Notebook

Apa Itu NPU di Laptop dan Apakah Benar-Benar Berguna?

Kalau kamu melihat spesifikasi laptop keluaran baru, sekarang ada satu komponen yang semakin sering disebut selain CPU dan GPU, yaitu NPU. Istilah ini banyak muncul pada laptop dengan prosesor Intel Core Ultra, AMD Ryzen AI, Snapdragon X, dan berbagai laptop yang membawa embel-embel “AI PC”.

Masalahnya, fungsi NPU tidak sejelas CPU atau GPU. Bahkan saya yakin masih banyak orang yang membeli laptop dengan NPU tetapi sebenarnya tidak tahu komponen tersebut sedang digunakan untuk apa.

Lalu, apa itu NPU di laptop? Apakah keberadaan NPU benar-benar berguna, atau sebenarnya hanya fitur tambahan yang saat ini belum terlalu terasa manfaatnya?

Apa Itu NPU di Laptop?

NPU laptop adalah Neural Processing Unit, yaitu prosesor khusus yang dirancang untuk menjalankan workload berbasis artificial intelligence atau AI. Sederhananya, NPU dibuat untuk mengerjakan perhitungan yang berkaitan dengan neural network secara lebih efisien dibandingkan jika semuanya dibebankan ke CPU.

NPU sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Smartphone sudah cukup lama menggunakan prosesor khusus AI untuk pemrosesan kamera, pengenalan wajah, peningkatan kualitas foto, hingga berbagai fitur pintar lainnya.

Sekarang konsep tersebut mulai banyak diterapkan pada laptop. Intel misalnya memasukkan NPU bernama Intel AI Boost pada keluarga Core Ultra, sementara AMD memiliki Ryzen AI dan Qualcomm menggunakan Hexagon NPU pada Snapdragon X.

Apple juga memiliki komponen dengan fungsi serupa melalui Neural Engine pada Apple Silicon. Jadi walaupun istilah yang digunakan masing-masing produsen berbeda, konsep dasarnya kurang lebih sama: menyediakan hardware khusus untuk mempercepat pemrosesan AI.

Lalu Apa Bedanya CPU, GPU, dan NPU?

Kalau laptop sudah memiliki CPU dan GPU yang sangat cepat, mungkin muncul pertanyaan: kenapa masih membutuhkan NPU?

Ketiganya sebenarnya sama-sama bisa melakukan komputasi, tetapi karakter pekerjaannya berbeda.

KomponenFungsi UtamaContoh Penggunaan
CPUKomputasi umumSistem operasi, browser, aplikasi Office, program
GPUPemrosesan paralel dan grafisGaming, rendering, video editing, AI berat
NPUPemrosesan AI dengan konsumsi daya rendahEfek kamera, AI lokal, speech recognition, background blur

CPU ibarat pekerja serba bisa. Hampir semua pekerjaan komputer bisa ditangani CPU, tetapi belum tentu menjadi cara paling efisien untuk menyelesaikan semuanya.

GPU memiliki banyak unit pemrosesan paralel sehingga sangat bagus untuk mengolah grafis sekaligus workload AI yang berat. Karena alasan itulah GPU NVIDIA misalnya sudah sejak lama digunakan untuk training maupun menjalankan model AI.

Sedangkan NPU lebih spesifik lagi. Intel menggambarkan NPU sebagai engine berdaya rendah yang cocok untuk sustained AI workload, sementara CPU lebih cocok untuk tugas AI ringan yang membutuhkan respons cepat dan GPU cocok untuk throughput tinggi.

Kenapa AI Tidak Cukup Diproses CPU atau GPU Saja?

Sebenarnya cukup. Laptop tanpa NPU tetap bisa menjalankan AI menggunakan CPU atau GPU, selama software yang digunakan mendukungnya.

Masalahnya adalah efisiensi.

Bayangkan kamu melakukan video conference selama dua jam dengan background blur, noise cancellation, automatic framing, dan beberapa efek kamera berbasis AI aktif. Kalau semuanya terus-menerus diproses CPU atau GPU, konsumsi daya bisa meningkat dan baterai laptop lebih cepat habis.

NPU dirancang untuk mengambil sebagian workload tersebut dengan kebutuhan daya yang relatif rendah. Inilah salah satu alasan mengapa keberadaan NPU lebih menarik untuk laptop dibandingkan desktop PC.

Intel sendiri menyebut salah satu contoh penggunaan NPU adalah menjalankan noise cancellation dan automatic framing saat video conference sambil mempertahankan efisiensi baterai.

Jadi fungsi NPU bukan selalu membuat sebuah proses menjadi “jauh lebih cepat”. Dalam banyak kasus, nilai utamanya justru membuat fitur AI bisa terus berjalan tanpa terlalu membebani CPU, GPU, dan baterai.

NPU di Laptop Bisa Digunakan untuk Apa?

Saat ini penggunaan NPU sudah mulai berkembang, terutama di Windows 11 dan aplikasi yang mendukung pemrosesan AI lokal. Beberapa fitur yang bisa memanfaatkan NPU antara lain efek kamera, background blur, automatic framing, eye contact correction, voice recognition, noise suppression, hingga pemrosesan gambar.

NPU juga bisa menjalankan model AI langsung di laptop atau yang biasa disebut on-device AI. Dengan pendekatan ini, tidak semua proses harus mengirim data ke server atau cloud terlebih dahulu.

Ini menarik karena memberikan beberapa keuntungan. Pemrosesan lokal bisa memberikan respons lebih cepat, tetap bekerja pada kondisi tertentu tanpa koneksi internet, dan berpotensi meningkatkan privasi karena sebagian data tidak perlu meninggalkan perangkat.

Tetapi ada satu hal yang perlu dipahami: tidak semua aplikasi berlabel AI otomatis menggunakan NPU.

ChatGPT yang kamu buka melalui browser, misalnya, sebagian besar pemrosesan modelnya berlangsung di server. Memiliki laptop dengan NPU 50 TOPS tidak otomatis membuat jawaban ChatGPT muncul dua kali lebih cepat.

Software harus memang dirancang untuk memanfaatkan NPU tersebut.

Apakah NPU Membuat Laptop Lebih Kencang?

Ini salah satu kesalahpahaman yang menurut saya perlu diluruskan.

Laptop dengan NPU tidak otomatis lebih kencang untuk semua pekerjaan.

Kalau kamu membuka Chrome, mengetik dokumen di Word, mengelola website WordPress, mengekstrak file ZIP, atau menjalankan spreadsheet, performanya masih sangat bergantung pada CPU, RAM, SSD, dan komponen lainnya.

NPU juga bukan pengganti GPU. Laptop dengan NPU 50 TOPS tetapi menggunakan GPU terintegrasi kelas bawah belum tentu lebih cepat untuk gaming dibandingkan laptop tanpa NPU yang memakai GPU dedicated seperti GeForce RTX.

Hal yang sama berlaku untuk video editing dan rendering. Software tertentu memang mulai memanfaatkan AI acceleration, tetapi performa keseluruhan tetap harus dilihat dari kombinasi CPU, GPU, RAM, sistem pendingin, dan optimasi aplikasinya.

Jadi jangan langsung menganggap:

“NPU lebih tinggi = laptop lebih cepat.”

Menurut saya, itu sama kelirunya seperti membandingkan dua laptop hanya berdasarkan angka GHz prosesornya.

Apa Itu TOPS pada NPU?

Saat melihat spesifikasi NPU, kamu mungkin menemukan angka seperti 10 TOPS, 40 TOPS, 50 TOPS, bahkan lebih tinggi.

TOPS merupakan singkatan dari Trillion Operations Per Second. Secara sederhana, angka ini menunjukkan berapa triliun operasi AI yang secara teoritis dapat dilakukan hardware tersebut setiap detik.

Sebagai contoh, Intel Core Ultra Series 2 pada platform Lunar Lake memiliki NPU hingga 48 TOPS. AMD Ryzen AI 300 dapat menawarkan NPU hingga 50 TOPS, sedangkan Snapdragon X Elite memiliki NPU 45 TOPS.

Baca juga:  Ganti HDD ke SSD di ASUS A455L Tidak Menghilangkan Garansi

Generasi hardware terus berkembang. Qualcomm, misalnya, sudah mencantumkan NPU hingga sekitar 80–85 TOPS pada beberapa varian Snapdragon X2.

Tetapi jangan menjadikan TOPS sebagai satu-satunya ukuran performa laptop. Angka TOPS biasanya lebih relevan saat membandingkan kemampuan akselerasi AI, bukan performa komputer secara keseluruhan.

Kenapa Angka 40 TOPS Sering Disebut?

Angka 40 TOPS cukup sering muncul sejak Microsoft memperkenalkan kategori Copilot+ PC. Microsoft menetapkan NPU dengan kemampuan minimal sekitar 40 TOPS untuk menjalankan berbagai fitur AI khusus Copilot+ PC.

Inilah sebabnya tidak semua laptop yang memiliki NPU otomatis masuk kategori Copilot+ PC. Intel Core Ultra generasi awal misalnya sudah memiliki NPU, tetapi kemampuan NPU tersebut masih berada di bawah persyaratan 40 TOPS.

Kemudian muncul prosesor seperti Intel Core Ultra 200V, AMD Ryzen AI 300, serta Snapdragon X yang sudah memiliki kemampuan NPU pada kelas tersebut. Microsoft juga mencantumkan platform-platform tersebut dalam dukungan perangkat Copilot+ PC.

Menurut saya, ini penting diperhatikan kalau alasan utama kamu membeli laptop adalah ingin menggunakan fitur-fitur AI Windows terbaru. Jangan hanya melihat tulisan “ada NPU”, tetapi cek juga generasi prosesor dan kemampuan NPU-nya.

Contoh Prosesor Laptop yang Sudah Memiliki NPU

Sekarang pilihan prosesor laptop dengan NPU semakin banyak. Intel memasukkan NPU pada jajaran Core Ultra, AMD memilikinya pada keluarga Ryzen dengan Ryzen AI, sementara Qualcomm menjadikan Hexagon NPU sebagai salah satu komponen utama Snapdragon X.

Kalau menemukan laptop dengan prosesor Intel Core Ultra, kamu bisa mengecek bagian NPU Specifications pada halaman spesifikasi Intel. Pada Windows, NPU yang kompatibel juga bisa muncul sebagai komponen tersendiri di Task Manager.

Namun saya tetap menyarankan mengecek seri prosesornya secara spesifik. Nama “Core Ultra” atau “Ryzen AI” saja belum cukup untuk mengetahui seberapa tinggi performa NPU karena kemampuan setiap generasi dan model bisa berbeda.

Apakah NPU Berguna untuk Penggunaan Sehari-hari?

Jawabannya: berguna, tetapi manfaatnya tergantung cara kamu menggunakan laptop.

Kalau laptop hanya digunakan untuk browsing, Microsoft Office, menonton YouTube, membuka email, dan aktivitas ringan lainnya, keberadaan NPU mungkin belum terlalu terasa. Laptop tanpa NPU pun masih sangat mampu mengerjakan aktivitas seperti ini.

Untuk pengguna yang sering meeting online, NPU mulai lebih menarik. Efek kamera, background blur, noise cancellation, automatic framing, dan fitur AI real-time lainnya bisa diproses lebih efisien tanpa terlalu membebani CPU.

Content creator juga berpotensi mendapatkan manfaat lebih besar ke depannya. Aplikasi editing foto, video, audio, transcription, generative AI, dan berbagai software kreatif mulai semakin banyak mengintegrasikan fitur AI.

Sedangkan bagi programmer atau orang yang ingin bereksperimen dengan local AI, NPU juga menarik. Hanya saja untuk menjalankan LLM besar atau workload AI yang sangat berat, GPU dan kapasitas RAM masih menjadi faktor yang sangat penting.

Kalau untuk Gaming, Apakah NPU Berguna?

Kalau tujuan utama membeli laptop adalah gaming, saya tidak akan menjadikan NPU sebagai prioritas utama.

Untuk gaming, GPU masih jauh lebih menentukan. Laptop dengan GeForce RTX yang lebih kuat umumnya akan memberikan peningkatan performa gaming yang jauh lebih terasa dibandingkan sekadar memilih NPU dengan TOPS lebih tinggi.

Bukan berarti NPU sama sekali tidak bisa digunakan dalam ekosistem gaming. Di masa depan mungkin semakin banyak fitur AI yang bisa dipindahkan ke NPU, tetapi saat membeli laptop gaming sekarang saya tetap akan melihat GPU, CPU, RAM, layar, sistem pendingin, dan TGP terlebih dahulu.

NPU saya anggap sebagai bonus.

Laptop Tanpa NPU Apakah Sudah Ketinggalan Zaman?

Tidak.

Kalau saat ini kamu mempunyai laptop Core i5, Core i7, Ryzen 5, atau Ryzen 7 yang belum memiliki NPU, tidak ada alasan untuk buru-buru mengganti laptop hanya karena komponen tersebut tidak tersedia.

Windows, browser, Office, Photoshop, aplikasi programming, maupun sebagian besar software umum masih bisa berjalan seperti biasa. Banyak aplikasi AI juga masih bisa menggunakan CPU, GPU, atau bahkan melakukan pemrosesan melalui cloud.

Tetapi kalau sedang membeli laptop baru yang akan digunakan selama empat sampai lima tahun, ceritanya sedikit berbeda. Saya pribadi akan mulai mempertimbangkan prosesor yang sudah memiliki NPU, terutama kalau selisih harganya tidak terlalu jauh.

Software semakin banyak memasukkan fitur AI, sehingga kemungkinan NPU akan lebih sering digunakan dalam beberapa tahun mendatang.

Jadi, Perlukah Membeli Laptop yang Ada NPU-nya?

Kalau membeli laptop baru sekarang, menurut saya NPU layak masuk dalam daftar pertimbangan, tetapi jangan menjadikannya faktor utama.

Saya akan tetap memprioritaskan performa CPU, kapasitas RAM, SSD, GPU, kualitas layar, baterai, pendinginan, port, serta kualitas laptop secara keseluruhan. Setelah semua itu sesuai kebutuhan, keberadaan NPU menjadi nilai tambah yang cukup menarik untuk penggunaan jangka panjang.

Misalnya ada dua laptop dengan spesifikasi hampir sama dan selisih harganya tidak terlalu jauh, tetapi salah satunya menggunakan prosesor generasi baru dengan NPU yang lebih mumpuni. Dalam kondisi seperti itu, saya cenderung memilih laptop yang sudah memiliki NPU.

Sebaliknya, saya tidak akan membayar jauh lebih mahal hanya karena sebuah laptop memasang label AI PC atau mencantumkan angka NPU puluhan TOPS.

Karena pada akhirnya, NPU hanyalah salah satu bagian dari sebuah laptop.

Apakah NPU Benar-Benar Berguna atau Cuma Marketing?

Menurut saya jawabannya ada di tengah.

NPU bukan sekadar gimmick marketing karena hardware ini memang mempunyai fungsi teknis yang jelas. NPU bisa mengambil workload AI tertentu dari CPU dan GPU serta menjalankannya dengan konsumsi daya yang lebih efisien, sesuatu yang cukup penting pada perangkat bertenaga baterai seperti laptop.

Namun pemasaran “AI Laptop” terkadang membuat manfaatnya terdengar lebih besar daripada yang dirasakan pengguna saat ini. Kalau aktivitas kamu sehari-hari masih sebatas browsing, Office, streaming, dan pekerjaan umum, kemungkinan besar kamu tidak akan langsung merasakan perbedaan besar hanya karena laptop mempunyai NPU.

Manfaat NPU baru semakin terlihat ketika aplikasi dan sistem operasi benar-benar memanfaatkannya.

Karena itu saya melihat NPU mirip seperti hardware accelerator lain yang dulu mulai ditambahkan ke komputer. Pada awalnya tidak semua orang membutuhkannya, tetapi ketika dukungan software semakin luas, keberadaannya perlahan menjadi bagian standar dari komputer modern.

Jadi, apa itu NPU? NPU laptop adalah prosesor khusus yang dirancang untuk mempercepat pemrosesan AI dan neural network dengan penggunaan daya yang lebih efisien. Komponen ini bekerja berdampingan dengan CPU dan GPU, bukan menggantikan keduanya.

NPU sudah mulai berguna untuk berbagai fitur seperti video conference, efek kamera, voice processing, image processing, hingga menjalankan beberapa model AI secara lokal. Namun keberadaan NPU tidak otomatis membuat laptop lebih cepat untuk browsing, Office, gaming, ataupun pekerjaan umum.

Kalau membeli laptop baru untuk digunakan beberapa tahun ke depan, menurut saya memilih laptop dengan NPU merupakan keputusan yang masuk akal. Tetapi jangan sampai kamu mengorbankan RAM, SSD, GPU, layar, atau kualitas laptop hanya demi mengejar angka TOPS yang lebih tinggi.

Singkatnya, NPU penting untuk masa depan laptop, tetapi belum menjadi alasan untuk membuang laptop yang sekarang kamu gunakan.

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.