Beberapa tahun terakhir, pilihan prosesor laptop semakin membingungkan. Dulu kita cukup melihat Intel Core i3, Core i5, Core i7, atau Core i9, tetapi sekarang muncul laptop Core Ultra dengan nama seperti Core Ultra 5, Core Ultra 7, hingga Core Ultra 9.
Pertanyaan yang kemudian sering muncul adalah, apakah laptop Core Ultra memang lebih bagus dibandingkan laptop Core i5 biasa? Kalau melihat namanya saja, Core Ultra memang terdengar jauh lebih canggih, tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu.
Menurut saya, Core Ultra memang menjadi pilihan yang lebih menarik untuk laptop baru, terutama karena platformnya lebih modern, punya NPU untuk pemrosesan AI, GPU terintegrasi yang lebih baik pada model tertentu, dan fokus lebih besar pada efisiensi daya. Namun, bukan berarti setiap Core Ultra otomatis lebih kencang dibandingkan semua Core i5.
Apa Itu Laptop Core Ultra?
Core Ultra merupakan lini prosesor Intel yang membawa perubahan cukup besar dibandingkan generasi Core i sebelumnya. Intel memosisikan Core Ultra sebagai keluarga prosesor premium dengan arsitektur terbaru, NPU untuk memproses pekerjaan AI, serta pada model tertentu menggunakan Intel Arc Graphics terintegrasi.
Nama produknya juga berubah. Kita sekarang menemukan Core Ultra 5, Core Ultra 7, dan Core Ultra 9, sedangkan angka berikutnya menunjukkan seri atau generasinya, misalnya Core Ultra 5 125H dari Series 1 atau Core Ultra 5 228V dari Series 2. Intel bahkan sudah menggunakan penamaan Series 3 pada generasi yang lebih baru.
Jadi jangan menganggap Core Ultra hanya sebagai Core i5 atau Core i7 yang berganti nama. Intel memang mengubah sistem penamaannya, tetapi di balik itu ada perubahan arsitektur dan fitur yang cukup signifikan.
Core Ultra Lebih Bagus, Tapi Belum Tentu Selalu Lebih Kencang
Kalau pertanyaannya adalah Core Ultra vs Core i5 mana yang lebih bagus, saya cenderung memilih Core Ultra untuk laptop baru. Alasannya bukan sekadar performa CPU, tetapi karena kita mendapatkan platform yang lebih modern secara keseluruhan.
Namun, kalau pertanyaannya berubah menjadi mana yang lebih kencang, jawabannya bisa berbeda. Core Ultra 5 seri hemat daya misalnya, tidak bisa langsung dianggap lebih kencang dibandingkan Core i5 seri H hanya karena memiliki nama “Ultra”.
Kurang lebih gambaran sederhananya seperti ini:
| Perbandingan | Intel Core Ultra | Intel Core i5 |
|---|---|---|
| Generasi platform | Lebih baru | Tergantung generasi |
| NPU | Ada | Umumnya tidak ada pada Core i generasi lama |
| Kemampuan AI | Lebih baik | Lebih terbatas |
| GPU terintegrasi | Bisa menggunakan Intel Arc | UHD atau Iris Xe tergantung generasi |
| Efisiensi daya | Menjadi salah satu fokus utama | Tergantung seri dan generasi |
| Pilihan laptop murah | Masih relatif terbatas | Sangat banyak |
| Cocok untuk laptop baru jangka panjang | Sangat menarik | Masih layak tergantung harga |
Karena itu, saya tidak menyarankan membeli laptop hanya berdasarkan tulisan Core Ultra atau Core i5 pada stiker yang menempel di bodinya.
Core Ultra 5 vs Core i5, Mana yang Lebih Kencang?
Ini salah satu perbandingan yang paling menarik karena Core Ultra 5 bisa dianggap berada di kelas pasar yang kurang lebih menggantikan posisi Core i5 pada banyak laptop mainstream. Namun kita tetap perlu melihat nomor prosesor dan huruf di belakangnya.
Baca juga : Perbedaan Chipset dan Prosesor CPU pada Komputer
Sebagai contoh, Core Ultra 5 125H dan Core Ultra 5 125U sama-sama menggunakan nama Core Ultra 5, tetapi karakter keduanya berbeda. Huruf H digunakan untuk prosesor laptop yang berorientasi performa, sedangkan U lebih fokus pada efisiensi daya. Intel juga menggunakan HX untuk kelas performa tertinggi dan V pada lini Lunar Lake tertentu.
Hal yang sama berlaku pada Core i5. Core i5-13420H misalnya memiliki karakter berbeda dengan Core i5-1335U, sehingga membandingkan Core Ultra 5 dengan Core i5 tanpa mengetahui tipe prosesornya sebenarnya kurang tepat.
Bagaimana dengan Core Ultra 5 vs Core i5 13th Gen?
Kalau kamu sedang memilih laptop dan menemukan Core Ultra 5 vs Core i5 13th Gen, saya akan melihat kelas prosesornya terlebih dahulu. Core Ultra 5 punya keuntungan pada platform yang lebih baru, fitur AI, dan GPU terintegrasi pada beberapa model, tetapi Core i5 generasi ke-13 seri H masih bisa memberikan performa CPU yang sangat kompetitif.
Artinya, upgrade dari Core i5 13th Gen ke Core Ultra tidak selalu menghasilkan peningkatan performa CPU yang dramatis. Nilai lebih Core Ultra justru datang dari kombinasi CPU, GPU, NPU, dan efisiensi daya.
Salah Satu Perbedaan Besarnya Ada pada NPU
Salah satu fitur yang membuat laptop Core Ultra berbeda dari laptop Core i5 generasi sebelumnya adalah keberadaan NPU atau Neural Processing Unit. Sederhananya, NPU merupakan bagian prosesor yang dirancang khusus untuk menjalankan beban kerja berbasis AI dengan konsumsi daya yang lebih efisien.
Intel menyebut NPU miliknya sebagai Intel AI Boost. Pada Core Ultra Series 2 berbasis Lunar Lake, misalnya, NPU generasi keempatnya bisa mencapai hingga 48 TOPS untuk pemrosesan AI.
Untuk penggunaan sekarang, kamu mungkin belum merasa bahwa NPU merupakan sesuatu yang wajib dimiliki. Namun semakin banyak aplikasi yang mulai menggunakan AI secara lokal, keberadaan NPU bisa menjadi salah satu alasan memilih Core Ultra jika laptop akan digunakan selama beberapa tahun ke depan.
Contohnya bisa berupa efek video conference, pemrosesan gambar, fitur kreatif berbasis AI, hingga berbagai fitur Windows yang dapat memanfaatkan akselerator AI.
GPU Terintegrasi Core Ultra Juga Lebih Menarik
Hal lain yang menurut saya cukup menarik dari Core Ultra adalah perkembangan GPU terintegrasinya. Beberapa Core Ultra menggunakan Intel Arc Graphics, yang membuat kemampuan grafis laptop tipis semakin kompetitif tanpa harus selalu menggunakan GPU NVIDIA atau AMD terpisah.
Ini cukup berguna untuk pengguna yang mengerjakan editing foto, editing video ringan, pekerjaan multimedia, atau sesekali bermain game. Dibandingkan laptop Core i5 lama yang masih mengandalkan Intel UHD Graphics atau Iris Xe, Core Ultra tertentu bisa memberikan pengalaman yang jauh lebih baik.
Tetapi sekali lagi, jangan hanya melihat tulisan Core Ultra. Tidak semua prosesor Core Ultra mempunyai konfigurasi GPU yang sama, sehingga tetap periksa tipe prosesor sebelum membeli.
Apakah Laptop Core Ultra Lebih Bagus untuk Gaming?
Untuk laptop gaming Core Ultra, jawabannya sangat tergantung apakah laptop tersebut menggunakan GPU dedicated atau hanya mengandalkan GPU terintegrasi. Kalau laptop memakai RTX 4060, RTX 5060, atau GPU dedicated lainnya, performa gaming justru lebih banyak dipengaruhi GPU tersebut.
Namun, Core Ultra menjadi semakin menarik jika kamu ingin bermain game tanpa GPU dedicated. Intel meningkatkan kemampuan GPU terintegrasi pada generasi Core Ultra tertentu, termasuk arsitektur Xe2 pada Lunar Lake yang memang dirancang untuk meningkatkan kemampuan grafis sekaligus efisiensi daya.
Jadi untuk laptop tipis yang sesekali digunakan bermain game ringan sampai menengah, Core Ultra bisa menjadi pilihan menarik. Tetapi kalau tujuan utamanya gaming berat, saya tetap lebih memprioritaskan GPU dedicated daripada sekadar memilih prosesor Core Ultra.
Bagaimana dengan Konsumsi Daya dan Baterai?
Ini bagian yang menurut saya sering terlupakan ketika membandingkan prosesor laptop. Performa benchmark memang penting, tetapi laptop juga harus bisa bekerja dengan efisien ketika tidak sedang menjalankan beban berat.
Intel memang menaruh perhatian besar pada efisiensi daya di Core Ultra. Bahkan arsitektur Lunar Lake pada Core Ultra Series 2 dirancang dengan fokus kuat pada efisiensi untuk laptop tipis dan ringan.
Namun saya tidak akan mengatakan bahwa semua laptop Core Ultra pasti lebih awet baterainya dibandingkan Core i5. Kapasitas baterai, ukuran layar, resolusi, refresh rate, konfigurasi daya, aplikasi yang berjalan, hingga desain laptop tetap memberikan pengaruh besar.
Jadi kalau membandingkan dua laptop, jangan hanya membandingkan CPU. Laptop Core Ultra dengan layar OLED resolusi tinggi dan baterai kecil tetap bisa kalah awet dibandingkan laptop Core i5 dengan layar hemat daya dan baterai lebih besar.
Apakah Perbedaannya Terasa untuk Pemakaian Sehari-hari?
Kalau penggunaanmu hanya Microsoft Office, browsing, menonton YouTube, membuka email, dan melakukan pekerjaan ringan, Core i5 generasi yang relatif baru sebenarnya masih sangat mencukupi. Bahkan dalam penggunaan seperti itu, perbedaan Core i5 dan Core Ultra belum tentu terasa drastis.
Perbedaannya mulai lebih menarik ketika kamu melakukan multitasking berat, editing, menggunakan GPU terintegrasi, menjalankan aplikasi AI, atau membutuhkan laptop yang efisien untuk bekerja mobile. Dalam skenario seperti itu, keunggulan platform Core Ultra lebih mudah dimanfaatkan.
Untuk programming juga keduanya sama-sama bisa digunakan dengan nyaman. Saya justru akan memperhatikan RAM terlebih dahulu, karena laptop Core Ultra dengan RAM 8 GB belum tentu lebih nyaman untuk bekerja dibandingkan laptop Core i5 dengan RAM 16 GB atau 32 GB.
Jangan Membeli Laptop Hanya Karena Ada Tulisan “Ultra”
Menurut saya ini poin paling penting dari seluruh pembahasan. Nama prosesor memang membantu menentukan kelas produk, tetapi spesifikasi laptop secara keseluruhan jauh lebih penting.
Misalnya ada dua pilihan dengan harga hampir sama. Laptop pertama menggunakan Core Ultra 5 tetapi hanya memiliki RAM 8 GB dan SSD 512 GB, sementara laptop kedua menggunakan Core i5 seri H dengan RAM 16 GB, SSD 1 TB, layar lebih bagus, dan sistem pendinginan yang lebih baik.
Dalam kasus seperti itu saya belum tentu memilih Core Ultra.
Huruf di belakang nama CPU juga perlu diperhatikan. Secara umum U lebih berorientasi efisiensi daya, H mengejar performa lebih tinggi, sedangkan HX digunakan pada laptop kelas performa tinggi.
Karena itu, membandingkan Core Ultra 5 vs Core i5 sebaiknya selalu menggunakan tipe CPU lengkap, bukan hanya nama depannya.
Siapa yang Sebaiknya Membeli Laptop Core Ultra?
Saya lebih merekomendasikan laptop Core Ultra untuk kamu yang sedang membeli laptop baru dan berencana menggunakannya dalam jangka waktu cukup panjang. Platform yang lebih modern, NPU, GPU terintegrasi yang semakin kuat, dan fokus pada efisiensi membuat Core Ultra lebih menarik untuk penggunaan beberapa tahun ke depan.
Core Ultra juga menarik bagi pengguna laptop tipis, pekerja mobile, content creator, pengguna aplikasi berbasis AI, dan siapa saja yang membutuhkan performa grafis cukup baik tetapi tidak ingin laptop dengan GPU dedicated yang besar dan boros daya.
Kalau selisih harga dengan laptop Core i5 tidak terlalu jauh, saya pribadi lebih condong ke Core Ultra.
Kapan Laptop Core i5 Masih Layak Dibeli?
Jangan buru-buru menganggap Core i5 sudah ketinggalan zaman. Laptop Core i5 generasi ke-12, ke-13, atau ke-14 dengan konfigurasi yang bagus masih bisa menjadi pilihan yang sangat masuk akal, terutama jika harganya sudah turun.
Core i5 juga menarik jika budget terbatas dan pekerjaanmu tidak membutuhkan NPU atau kemampuan AI lokal. Selisih uangnya kadang lebih baik digunakan untuk mendapatkan RAM 16 GB, SSD lebih besar, layar yang lebih bagus, atau bahkan GPU dedicated.
Saya lebih memilih laptop Core i5 dengan konfigurasi keseluruhan yang bagus daripada memaksakan membeli Core Ultra tetapi harus mengorbankan RAM, SSD, layar, atau fitur penting lainnya.
Jadi, Laptop Core Ultra atau Core i5?
Kalau saya harus memilih laptop baru saat ini dengan harga dan spesifikasi lain yang kurang lebih sama, saya akan memilih laptop Core Ultra. Kita mendapatkan platform yang lebih baru, kemampuan AI melalui NPU, grafis terintegrasi yang lebih modern pada model tertentu, dan rancangan yang semakin memperhatikan efisiensi daya.
Namun jangan menganggap Core Ultra selalu lebih kencang daripada Core i5. Core Ultra 5 seri U misalnya bisa memiliki tujuan penggunaan yang berbeda dengan Core i5 seri H, sehingga membandingkan nama prosesornya saja bisa menghasilkan kesimpulan yang salah.
Cara yang paling aman adalah melihat model prosesor lengkap, kelas U/H/HX/V, RAM, SSD, GPU, layar, baterai, serta harga laptopnya. Setelah semua itu dibandingkan, baru kita bisa menentukan laptop mana yang benar-benar lebih bagus.
Bagi saya, Core Ultra merupakan pilihan yang lebih menarik untuk membeli laptop baru dan digunakan dalam beberapa tahun ke depan. Tetapi kalau menemukan laptop Core i5 dengan spesifikasi jauh lebih bagus dan harga lebih murah, saya tidak akan ragu memilih Core i5.




