Perangkat

Starlink Luncurkan Router WiFi 7, Apakah Internetnya Jadi Lebih Kencang?

Starlink kembali memperbarui perangkat kerasnya. Kali ini bukan antena atau satelit baru, melainkan Router 4, router generasi terbaru Starlink yang untuk pertama kalinya sudah menggunakan teknologi WiFi 7.

Starlink memperkenalkan Router 4 pada 9 September 2026. Perusahaan menyebut router barunya mampu menawarkan peak speed yang lebih tinggi, jangkauan hingga sekitar 325 meter persegi, serta dirancang untuk kebutuhan seperti streaming, gaming, dan penggunaan sehari-hari. Namun untuk sementara, Starlink baru mengatakan Router 4 akan tersedia dalam waktu dekat di beberapa wilayah tertentu.

Yang mungkin langsung muncul di pikiran adalah: kalau router Starlink sekarang sudah WiFi 7, apakah kecepatan internet Starlink juga otomatis menjadi lebih kencang?

Jawabannya: belum tentu.

Dan menurut saya, bagian ini justru lebih menarik daripada sekadar melihat tulisan WiFi 7 pada spesifikasinya.

Generasi sebelumnya, Router 3, masih menggunakan WiFi 6 atau IEEE 802.11ax. Router tersebut sebenarnya sudah cukup modern dengan konfigurasi 4×4 MU-MIMO, OFDMA, serta dua port Ethernet.

Pada Router 4, Starlink melompat ke WiFi 7 atau IEEE 802.11be.

Keberadaan router ini sebenarnya sudah mulai tercium sejak Agustus 2026. Dokumen sertifikasi FCC menunjukkan perangkat SpaceX dengan kode UTR-261/R261 yang mendukung standar 802.11be. Dokumen tersebut juga memperlihatkan keberadaan port Ethernet, USB-C, dan dukungan Power over Ethernet atau PoE.

Kini Starlink sudah mengonfirmasi perangkat tersebut sebagai Router 4.

Beberapa spesifikasi penting Router 4 yang sejauh ini terungkap antara lain:

SpesifikasiStarlink Router 4
Standar WiFiWiFi 7 / IEEE 802.11be
Frekuensi2,4 GHz dan 5 GHz
Konfigurasi radio4×4 2,4 GHz dan 4×5 5 GHz
TeknologiMU-MIMO, OFDMA
JangkauanHingga 325 m²
Perangkat terhubungHingga 510 perangkat
KeamananWPA2 dan WPA3
Ethernet2 port
RatingIP56
PenggunaanIndoor

Spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan Router 4 tidak hanya terletak pada label WiFi 7. Kapasitas perangkatnya juga meningkat cukup besar dan jangkauannya diklaim mencapai 3.500 kaki persegi atau sekitar 325 meter persegi.

Untuk rumah besar, kantor kecil, homestay, atau tempat yang memiliki banyak perangkat IoT, peningkatan seperti ini menurut saya jauh lebih terasa manfaatnya.

Nah, ini bagian yang menurut saya perlu diluruskan.

Router dan koneksi internet merupakan dua hal yang berbeda.

Sederhananya, pada Starlink alurnya kira-kira seperti ini:

Internet → Satelit Starlink → Dish Starlink → Router → Perangkat kita

WiFi 7 bekerja terutama pada bagian terakhir, yaitu komunikasi antara router dengan laptop, smartphone, TV, komputer, dan perangkat lain di dalam jaringan lokal.

Jadi kalau koneksi dari satelit menuju dish hanya mampu memberikan misalnya 200 Mbps, mengganti router dari WiFi 6 menjadi WiFi 7 tidak serta-merta mengubah koneksi tersebut menjadi 1 Gbps.

Bahkan ketika Router 4 pertama kali muncul dalam dokumen FCC, analisis terhadap perangkat ini juga menunjukkan bahwa kemampuan WiFi 7 jauh melampaui throughput koneksi satelit Starlink yang tersedia saat ini.

Artinya, Router 4 bukan tombol ajaib yang langsung mempercepat internet Starlink.

Namun bukan berarti upgrade ini percuma.

Kecepatan Bisa Terasa Lebih Tinggi Jika Router Lama Menjadi Bottleneck

Ada kondisi tertentu ketika menggunakan Router 4 memang bisa membuat pengalaman internet terasa lebih kencang.

Misalnya perangkat berada cukup jauh dari router, banyak perangkat aktif bersamaan, jaringan WiFi di sekitar rumah sangat padat, atau kemampuan WiFi router sebelumnya sudah menjadi bottleneck.

Starlink sendiri menjelaskan konsep serupa pada Router 3. Jika kecepatan pengguna sebelumnya terhambat oleh koneksi WiFi antara perangkat dan router, router yang memiliki kemampuan WiFi lebih baik dapat meningkatkan kecepatan yang diterima perangkat.

Router 4 membawa kemampuan tersebut lebih jauh.

WiFi 7 dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan, menekan latency di jaringan lokal, dan melayani lebih banyak perangkat secara bersamaan.

Baca juga:  5 Rekomendasi Headset Gaming Kualitas Suara Mumpuni Harga Terjangkau

Jadi bukan bandwidth internet dari satelitnya yang tiba-tiba bertambah, tetapi jalur dari router menuju perangkat kita menjadi lebih lega.

Analoginya seperti mengganti jalan depan rumah dari dua lajur menjadi enam lajur.

Kalau jalan utama menuju kota tetap macet, perjalanan belum tentu menjadi dua kali lebih cepat. Tetapi ketika banyak kendaraan keluar-masuk rumah secara bersamaan, jalan enam lajur jelas bisa menangani lalu lintas dengan lebih baik.

Ada satu hal yang cukup menarik dari Starlink Router WiFi 7 ini.

Berdasarkan spesifikasi dan dokumen regulasi yang muncul sejauh ini, Router 4 menggunakan frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz, tanpa dukungan 6 GHz.

Padahal banyak router WiFi 7 kelas konsumen justru menjadikan band 6 GHz sebagai salah satu daya tarik utamanya.

Ini berarti jangan membayangkan Router 4 akan memiliki konfigurasi seperti router WiFi 7 kelas atas yang menawarkan 2,4 GHz + 5 GHz + 6 GHz sekaligus.

Meski begitu, WiFi 7 bukan hanya soal 6 GHz. Standar IEEE 802.11be tetap membawa berbagai peningkatan efisiensi dan kemampuan jaringan dibandingkan generasi sebelumnya.

Bisa jadi Starlink memang lebih memilih stabilitas, kompatibilitas perangkat, jangkauan, dan kebutuhan mesh daripada mengejar angka throughput WiFi sebesar mungkin.

Untuk penggunaan Starlink sendiri, keputusan tersebut menurut saya cukup masuk akal.

Bisa Menangani Hingga 510 Perangkat

Peningkatan lain yang cukup ekstrem adalah jumlah perangkat yang dapat terhubung.

Router 4 diklaim mampu melayani hingga 510 perangkat. Sebagai pembanding, dokumentasi Router 3 mencantumkan kemampuan hingga sekitar 235 perangkat.

Tentu saya rasa hampir tidak ada pengguna rumahan yang akan memasangkan 510 smartphone dan laptop sekaligus.

Namun angka tersebut menggambarkan peningkatan kapasitas Router 4 ketika harus menangani banyak koneksi secara bersamaan.

Ini bisa berguna untuk lingkungan dengan banyak perangkat IoT, smart home, kantor kecil, tempat penginapan, atau instalasi Starlink yang digunakan bersama banyak pengguna.

Walaupun saat ini WiFi 7 mungkin terlihat berlebihan untuk koneksi Starlink, menurut saya langkah ini cukup masuk akal untuk jangka panjang.

Router biasanya digunakan selama beberapa tahun.

Sementara itu, SpaceX terus meningkatkan kapasitas jaringan satelit, ground station, dan perangkat terminal Starlink. Bahkan perangkat Starlink Performance generasi terbaru sudah dirancang dengan peak throughput hingga 475 Mbps download dan 75 Mbps upload.

Artinya, Starlink perlu memastikan perangkat jaringan di sisi pengguna tidak menjadi bottleneck ketika kemampuan jaringan satelit mereka semakin meningkat.

Dalam konteks tersebut, Router 4 dengan WiFi 7 bisa dianggap sebagai salah satu persiapan Starlink untuk kapasitas jaringan yang lebih besar di masa depan.

Jadi mungkin hari ini WiFi 7 terasa terlalu kencang untuk Starlink.

Tetapi dua atau tiga tahun lagi kondisinya bisa berbeda.

Untuk saat ini belum ada informasi resmi mengenai harga maupun jadwal penjualan Starlink Router 4 di Indonesia.

Dalam pengumumannya, Starlink hanya mengatakan Router 4 akan tersedia “soon in select areas” atau segera di beberapa wilayah tertentu. Perusahaan juga belum memberikan daftar negara pertama yang akan mendapatkannya.

Jadi bagi pengguna Starlink di Indonesia, sepertinya masih harus menunggu sampai perangkat ini muncul di Starlink Shop atau mulai dibundel dengan Starlink Kit generasi berikutnya.

Menarik juga untuk menunggu apakah Router 4 nantinya bisa dibeli secara terpisah oleh pengguna lama atau hanya tersedia bersama kit tertentu.

Kalau pertanyaannya apakah Router WiFi 7 membuat kecepatan internet dari satelit Starlink langsung meningkat? Jawabannya tidak.

Kecepatan internet tetap sangat bergantung pada dish, satelit yang melayani area tersebut, kapasitas jaringan Starlink, kondisi jaringan, dan paket yang digunakan.

Tetapi Router 4 bisa membuat koneksi dari router menuju perangkat menjadi lebih cepat, stabil, memiliki jangkauan lebih luas, dan lebih kuat ketika melayani banyak perangkat sekaligus.

Menurut saya justru di situlah upgrade terbesarnya.

Jadi jangan melihat WiFi 7 pada Router 4 sebagai cara Starlink membuat koneksi 200 Mbps tiba-tiba menjadi 1 Gbps.

Lebih tepat kalau melihatnya sebagai persiapan infrastruktur jaringan lokal agar tidak menjadi bottleneck ketika Starlink semakin kencang di masa depan.

Dan kalau kemampuan internet satelit Starlink benar-benar terus meningkat, keputusan menggunakan WiFi 7 mulai sekarang justru bisa menjadi langkah yang cukup masuk akal.

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.