Pernah penasaran seperti apa aktivitas serangan hacker yang terjadi di seluruh dunia? Ternyata kita bisa melihat visualisasinya secara langsung melalui website khusus yang menampilkan peta serangan siber atau cyber attack map realtime.
Melalui website ini, kita bisa melihat peta dunia dengan garis-garis serangan yang bergerak dari satu negara ke negara lain. Ada juga yang menampilkan statistik ancaman malware, serangan DDoS, hingga negara-negara yang paling banyak menerima serangan.
Menariknya, sebagian besar website tersebut bisa kita akses secara gratis tanpa perlu membuat akun. Nah, berikut delapan website untuk melihat visualisasi cyber attack secara real-time yang bisa kamu coba.
1. Kaspersky Cyberthreat Live Map

Website: https://cybermap.kaspersky.com/
Kalau kamu ingin melihat visualisasi serangan siber yang menarik, Kaspersky Cyberthreat Live Map bisa jadi pilihan pertama.
Website buatan perusahaan keamanan siber Kaspersky ini menampilkan globe 3D dengan animasi aktivitas ancaman yang terus bergerak. Kita bisa memutar globe, memperbesar wilayah tertentu, atau mengganti tampilannya menjadi peta datar.
Selain visualisasi yang menarik, Kaspersky juga menyediakan berbagai informasi seperti deteksi malware, aktivitas ransomware, ancaman jaringan, dan negara dengan jumlah deteksi terbanyak.
Data tersebut berasal dari sistem keamanan Kaspersky. Jadi, angka yang muncul merupakan aktivitas ancaman yang terdeteksi oleh teknologi mereka, bukan seluruh serangan hacker yang terjadi di internet.
Menurut saya, website ini cocok untuk kamu yang baru pertama kali ingin melihat seperti apa visualisasi aktivitas ancaman siber secara global.
2. Bitdefender Threat Map

Website: https://threatmap.bitdefender.com/
Bitdefender juga memiliki website khusus untuk melihat aktivitas ancaman siber di berbagai negara. Tampilannya cukup sederhana, tetapi informasinya mudah dipahami.
Pada peta dunia, kamu akan menemukan animasi yang menggambarkan aktivitas ancaman. Bitdefender membaginya menjadi tiga kategori utama, yaitu attacks, infections, dan spam.
Yang menarik, terdapat informasi mengenai waktu kejadian, jenis ancaman, negara asal, serta negara yang menjadi target berdasarkan data yang tersedia.
Dengan tampilan seperti ini, kita tidak hanya melihat animasi serangan, tetapi juga bisa memahami jenis aktivitas yang sedang terdeteksi.
Bitdefender Threat Map cocok untuk pembaca yang ingin melihat peta cyber attack tanpa harus berhadapan dengan dashboard yang terlalu rumit.
3. NETSCOUT Cyber Threat Horizon

Website: https://horizon.netscout.com/
Berbeda dengan dua website sebelumnya, NETSCOUT Cyber Threat Horizon lebih berfokus pada serangan Distributed Denial of Service atau DDoS.
Serangan DDoS sendiri merupakan upaya membanjiri server atau layanan online dengan trafik dalam jumlah besar hingga mengganggu akses pengguna.
Melalui NETSCOUT, kita bisa menjelajahi peta serangan DDoS global serta melihat statistik dan informasi ancaman yang mereka kumpulkan.
Website ini juga menyediakan fitur filter untuk membantu pengunjung mempersempit data berdasarkan sumber, tujuan, atau karakteristik serangan yang tersedia.
Kalau kamu penasaran bagaimana serangan DDoS terjadi di berbagai wilayah dunia, NETSCOUT Cyber Threat Horizon layak masuk daftar website yang perlu dicoba.
4. Radware Live Threat Map

Website: https://livethreatmap.radware.com/
Radware Live Threat Map menyediakan visualisasi ancaman siber global menggunakan data dari teknologi threat intelligence milik Radware.
Tampilan utamanya berupa peta dunia yang dilengkapi informasi serangan. Pengunjung juga bisa menjelajahi data melalui fitur filter dan timeline yang tersedia.
Salah satu hal menarik dari Radware adalah pendekatannya yang tidak hanya mengutamakan animasi, tetapi juga membantu pengunjung memahami aktivitas serangan berdasarkan data yang dikumpulkan.
Website ini bisa menjadi alternatif jika kamu ingin membandingkan visualisasi ancaman siber dari beberapa penyedia keamanan.
Perlu dipahami bahwa cakupan deteksi Radware bisa berbeda dari Kaspersky maupun Bitdefender karena masing-masing perusahaan menggunakan sumber telemetri dan sistem pemantauan yang berbeda.
5. SonicWall Live Attack Map

Website: https://attackmap.sonicwall.com/live-attack-map/
SonicWall menyediakan peta serangan dunia yang dilengkapi beberapa statistik menarik.
Melalui website ini, kita bisa melihat informasi negara yang menjadi sumber aktivitas serangan, negara target, serta kategori ancaman seperti intrusion dan malware.
SonicWall juga menampilkan daftar alamat IP penyerang yang terdeteksi dalam bentuk yang sebagian disamarkan.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Tidak semua informasi SonicWall merupakan aktivitas detik demi detik. Beberapa statistik dan tampilan petanya menggunakan data dari hari sebelumnya.
Karena itu, website ini lebih tepat kamu gunakan untuk melihat gambaran dan pola serangan berdasarkan periode data yang tersedia, bukan sebagai pemantauan setiap serangan secara langsung.
6. Cloudflare Radar

Website: https://radar.cloudflare.com/security/application-layer
Kalau lima website sebelumnya banyak mengandalkan peta dan animasi, Cloudflare Radar menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda.
Cloudflare lebih menonjolkan grafik, statistik, dan analisis trafik internet. Salah satu bagian yang menarik adalah dashboard Application Layer Security yang menampilkan aktivitas serangan pada layanan web.
Di sini, kita bisa melihat tren serangan, distribusi aktivitas ancaman berdasarkan wilayah, hingga informasi serangan DDoS pada application layer.
Kamu juga bisa memilih periode waktu tertentu untuk membandingkan perubahan aktivitas serangan.
Menariknya lagi, Cloudflare Radar menyediakan halaman khusus untuk berbagai negara, termasuk Indonesia.
Data keamanan aplikasi web Indonesia: https://radar.cloudflare.com/security/application-layer/id
Menurut saya, Cloudflare Radar paling cocok untuk kamu yang ingin membaca data serangan siber secara lebih serius, terutama jika mengelola website, server, atau layanan online.
Baca juga : Mengapa Keamanan Website Pemerintah Indonesia Lemah?
7. Check Point Live Cyber Threat Map

Website: https://threatmap.checkpoint.com/
Check Point merupakan perusahaan keamanan siber yang juga menyediakan peta aktivitas ancaman global.
Melalui Live Cyber Threat Map, kita bisa menemukan visualisasi beserta informasi mengenai ancaman seperti malware, phishing, dan exploit.
Selain itu, Check Point menampilkan statistik negara yang menjadi target serangan, sektor industri yang terdampak, dan kategori malware yang terdeteksi.
Informasi tersebut cukup menarik karena serangan siber tidak hanya menargetkan pengguna individu, tetapi juga organisasi dari berbagai sektor.
Contohnya, kamu bisa melihat sektor industri mana yang memiliki tingkat aktivitas serangan tinggi berdasarkan data yang ditampilkan Check Point.
Website ini cocok untuk kamu yang ingin memahami bahwa ancaman siber bukan sekadar aktivitas hacker menyerang komputer, tetapi juga berkaitan dengan keamanan berbagai industri.
8. FortiGuard Threat Map

Website: https://www.fortiguard.com/threat-map
Pilihan terakhir adalah FortiGuard Threat Map dari Fortinet, salah satu perusahaan yang dikenal melalui produk firewall dan keamanan jaringan.
Fortinet memiliki layanan threat intelligence melalui FortiGuard Labs yang digunakan untuk menganalisis berbagai ancaman keamanan siber.
FortiGuard Threat Map menawarkan visualisasi geografis aktivitas ancaman sehingga pengunjung bisa memperoleh gambaran mengenai persebaran serangan di berbagai wilayah.
Layanan ini menarik terutama bagi kamu yang tertarik dengan dunia keamanan jaringan, firewall, dan pemantauan ancaman pada infrastruktur internet.
Sebagai catatan, akses ke halaman FortiGuard Threat Map dapat bergantung pada kondisi layanan maupun pembatasan akses dari sisi website. Jika halaman tidak terbuka, kamu bisa mencoba kembali melalui browser atau memeriksa portal FortiGuard Labs.
Apakah Semua Serangan Hacker Benar-Benar Ditampilkan Secara Real-Time?
Setelah melihat berbagai website di atas, mungkin kamu bertanya-tanya apakah semua serangan hacker di dunia benar-benar terlihat pada peta tersebut.
Jawabannya, tidak.
Masing-masing perusahaan keamanan mengumpulkan informasi dari teknologi dan jaringan pemantauan mereka sendiri. Ada yang mengandalkan antivirus, firewall, sensor jaringan, maupun sistem perlindungan DDoS.
Artinya, tidak semua aktivitas serangan siber di dunia bisa mereka deteksi.
Selain itu, garis animasi yang menghubungkan satu negara dengan negara lainnya bukan berarti memperlihatkan jalur koneksi serangan yang sebenarnya.
Lokasi sumber serangan juga tidak selalu menunjukkan tempat hacker berada. Bisa saja serangan berasal dari server yang sudah diretas, perangkat yang terinfeksi malware, atau jaringan perantara.
Istilah real-time pun perlu dipahami dengan tepat. Ada website yang memperbarui aktivitas hampir secara langsung, sementara layanan lainnya menampilkan data dengan jeda waktu atau berdasarkan periode tertentu.
Meski begitu, delapan website tersebut tetap menarik untuk membantu kita memahami besarnya aktivitas ancaman siber di internet.
Kalau hanya ingin menikmati visualisasi serangan yang terlihat seperti di film-film hacker, saya lebih menyarankan Kaspersky atau Bitdefender. Namun, kalau ingin melihat statistik dan tren serangan yang lebih mendalam, Cloudflare Radar dan NETSCOUT bisa menjadi pilihan yang lebih relevan.




