Bukan Fisik, Tapi Ini Yang Perlu Dicek Saat Beli Kamera DSLR Bekas

image via pixabay
By | 4 January 2017

LHAGEEK.com – Kalau kamu mau beli kamera DSLR bekas, sebaiknya jangan terburu-buru untuk membelinya. Namanya juga bekas, pasti bakal ada plus minusnya. Cara mengeceknya pun juga tidak bisa dilihat dari fisiknya saja.

Buat orang awam yang memang tidak tahu menahu soal kamera khusus DSLR, ketika akan membeli dalam kondisi bekas pasti yang dilihat hanya dua, yakni Fisik dan Harganya.

Padahal keduanya itu bukannya penentu utama apakah kamera DSLR bekas masih layak digunakan atau tidak.

Kalau soal fisik, sekarang banyak kamera DSLR bekas yang memang masih memiliki fisik mulus. Karena fisik bisa dibersihkan. Tetapi fisik juga perlu dijadikan acuan ketika membeli kamera bekas.

Nah, kalau kamu memang ingin membeli kamera DSLR bekas, sebaiknya jangan hanya melihat fisiknya saja. Akan tetapi coba untuk melihat beberapa poin berikut ini :

#1 Shutter Count (SC)

Orang yang awam dalam dunia fotografi ketika akan membeli kamera second, jarang menanyakan berapa nilai SC (Shutter Count) kamera tersebut. Padahal nilai SC ini nanti akan berpengaruh pada harga kamera DSLR bekas, meskipun fisiknya masih oke.

Shutter Count sendiri adalah nilai/counter yang menunjukkan berapa kali kamera tersebut digunakan untuk memotret (nilai jepretan). Setiap kamera DSLR memiliki nilai SC maksimal. Jika SC sudah mendekati nilai maksimal, atau bahkan sudah melebihi, itu akan membuat harga kamera tersebut semakin murah. Begitu juga sebaliknya.

Misalnya saja untuk kamera DSLR Canon 7D dimana nilai Shutter Count maximumnya adalah 150.000. Jika ada Canon 7D dijual bekas dengan SC 1000-an berarti harganya masih bisa tinggi, dan apabila ternyata SC sudah 140.000 an maka harga bekasnya akan sangat murah.

Lalu seberapa besar pengaruh SC ini terhadap performa kamera?

Jelas sangat berpengaruh. Jika SC sudah mencapai limit atau melebihi, bisa jadi kamera sudah tidak digunakan lagi. Kamera yang SC nya sudah melewati batas maksimum dan shutter nya tidak bisa digunakan lagi sebenarnya bisa diganti. Tapi ya harus mengganti shutter unit nya, dan itu harganya mahal. Dengan diganti maka shutter count akan direset ke 0 kembali.

Jadi pastikan sebelum membeli kamera DSLR bekas, tanyakan berapa nilai shutter count nya. Kalau perlu cek sendiri. Untuk mengeceknya tiap kamera DSLR punya cara sendiri-sendiri, silahkan googling atau tunggu tulisan selanjutnya shutter count.

Owh ya, tiap tipe kamera DSLR juga punya shutter count limit yang berbeda-beda. Kamu bisa cek juga di internet atau forum-forum.

#2 Sensor dan Lensa Bebas Dari Jamur/Fog

Jika kamu membeli kamera DSLR bekas di bakul kamera, biasanya mereka sudah memberikan informasi jika lensa kamera “no fog/no jamur“. Tetapi tidak ada salahnya jika untuk mengecek kembali, khususnya jika membelinya ke perorangan. Jamur dan fog(kabut) pada lensa ini jelas mengganggu, selain bisa mengurangi kualitas hasil jepretan juga bisa merusak lensa.

Apalagi jika ada jamur di sensor kamera, wah itu bisa bahaya. Bisa dibersihkan sih, tapi mahal sekitar Rp 400.000 an, ya tergantung dari tingkat parah tidaknya.

Untuk mengecek apakah ada jamur/fog di lensa kamera bisa diketahui dengan beberapa cara :

  • Melihatnya secara langsung. Kamu bisa melihat secara langsung bagian optik depan maupun belakang kamera. Biasanya jamur itu ada di optik bagian depan dan ada ditepian. Lihat dengan teliti, jika ada semacam bintik-bintik atau urat yang mengakar, bisa jadi itu jamur.
  • Meneropongkan lensa. Untuk melihat lebih detail, bisa dengan meneropongkan lensa. Mainkan switch aperture/diagragma yang ada di lensa dari yang kecil hingga besar lalu diteropong/dilihat apakah ada jamur atau tidak. Mainkan juga focal length nya supaya bisa detail.
  • Mencobanya. Cara lainnya dengan mencoba untuk menggunakannya. Coba foto apa saja lalu lihat hasilnya, apakah buram atau ada bintik-bintik. Kamu juga bisa memfoto awan yang putih semua, agar bisa lebih jelas jika ada jamur.

Itu beberapa yang bisa kamu coba untuk mengecek jamur/fog pada lensa kamera DSLR. Adanya jamur atau tidak ini bisa berpengaruh pada harga. Dan tentunya performa kamera atau lensa saat nanti digunakan.

Lensa Kamera DSLR

image via pixabay

#3 Auto Focus Lensa Kamera

Masih berhubungan dengan lensa, pastikan juga fungsi Auto Focus (AF) pada lensa benar-benar berfungsi. Untuk mengeceknya kamu harus mencobanya langsung. Yakni dengan melakukan jepretan di setiap focal length. Misal kamu mau beli kamera DSLR bekas dengan lensa kit 18-55mm. Maka setiap focal length (18, 24, 35, 45, 55) harus dicek auto focus nya. Itu cara yang sederhana bisa dilakukan.

#4 Pop-up (Built-in) Flash

Coba juga pop-up (built-in) flash nya apakah berjalan atau tidak. Kamu bisa set ke mode auto with flash untuk mencobanya. Ini penting juga, karena kadang ada kamera DSLR bekas yang pop-up (built-in) flash nya macet.

#5 Cek Fungsi-fungsinya

Baru selanjutnya cek fungsi-fungsi kameranya. Bisa meliputi tombol-tombolnya, hingga fungsi dari menu-menu yang ada. Pastikan tidak ada yang bermasalah.

Setelah mengecek itu semua, bisa melihat body kameranya (fisik). Sehingga ketika kamu nanti membeli kamera DSLR bekas bisa benar-benar mendapatkan kamera yang masih berkualitas dan berfungsi dengan baik. Kalau kamu memang awam dalam hal fotografi, lebih baik saya sarankan untuk mengajak rekan yang tahu soal itu. Agar bisa membantu mengecek kameranya.

Baca juga : Ini Yang Perlu Kamu Miliki Setelah Membeli Kamera DSLR/Mirrorless

Dari semua poin di atas, yang paling penting adalah melihat SC nya terlebih dahulu. Karena itu bisa menentukan harganya.

Demikian apabila ada yang salah atau terlewatkan mohon koreksinya, karena saya juga masih belajar. 🙂 Semoga bermanfaat.

TENTANG PENULIS :

Blogger Tekno // Orangnya Kalem // Kerjasama [email protected]

Description: Bukan Fisik, Tapi Ini Yang Perlu Dicek Saat Beli Kamera DSLR Bekas dipublikasikan pada kategori Fotografi dengan tags Tags: , ,

Rating: 5 out of 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − six =