Internet

Internet Mentok 100Mbps Padahal Paket Lebih Kencang

Paket internet sudah di atas 100Mbps, 200 Mbps, 300 Mbps, bahkan lebih, tetapi ketika saya melakukan speedtest hasilnya selalu berhenti di sekitar 90–95 Mbps. Kalau mengalami kondisi seperti ini, besar kemungkinan masalahnya bukan langsung dari ISP.

Salah satu penyebab paling umum ketika internet mentok 100Mbps adalah ada bagian jaringan yang masih berjalan di kecepatan Fast Ethernet 100 Mbps. Bisa berasal dari port LAN, kabel, switch, router, adapter USB LAN, atau bahkan network card di komputer.

Menariknya, kalau hasil speedtest berkali-kali berada di sekitar 92, 93, atau 94 Mbps, angka tersebut justru bisa menjadi petunjuk penting.

Kalau kamu mengalami hal seperti ini, simak baik-baik penjelasan yang saya tulis di artikel ini. Sembari agar bisa belajar sedikit tentang jaringan internet.

Internet Mentok 100Mbps Biasanya Bukan Kebetulan

Kalau paket internet saya 300 Mbps tetapi speedtest hanya sekitar 94 Mbps, saya biasanya tidak langsung menganggap ISP sedang bermasalah.

Saya justru mulai dari jaringan lokal terlebih dahulu.

Secara sederhana, koneksi internet di rumah biasanya melewati alur seperti ini:

Internet → ONT/Modem → Kabel LAN/Wi-Fi → Laptop atau PC

atau yang sedikit lebih komplek seperti ini :

Internet → ONT/Modem → Router → Switch → Kabel LAN/Wi-Fi → Laptop atau PC

Masalahnya, kecepatan koneksi akan mengikuti perangkat paling lambat dalam jalur tersebut.

Misalnya:

Internet 300 Mbps → Router Gigabit → Switch 100 Mbps → PC Gigabit

Walaupun router dan komputer mendukung Gigabit Ethernet, switch yang hanya mendukung 100 Mbps tetap akan membatasi koneksi.

Hasil speedtest akhirnya hanya sekitar 90–95 Mbps.

Inilah kenapa ketika internet mentok di angka yang sangat dekat dengan 100 Mbps, saya lebih dulu mencari bottleneck di jaringan lokal.

Menurut saya, ini merupakan pengecekan paling penting.

Sebelum mengganti kabel, menghubungi ISP, atau membeli router baru, lihat terlebih dahulu berapa kecepatan koneksi antara komputer dan perangkat jaringan.

Biasanya kita akan menemukan beberapa kemungkinan:

  • 100 Mbps berarti koneksi sedang berjalan pada Fast Ethernet.
  • 1.0 Gbps atau 1000 Mbps berarti koneksi sudah menggunakan Gigabit Ethernet.
  • 2.5 Gbps berarti perangkat mendukung 2.5 Gigabit Ethernet.

Kalau komputer menunjukkan link speed hanya 100 Mbps, saya hampir bisa memastikan ada sesuatu di jalur LAN yang membatasi koneksi.

Dengan link 100 Mbps, kita tidak akan mendapatkan speedtest 200 Mbps atau 300 Mbps, tidak peduli seberapa besar paket internet dari ISP.

Kenapa Speedtest Biasanya Hanya 94 Mbps?

Port Fast Ethernet memang memiliki kecepatan teoritis 100 Mbps.

Namun, data yang kita kirim melalui jaringan mempunyai overhead dari Ethernet, TCP/IP, dan protokol lainnya.

Karena itu, throughput nyata biasanya berada di kisaran:

90–95 Mbps

Jadi kalau speedtest terus menghasilkan:

92 Mbps, 93 Mbps, atau 94 Mbps

saya justru akan langsung mencurigai adanya koneksi Fast Ethernet 100 Mbps.

Port LAN Router atau Modem Bisa Jadi Hanya 100 Mbps

Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah port LAN perangkat ternyata hanya mendukung Fast Ethernet.

Biasanya dalam spesifikasi perangkat terdapat istilah seperti:

10/100 Mbps

Artinya port tersebut maksimal hanya 100 Mbps. Sedangkan port Gigabit biasanya tertulis:

10/100/1000 Mbps atau Gigabit Ethernet istilahnya.

Pada beberapa router atau ONT kita juga sering melihat istilah “FE = Fast Ethernet” dan “GE = Gigabit Ethernet“.

Kalau paket internet sudah lebih dari 100 Mbps, saya menyarankan seluruh jalur utama jaringan minimal menggunakan Gigabit Ethernet. Kalau salah satu port masih FE, koneksi akan mentok sekitar 100 Mbps.

Kabel LAN Juga Bisa Membuat Koneksi Turun ke 100 Mbps

Ini termasuk masalah yang sering membuat bingung. Kabel LAN masih bisa digunakan untuk internet. Komputer tetap tersambung. Tidak ada pesan error. Tetapi link speed hanya terbaca 100 Mbps.

Kenapa?

Gigabit Ethernet membutuhkan empat pasang kabel atau total delapan konduktor di dalam kabel Ethernet.

Sedangkan Fast Ethernet 100 Mbps masih bisa berjalan menggunakan dua pasang kabel.

Artinya, jika salah satu pair bermasalah, jaringan mungkin tetap tersambung tetapi negosiasi kecepatannya turun menjadi 100 Mbps.

Penyebabnya bisa bermacam-macam:

  • konektor RJ45 kurang bagus,
  • proses crimping tidak sempurna,
  • salah satu kabel internal putus,
  • konektor longgar,
  • kabel sudah rusak,
  • patch cable berkualitas buruk.

Cara termudah untuk mengetesnya adalah menggunakan kabel LAN lain yang sudah saya ketahui bisa berjalan pada 1 Gbps.

Kalau setelah mengganti kabel link speed berubah dari:

100 Mbps menjadi 1000 Mbps, berarti penyebabnya hampir pasti kabel atau konektornya.

Tidak Harus Langsung Ganti ke Cat6 atau Cat7

Ketika mengalami internet mentok 100Mbps, banyak orang langsung berpikir kabel Cat5e sudah tidak cukup.

Padahal belum tentu.

Untuk jaringan Gigabit dalam penggunaan rumahan normal, kabel Cat5e yang kondisinya bagus sudah mampu menjalankan koneksi 1 Gbps.

Jadi saya tidak langsung membeli Cat6, Cat7, atau kabel mahal hanya karena speedtest berhenti di 100 Mbps.

Yang lebih penting justru memastikan:

  • kabel menggunakan delapan konduktor,
  • semua pair terhubung dengan benar,
  • konektor RJ45 bagus,
  • tidak ada kabel yang putus,
  • panjang kabel masih masuk akal.

Cat6 tentu bagus jika ingin memasang jaringan baru, terutama jika ingin menyiapkan jaringan untuk kecepatan yang lebih tinggi.

Tetapi mengganti Cat5e yang sehat dengan Cat6 tidak otomatis menyelesaikan koneksi yang sebenarnya bermasalah karena port LAN hanya 100 Mbps.

Baca juga : Perbedaan Jenis Kabel LAN Cat5e, Cat6, Cat7, dan Cat8

Cek Spesifikasi Port LAN Laptop atau PC

Router sudah Gigabit.

Kabel sudah Cat6.

Tetapi link speed tetap 100 Mbps.

Dalam kondisi seperti ini, saya akan mengecek network card perangkat.

Perangkat lama kadang masih menggunakan Ethernet 10/100 Mbps.

Ini bisa ditemukan pada:

  • laptop lama,
  • mini PC,
  • TV box,
  • smart TV,
  • perangkat IoT,
  • single board computer,
  • adapter Ethernet murah.

Kalau network interface maksimal 100 Mbps, tentu internet juga tidak akan bisa melewati kecepatan tersebut.

Untuk perangkat yang digunakan sebagai NAS, server, PC desktop, atau perangkat utama jaringan, saya lebih memilih minimal Gigabit Ethernet.

Hati-Hati dengan USB to Ethernet Murah

Adapter USB to Ethernet juga bisa menjadi bottleneck.

Secara fisik bentuknya hampir sama, tetapi spesifikasinya bisa berbeda jauh.

Ada adapter yang hanya mendukung:

Baca juga:  Tips Aman Menjaga Data di Server Hosting

10/100 Mbps

Ada juga yang mendukung:

10/100/1000 Mbps

Bahkan sekarang banyak adapter yang sudah mendukung:

2.5 Gbps

Kalau laptop tidak mempunyai port LAN dan saya menggunakan USB Ethernet, saya selalu mengecek spesifikasinya terlebih dahulu.

Jangan hanya melihat tulisan “LAN Adapter”.

Pastikan memang ada keterangan Gigabit Ethernet jika ingin menggunakan internet di atas 100 Mbps.

Auto Negotiation Bisa Turun Menjadi 100 Mbps

Perangkat Gigabit sebenarnya melakukan negosiasi kecepatan secara otomatis.

Proses ini biasa disebut Auto Negotiation.

Misalnya router dan PC sama-sama mendukung 1 Gbps. Normalnya kedua perangkat akan bernegosiasi dan menggunakan kecepatan 1 Gbps.

Namun kalau kondisi kabel buruk, koneksi bisa turun menjadi:

100 Mbps

Ini justru salah satu gejala kabel atau konektor bermasalah.

Saya pribadi lebih memilih membiarkan pengaturan Ethernet tetap di:

Auto Negotiation

daripada memaksa:

1.0 Gbps Full Duplex

Kenapa?

Kalau kabel memang tidak mampu menjalankan Gigabit, memaksa kecepatan tidak akan memperbaiki kondisi fisik jaringan.

Lebih baik cari penyebab kenapa negosiasi hanya mendapatkan 100 Mbps.

Switch Juga Sering Menjadi Bottleneck

Kalau jaringan rumah mulai kompleks, saya biasanya mengecek switch juga.

Misalnya topologinya seperti ini:

ONT → Router → Switch → PC

Router sudah Gigabit.

PC juga Gigabit.

Tetapi switch lama ternyata masih 10/100 Mbps.

Hasil akhirnya tetap mentok di 100 Mbps.

Hal yang sama bisa terjadi pada:

  • switch unmanaged lama,
  • access point,
  • router tambahan,
  • repeater,
  • Ethernet extender,
  • powerline adapter.

Karena itu, jangan hanya mengecek perangkat di kedua ujung koneksi.

Seluruh jalur harus mendukung kecepatan yang ingin kita gunakan.

Kalau Pakai Wi-Fi, Masalahnya Bisa Berbeda

Internet mentok 100Mbps melalui Wi-Fi tidak selalu berarti ada port LAN 100 Mbps.

Wi-Fi mempunyai lebih banyak faktor yang memengaruhi kecepatan.

Misalnya:

  • masih menggunakan 2.4 GHz,
  • sinyal lemah,
  • channel terlalu ramai,
  • perangkat hanya mendukung standar Wi-Fi lama,
  • channel width kecil,
  • jarak terlalu jauh,
  • interferensi,
  • access point mempunyai backhaul 100 Mbps.

Contohnya saya mempunyai router Wi-Fi yang sebenarnya cukup cepat.

Tetapi kalau access point tersebut mendapatkan internet melalui port Fast Ethernet 100 Mbps, perangkat Wi-Fi tetap tidak akan mendapatkan internet lebih dari sekitar 94 Mbps.

Jadi kita perlu melihat arsitektur jaringan secara keseluruhan.

Bedakan Mbps dan MB/s

Ada satu hal lain yang sering membuat orang mengira internetnya lambat.

Yaitu perbedaan antara:

Mbps

dan:

MB/s

ISP biasanya menjual paket internet dalam satuan Mbps atau Megabit per detik.

Sedangkan aplikasi download sering menampilkan MB/s atau Megabyte per detik.

Secara sederhana:

8 bit = 1 byte

Jadi koneksi:

100 Mbps ≈ 12,5 MB/s

Sedangkan:

300 Mbps ≈ 37,5 MB/s

Itu angka teoritis.

Kecepatan nyata biasanya sedikit lebih rendah karena ada overhead jaringan.

Jadi kalau saya mempunyai internet 100 Mbps lalu download file sekitar 11–12 MB/s, sebenarnya itu masih sangat normal.

Gigabit Ethernet Juga Tidak Selalu Speedtest 1000 Mbps

Hal serupa berlaku untuk Gigabit Ethernet.

Port 1 Gbps mempunyai kecepatan teoritis:

1000 Mbps

Tetapi throughput nyata biasanya tidak tepat 1000 Mbps karena berbagai overhead.

Dalam jaringan Gigabit yang sehat, kecepatan sekitar 900 Mbps lebih masih sangat wajar.

Karena itu saya biasanya melihat pola seperti ini:

Link SpeedKecepatan Nyata yang Umum
100 Mbpssekitar 90–95 Mbps
1 Gbpssekitar 900–950 Mbps
2.5 Gbpssekitar 2.2–2.4 Gbps

Angka tersebut bukan angka mutlak karena masih dipengaruhi perangkat, server speedtest, CPU, protokol jaringan, dan kondisi lainnya.

Tetapi tabel ini cukup membantu untuk melihat apakah ada bottleneck yang jelas.

Cara Saya Mengecek Internet yang Mentok 100Mbps

Kalau mengalami masalah ini, saya biasanya tidak langsung membongkar seluruh jaringan.

Saya mengeceknya secara bertahap.

1. Pastikan Paket Internet Memang di Atas 100 Mbps

Pertama saya memastikan paket internet yang aktif.

Misalnya paket ISP saya:

300 Mbps

Artinya secara teori seharusnya speedtest bisa melewati 100 Mbps.

Selanjutnya saya melihat link speed Ethernet.

Kalau terbaca:

100 Mbps

saya belum akan menyalahkan ISP.

Saya fokus mencari penyebab kenapa LAN tidak terhubung pada 1 Gbps.

3. Sambungkan PC Langsung ke Router

Kalau sebelumnya jaringan melewati switch atau access point, saya menghilangkan perangkat tersebut sementara.

Topologinya saya sederhanakan menjadi:

Router → Kabel LAN → PC

Kalau setelah itu kecepatan normal, berarti bottleneck berada pada perangkat yang tadi dilewati.

4. Ganti Kabel LAN

Ini salah satu tes paling mudah.

Saya menggunakan kabel lain yang sudah terbukti bisa melakukan negosiasi 1 Gbps.

Setelah tersambung, saya cek link speed lagi.

5. Cek Spesifikasi Port

Saya memastikan port di kedua sisi mendukung Gigabit.

Misalnya:

Router LAN: 10/100/1000 Mbps

dan:

PC Ethernet: 1 Gbps

Kalau salah satunya hanya 100 Mbps, di situlah bottleneck-nya.

6. Hilangkan Switch Sementara

Kalau menggunakan switch, saya bypass terlebih dahulu.

Sambungkan komputer langsung ke router.

Cara sederhana ini sering langsung menunjukkan apakah switch menjadi penyebabnya.

7. Lakukan Speedtest Lagi

Setelah link speed menunjukkan:

1.0 Gbps

barulah saya melakukan speedtest kembali.

Kalau hasilnya sudah melewati 100 Mbps, masalah berarti selesai di jaringan lokal.

Contoh Kasus Paket 300 Mbps tetapi Speedtest Hanya 94 Mbps

Misalnya saya mempunyai koneksi seperti ini:

ISP 300 Mbps → Router Gigabit → Kabel LAN → PC

Tetapi hasil speedtest hanya:

94 Mbps

Saya cek Ethernet dan ternyata link speed menunjukkan:

100 Mbps

Dari sini masalahnya sebenarnya sudah terlihat.

Selanjutnya saya mengganti kabel LAN.

Setelah mengganti kabel, link speed berubah menjadi:

1000 Mbps / 1 Gbps

Ketika speedtest saya ulang, kecepatan bisa melewati 100 Mbps dan mendekati paket internet yang digunakan.

Dalam kasus seperti ini, masalahnya sama sekali bukan ISP.

Masalahnya adalah kabel membuat koneksi Ethernet hanya melakukan negosiasi di 100 Mbps.

Kapan Saya Mulai Mencurigai ISP?

ISP tetap bisa menjadi penyebab.

Tetapi saya baru mencurigai sisi provider setelah jaringan lokal dipastikan normal.

Misalnya:

  • link speed sudah 1 Gbps,
  • kabel sudah bagus,
  • router mempunyai port Gigabit,
  • komputer terhubung langsung ke router,
  • tidak ada switch 100 Mbps,
  • perangkat lain juga mengalami masalah yang sama.

Kalau semua sudah benar tetapi internet masih jauh di bawah paket, barulah saya mengecek kemungkinan dari ISP.

Beberapa kemungkinan antara lain:

  • profile bandwidth belum sesuai,
  • provisioning ISP salah,
  • konfigurasi ONT bermasalah,
  • QoS membatasi kecepatan,
  • jaringan ISP sedang mengalami gangguan,
  • kapasitas jaringan sedang penuh.

Dalam kondisi tersebut, menghubungi customer service ISP memang masuk akal.

Kesimpulan

Kalau internet mentok 100Mbps padahal paket internet sudah 200 Mbps, 300 Mbps, atau lebih, saya tidak langsung menyalahkan provider.

Saya justru mengecek link speed Ethernet terlebih dahulu.

Kalau komputer menunjukkan 100 Mbps dan speedtest berada di sekitar 90–95 Mbps, kemungkinan besar ada perangkat atau kabel yang membuat koneksi berjalan pada Fast Ethernet.

Penyebab yang paling sering saya cek adalah:

  • port LAN hanya 100 Mbps,
  • kabel LAN bermasalah,
  • konektor RJ45 kurang bagus,
  • switch masih Fast Ethernet,
  • network card hanya 100 Mbps,
  • adapter USB Ethernet hanya 100 Mbps,
  • Auto Negotiation turun karena kualitas koneksi.

Setelah seluruh jalur menggunakan Gigabit Ethernet, barulah paket internet di atas 100 Mbps bisa dimanfaatkan dengan optimal.

Jadi kalau speedtest terus berhenti di angka sekitar 94 Mbps, jangan buru-buru upgrade paket atau mengganti router.

Cek dulu apakah link Ethernet benar-benar sudah 1 Gbps.

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.