabel Cat6
Dibandingkan Cat5e, Cat6 menawarkan beberapa kelebihan:
- Bandwidth lebih besar
- Perlindungan terhadap crosstalk lebih baik
- Lebih siap untuk jaringan 2,5 GbE dan 5 GbE
- Dapat menjalankan 10 GbE pada jarak pendek
- Cocok untuk instalasi jaringan baru
- Harganya masih cukup terjangkau
Beberapa kabel Cat6 memiliki pemisah berbentuk silang di bagian tengah. Komponen ini membantu menjaga jarak antar twisted pair sehingga gangguan sinyal dapat berkurang.
Kekurangan kabel Cat6
Kabel Cat6 umumnya lebih tebal dan kaku dibandingkan Cat5e. Proses crimping juga memerlukan konektor yang sesuai dengan ukuran inti dan diameter kabel.
Selain itu, memasang Cat6 tidak otomatis membuat jaringan menjadi lebih cepat. Kita tetap membutuhkan router, switch, atau kartu jaringan yang mendukung kecepatan lebih tinggi.
Apabila komputer hanya memiliki port 1 Gbps, koneksi melalui kabel Cat6 tetap akan berhenti di angka maksimal sekitar 1 Gbps.
Cat6a Layak Dipertimbangkan untuk Jaringan 10 Gbps
Walaupun tidak tercantum dalam judul artikel ini, saya perlu menyebutkan Cat6a karena kategori ini sering menjadi pilihan yang lebih praktis daripada Cat7.
Cat6a memiliki bandwidth 500 MHz dan mendukung 10GBASE-T hingga 100 meter. IEEE menetapkan 10GBASE-T untuk sambungan kabel twisted pair hingga 100 meter, sedangkan Cat6a menjadi kategori yang umum digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kabel Cat6a cocok untuk:
- Jaringan kantor berkecepatan 10 Gbps
- Koneksi workstation ke server
- Access point berkecepatan tinggi
- Instalasi kabel permanen
- Jaringan yang membutuhkan ruang pengembangan
Bagi saya, Cat6a lebih menarik daripada Cat7 untuk instalasi 10 Gbps karena menggunakan ekosistem konektor RJ45 yang lebih umum dan memiliki dukungan industri yang lebih luas.
Mengenal Kabel LAN Cat7
Cat7 dirancang dengan bandwidth hingga 600 MHz dan mendukung koneksi 10 Gbps hingga 100 meter. Kabel ini menggunakan konstruksi shielded untuk meningkatkan perlindungan terhadap crosstalk dan gangguan elektromagnetik.
Cat7 umumnya memakai konstruksi S/FTP. Setiap pasangan kabel memiliki pelindung foil, lalu seluruh pasangan kabel kembali dilindungi oleh lapisan braided shield.
Kelebihan kabel Cat7
Cat7 memiliki beberapa keunggulan teknis:
- Bandwidth lebih besar daripada Cat6
- Mendukung kecepatan hingga 10 Gbps
- Perlindungan terhadap interferensi sangat baik
- Cocok untuk area dengan banyak kabel listrik
- Memiliki konstruksi kabel yang kuat
Namun, kelebihan tersebut belum tentu terasa pada jaringan rumah biasa.
Cat7 memiliki masalah kompatibilitas
Cat7 merupakan kategori yang dikenal dalam standar ISO/IEC, tetapi tidak diakui sebagai kategori kabel oleh TIA. Sistem Cat7 yang sesuai standar dapat menggunakan konektor GG45 yang kompatibel secara fisik dengan RJ45 atau menggunakan konektor TERA.
Di marketplace, kita sering menemukan kabel berlabel Cat7 yang menggunakan konektor RJ45 biasa. Produk tersebut mungkin tetap berfungsi sebagai kabel Ethernet, tetapi tulisan Cat7 pada kemasan belum tentu berarti seluruh channel jaringan memenuhi spesifikasi Cat7.
Performa jaringan tidak hanya ditentukan oleh kabel. Konektor, keystone jack, patch panel, dan proses terminasi juga harus memenuhi kategori yang sama.
Karena itu, saya tidak langsung menganggap kabel bertuliskan Cat7 pasti lebih baik daripada Cat6 atau Cat6a dari produsen yang jelas.
Mengenal Kabel LAN Cat8
Cat8 merupakan kategori kabel tembaga berperforma tinggi dengan bandwidth hingga 2.000 MHz. Kabel ini dirancang untuk mendukung koneksi 25 Gbps dan 40 Gbps melalui standar 25GBASE-T serta 40GBASE-T.
Namun, jarak maksimalnya hanya 30 meter saat digunakan pada kecepatan tersebut. IEEE menetapkan 25GBASE-T dan 40GBASE-T untuk sambungan balanced twisted pair hingga 30 meter.
Cat8 memiliki permanent link maksimal sekitar 24 meter dan channel maksimal 30 meter untuk kecepatan 25–40 Gbps. Kabel ini tetap dapat membawa koneksi 10 Gbps atau lebih rendah pada channel hingga 100 meter.
Kelebihan kabel Cat8
Beberapa kelebihan Cat8 meliputi:
- Kecepatan hingga 40 Gbps
- Bandwidth hingga 2.000 MHz
- Perlindungan terhadap interferensi sangat tinggi
- Menggunakan konstruksi shielded
- Cocok untuk koneksi server jarak pendek
Cat8 versi TIA menggunakan konektor modular delapan posisi yang umum disebut RJ45. Konektor ini tetap kompatibel dengan kategori sebelumnya. Dalam standar internasional, Cat8.1 juga kompatibel dengan RJ45, sedangkan Cat8.2 menggunakan antarmuka yang berbeda.
Kekurangan kabel Cat8
Cat8 memiliki beberapa kekurangan untuk pengguna rumahan:
- Harganya lebih mahal
- Kabelnya lebih tebal dan kaku
- Instalasinya harus memperhatikan shielding
- Jarak 25–40 Gbps terbatas hingga 30 meter
- Perangkat 25GBASE-T dan 40GBASE-T belum umum di rumah
- Manfaatnya tidak terasa pada port Gigabit Ethernet
Cat8 lebih cocok untuk data center, ruang server, atau koneksi switch ke server dalam satu rak maupun baris rak. Kategori ini memang dikembangkan untuk sambungan data center berjarak pendek.
Menggunakan Cat8 pada router rumahan dengan port 1 Gbps tidak akan membuat koneksi berubah menjadi 40 Gbps.
Perbedaan Cat5e dan Cat6
Cat5e dan Cat6 menjadi dua kategori kabel yang paling sering dibandingkan. Keduanya dapat digunakan untuk jaringan Gigabit Ethernet hingga 100 meter.
Perbedaan utamanya terdapat pada bandwidth dan kemampuan mengurangi gangguan sinyal.
| Perbandingan | Cat5e | Cat6 |
|---|---|---|
| Bandwidth | 100 MHz | 250 MHz |
| Kecepatan utama | 1 Gbps | 1 Gbps |
| Dukungan 10 Gbps | Tidak menjadi penggunaan utamanya | Bisa pada jarak pendek |
| Crosstalk | Cukup baik | Lebih baik |
| Ketebalan | Lebih tipis | Cenderung lebih tebal |
| Harga | Lebih murah | Sedikit lebih mahal |
| Rekomendasi | Jaringan lama dan sederhana | Instalasi jaringan baru |
Cat5e masih layak digunakan jika kabel sudah terpasang dan koneksinya stabil. Namun, untuk instalasi baru, saya lebih menyarankan Cat6 karena memberikan ruang peningkatan yang lebih besar.
Perbedaan Cat6 dan Cat7
Cat7 memiliki bandwidth dan sistem shielding lebih tinggi daripada Cat6. Akan tetapi, Cat7 tidak selalu menjadi pilihan yang lebih praktis.
| Perbandingan | Cat6 | Cat7 |
|---|---|---|
| Bandwidth | 250 MHz | 600 MHz |
| Kecepatan | 1 Gbps, 10 Gbps jarak pendek | Hingga 10 Gbps |
| Shielding | UTP atau shielded | Umumnya S/FTP |
| Konektor standar | RJ45 | GG45 atau TERA |
| Fleksibilitas | Lebih mudah dipasang | Lebih tebal dan kaku |
| Penggunaan | Rumah dan kantor | Instalasi khusus |
| Ketersediaan perangkat | Sangat luas | Lebih terbatas |
Untuk jaringan 10 Gbps hingga 100 meter, Cat6a sering menjadi pilihan yang lebih praktis dibandingkan Cat7. Cat6a menggunakan RJ45 yang umum, mendukung 10 Gbps, dan lebih mudah diintegrasikan dengan perangkat jaringan.
Perbedaan Cat7 dan Cat8
Cat7 berfokus pada koneksi 10 Gbps hingga 100 meter, sedangkan Cat8 dirancang untuk koneksi 25 Gbps dan 40 Gbps dengan jarak maksimal 30 meter.
| Perbandingan | Cat7 | Cat8 |
|---|---|---|
| Bandwidth | 600 MHz | 2.000 MHz |
| Kecepatan maksimal | 10 Gbps | 40 Gbps |
| Jarak kecepatan maksimal | Hingga 100 meter | Hingga 30 meter |
| Shielding | Shielded | Selalu shielded |
| Target penggunaan | Jaringan khusus | Data center |
| Kebutuhan rumah | Jarang diperlukan | Hampir selalu berlebihan |
Cat8 memang memiliki angka lebih tinggi, tetapi jarak penggunaan pada kecepatan maksimalnya lebih pendek. Hal ini menunjukkan bahwa kategori kabel tidak bisa dibandingkan hanya berdasarkan angka kecepatannya.
Baca juga : Mengenal Jenis Kabel LAN Straight dan Crossover
Apakah Kategori Kabel LAN Memengaruhi Kecepatan Internet?
Kategori kabel LAN dapat membatasi kecepatan, tetapi tidak dapat menambah kecepatan paket internet.
Sebagai contoh, kita berlangganan internet 100 Mbps lalu mengganti Cat5e dengan Cat8. Kecepatan internet tetap sekitar 100 Mbps karena batasnya berasal dari paket operator.
Hal yang sama berlaku pada port perangkat. Router dengan port Fast Ethernet hanya mampu menyalurkan data sekitar 100 Mbps meskipun kita menggunakan Cat6, Cat7, atau Cat8.
Berikut beberapa contoh sederhana:
- Internet 100 Mbps cukup menggunakan Cat5e
- Internet 300 Mbps cukup menggunakan Cat5e atau Cat6
- Internet 1 Gbps dapat menggunakan Cat5e atau Cat6
- Jaringan lokal 2,5 Gbps lebih ideal menggunakan Cat6
- Jaringan 10 Gbps jarak jauh lebih ideal menggunakan Cat6a
- Jaringan 25–40 Gbps jarak pendek dapat menggunakan Cat8
Kabel dengan kategori lebih tinggi lebih terasa manfaatnya saat kita melakukan transfer file lokal. Contohnya ketika memindahkan data berukuran besar dari komputer ke NAS atau server.
Faktor yang Menentukan Kecepatan Kabel LAN
Selain kategori kabel, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan.
1. Material inti kabel
Saya lebih menyarankan kabel dengan inti pure copper atau tembaga murni. Kabel CCA atau Copper Clad Aluminum menggunakan inti aluminium yang dilapisi tembaga.
CCA memiliki resistansi lebih tinggi daripada tembaga murni. Kondisi tersebut dapat meningkatkan panas dan mengurangi tegangan yang sampai ke perangkat, terutama ketika kabel digunakan untuk Power over Ethernet atau PoE.
2. Kualitas konektor RJ45
Konektor harus sesuai dengan kategori, ukuran inti, dan tipe kabel. Konektor untuk kabel solid belum tentu cocok digunakan pada kabel stranded.
Kabel Cat6a yang dipasangkan dengan jack Cat6 juga tidak otomatis menghasilkan channel Cat6a. Seluruh komponen harus memenuhi kategori yang sama agar instalasi dapat melewati pengujian kategori tersebut.
3. Susunan dan proses crimping
Urutan warna kabel harus mengikuti standar T568A atau T568B. Kita juga perlu menjaga pilinan twisted pair sedekat mungkin dengan titik terminasi.
Membuka pilinan terlalu panjang dapat meningkatkan crosstalk dan menurunkan kualitas sinyal.
4. Panjang kabel
Semakin panjang kabel, semakin besar redaman sinyal yang terjadi. Cat5e, Cat6, Cat6a, dan Cat7 umumnya digunakan pada channel hingga 100 meter.
Sementara itu, Cat8 hanya mendukung 25–40 Gbps hingga 30 meter.
5. Gangguan elektromagnetik
Kabel yang dipasang berdekatan dengan kabel listrik, motor, inverter, atau mesin dapat menerima gangguan elektromagnetik.
Pada kondisi tersebut, kabel shielded dapat membantu. Namun, sistem shielding juga memerlukan konektor dan grounding yang tepat. Shielding yang dipasang sembarangan belum tentu memberikan hasil optimal.
6. Kemampuan perangkat jaringan
Kecepatan jaringan mengikuti komponen paling lambat. Kita perlu memeriksa:
- Port LAN router
- Port switch
- Network interface card komputer
- Port NAS atau server
- Kecepatan access point
- Kategori kabel
- Kualitas konektor
Sebagai contoh, komputer dengan port 2,5 GbE yang terhubung ke switch 1 GbE tetap hanya mendapatkan koneksi maksimal 1 Gbps.
Kabel LAN Mana yang Cocok untuk Rumah?
Untuk sebagian besar rumah, Cat6 sudah menjadi pilihan paling seimbang.
Cat6 menawarkan kecepatan yang cukup tinggi, harga terjangkau, dan kompatibilitas luas. Kabel ini cocok untuk koneksi internet, komputer, access point, smart TV, kamera IP, konsol game, dan NAS.
Berikut rekomendasinya berdasarkan kebutuhan.
Cat5e untuk jaringan sederhana
Pilih Cat5e jika:
- Kabel sudah terpasang
- Kecepatan jaringan maksimal 1 Gbps
- Anggaran sangat terbatas
- Jalur kabel mudah diganti
- Tidak memerlukan koneksi 10 Gbps
Tidak perlu mengganti Cat5e yang masih bagus hanya karena muncul kategori kabel baru.
Cat6 untuk instalasi jaringan baru
Pilih Cat6 jika:
- Sedang membangun jaringan rumah baru
- Menggunakan internet hingga 1 Gbps
- Berencana memakai jaringan 2,5 GbE
- Menghubungkan komputer ke NAS
- Memasang access point Wi-Fi berkecepatan tinggi
- Menginginkan harga dan performa yang seimbang
Bagi kebanyakan pengguna, Cat6 merupakan pilihan yang paling masuk akal.
Cat6a untuk jaringan 10 Gbps
Pilih Cat6a jika:
- Membutuhkan 10 Gbps hingga 100 meter
- Memasang kabel permanen di kantor
- Menghubungkan workstation ke server
- Ingin menyiapkan jaringan untuk jangka panjang
- Memiliki perangkat 10 GbE
Cat6a mungkin lebih tebal daripada Cat6, tetapi dukungan 10 Gbps-nya lebih jelas untuk jalur panjang.
Cat7 untuk kebutuhan khusus
Pilih Cat7 hanya jika seluruh sistem memang dirancang menggunakan standar Cat7, termasuk konektor, patch panel, grounding, dan alat pengujiannya.
Untuk rumah biasa, saya melihat Cat7 tidak memberikan keuntungan yang sebanding dengan kerumitan instalasinya.
Cat8 untuk data center
Pilih Cat8 jika:
- Membutuhkan koneksi 25 atau 40 Gbps
- Jarak kabel tidak lebih dari 30 meter
- Menggunakan perangkat 25GBASE-T atau 40GBASE-T
- Memasang koneksi switch ke server
- Memahami kebutuhan terminasi dan shielding
Cat8 bukan pilihan utama untuk jaringan rumah meskipun harganya masih terjangkau dalam bentuk kabel patch pendek.
Tips Memilih Kabel LAN agar Tidak Salah Beli
Banyak produk jaringan menawarkan klaim kecepatan besar. Agar tidak salah memilih, saya biasanya memperhatikan beberapa hal berikut.
Periksa kemampuan port perangkat
Jangan membeli Cat8 hanya karena menawarkan kecepatan 40 Gbps. Periksa terlebih dahulu apakah router, switch, komputer, dan server mendukung kecepatan tersebut.
Pilih kabel pure copper
Cari informasi seperti solid bare copper, 100% copper, atau spesifikasi konduktor yang jelas. Hindari kabel CCA untuk instalasi permanen dan perangkat PoE berdaya tinggi.
Jangan hanya percaya tulisan kategori
Tulisan Cat7 atau Cat8 pada jaket kabel belum cukup membuktikan performanya. Periksa produsen, sertifikasi, ukuran AWG, shielding, dan spesifikasi produknya.
Sesuaikan kabel dengan lokasi pemasangan
Untuk jalur dalam ruangan, pilih kabel dengan rating jaket yang sesuai. Untuk luar ruangan, gunakan kabel outdoor yang tahan sinar matahari dan kelembapan.
Jangan menggunakan kabel indoor biasa untuk jalur luar ruangan dalam jangka panjang.
Gunakan konektor yang sesuai
Diameter kabel Cat6, Cat6a, dan Cat8 dapat berbeda. Pastikan konektor RJ45 mendukung ukuran kabel dan tipe inti yang digunakan.
Hindari kabel terlalu panjang
Gunakan panjang kabel secukupnya. Gulungan kabel yang berlebihan membuat instalasi kurang rapi dan dapat menyulitkan proses pemeriksaan.
Uji kabel setelah pemasangan
Minimal gunakan LAN cable tester untuk memeriksa urutan kabel dan sambungan. Untuk instalasi kantor atau jaringan profesional, gunakan alat sertifikasi kabel agar performanya dapat diverifikasi.
Jadi, Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada satu kategori kabel yang paling baik untuk semua kebutuhan. Pilihan terbaik bergantung pada perangkat, kecepatan jaringan, panjang jalur, dan lingkungan pemasangan.
Cat5e masih cukup untuk jaringan hingga 1 Gbps. Cat6 menjadi pilihan paling seimbang untuk rumah dan kantor kecil. Cat6a cocok untuk jaringan 10 Gbps hingga 100 meter, sedangkan Cat7 lebih relevan untuk sistem khusus yang mengikuti standar ISO/IEC.
Cat8 menawarkan kecepatan paling tinggi, tetapi penggunaannya lebih ditujukan untuk koneksi server dan data center berjarak pendek.
Jika saya harus memilih kabel untuk instalasi rumah baru, saya akan memilih Cat6 berkualitas dengan inti pure copper. Kabel ini sudah cukup untuk internet Gigabit, jaringan 2,5 GbE, access point, kamera IP, gaming, dan transfer data ke NAS.
Daripada mengejar angka kategori tertinggi, lebih baik kita memilih kabel yang spesifikasinya jelas, memasangnya dengan benar, dan menyesuaikannya dengan kemampuan perangkat jaringan.
Infografis Perbedaan Jenis Kabel LAN





