Canon EOS 200D

Beberapa bulan yang lalu, Canon telah meluncurkan kamera DSLR kelas pemula (Entry Level) ke pasaran Indonesia, yaitu Canon EOS 200D. Meski tergolong kamera entry level, tetapi spesifikasi yang dibenamkan di DSLR ini cukup mumpuni untuk sekelas kamera di bawah Rp 9 juta.

Inilah yang membuat Lhageek ingin mengulasnya. Siapa tahu ada diantara kamu yang lagi nyari kamera DSLR murah tapi dengan kualitas yang sudah bisa dikatakan cukup untuk kebutuhan fotografi maupun videografi. Dan menurut Lhageek, EOS 200D ini bisa jadi salah satu pilihan.

Meskipun kamera entry level, nyatanya pihak Canon membenamkan prosesor terbarunya, yaitu image processor Digic 7. Digic 7 merupakan prosesor paling baru dari Canon. Menurut Lhageek ini keren sih, maksudnya gini, meski kamera ini ditujukan untuk pemula, tetapi prosesornya tetap menggunakan yang terbaru. Jadi ini menjadi salah satu keuntungan.

Seperti DSLR entry level pada umumnya, Canon EOS 200D ini tetap menggunakan sensor APS-C dengan resolusi 24.2 megapiksel. Ukuran megapikselnya ini juga cukup besar untuk sekelas kamera entry level. Biasanya tuh kamera-kamera kelas gini pakainya di bawah 20 megapiksel. Tetapi EOS 200D pakai 24.3 megapiksel atau setara 6000 x 4000 piksel. Nice….

Hasil foto Canon EOS 200DSensornya sendiri memiliki sensitivitas mulai ISO 100 hingga 25.600. Dan sudah ada fitur noise reduction yang akan membantu mengurangi noise ketika menggunakan ISO tinggi. Lagi pula juga jarang pakai ISO tinggi, ya kan. :)

Yang cukup menarik perhatian lagi adalah di bagian Auto Focus nya. Canon EOS 200D sudah terdapat fitur DPAF (Dual Pixel CMOS AF). Fitur ini memungkinkan pengguna untuk bisa mendapatkan continuous AF dan focus yang cepat saat memotret maupun merekam video melalui mode Live View atau lewat LCD.

Karena layar LCD nya sudah touchscreen jadi cukup menekan obyek yang akan dibuat fokus. Kekinian juga fitur-fiturnya ya.

Bicara soal LCD, EOS 200D ini juga sudah menggunakan engsel articulated sehingga LCD ukuran 3 inci yang dapat diputar ke berbagai arah. Posisi bukannya yang berada di samping, tidak akan mengganggu apabila kamera dipasangi tripod maupun mic external. Cocok buat yang suka  bikin vlog.

Terus apa lagi yak yang patut diulas pada kamera dslr ini? Bentar tak mikir…..

Owh ya, masalah konektivitasnya. Canon EOS 200D ini sudah mendukung gaya hidup kawula muda kekinian. Yakni yang suka jeprat-jepret terus upload di media sosial. Fitur Wi-Fi dengan NFC dan Bluetooth di kamera ini sangat membantu. Selain bisa mengoperasikan kamera lewat smartphone, tentunya juga bisa untuk mentransfer foto-foto dari kamera ke smartphone dengan cepat.

Buat yang mau tau berapa titik fokusnya, karena ini kamera entry level, maka 200D ini hanya terdiri dari 9 titik AF. Tetapi ini sudah cukup kok.

Buat kebutuhan movie shooting atau perekaman video, kamera DSLR ini memiliki kualitas video maksimal adalah Full HD (1920 x 1080 piksel) dan yang terendah VGA (640 x 480). Untuk frame ratenya sendiri dikategorikan dalam beberapa kualitas video.

  • 1920 x 1080 (Full HD) : 59,94p / 50,00p / 29,97p / 25,00p / 23,98p
  • 1280 x 720 (HD) : 59,94p / 50,00p / 29,97p / 25,00p
  • 640 x 480 (VGA) : 29,97p / 25,00p

Jadi kalau mau bikin video slow mo masih dapat lah pakai yang Full HD di frame rate 59,94p.

Ada satu hal lagi yang bikin kamera ini memang layak untuk pemula, yaitu fitur panduan penggunaan. Jadi, di EOS 200D ini memiliki user interface yang berupa panduan dalam menggunakan kamera ini. Misalnya kamu ingin memotret dengan hasil yang bokeh, maka cukup ikuti panduannya saja, kemudian jepret, maka kamu akan dapat hasil foto yang bokeh.

Canon LessonCanon EOS 200D memakai baterai LP-E17, kurang tahu berapa kapasitasnya. Tetapi berikut ini jumlah jepretan yang bisa digunakan apabila baterai dalam kondisi 100% full (berdasarkan standar pengujian CIPA – Camera & Imaging Products Association).

  • Dengan pemotretan viewfinder : Kira-kira 650 bidikan.
  • Dengan pemotretan Live View : Kira-kira 260 bidikan.
  • Waktu pembuatan film : Kira-kira 2 jam.

Lebih hemat daripada mirrorless. :D Tapi abis gitu ada yang bilang, “Lhoh mirrorless kan ringan, ringkes?”

Iya sih, tetapi Canon EOS 200D ini juga ringan kok. Kamera DSLR Entry Level memang ringan bobotnya, kira-kira 409 gram (body only). Tergantung pakainya lensa apa. Ukuran dimensi fisiknya 122,4 mm x 92,6 mm x 69,8 mm, mungil kan.

Canon EOS 200D Untuk Traveller

Owh ya, untuk lensa, 200D ini kompatibel dengan lensa EF Canon termasuk juga lensa EF-S. Sedangkan untuk kartu memori, bisa menggunakan kartu memori SD, SDHC, SDXC, dan kompatibel juga dengan UHS-I.

Kamera DSLR Canon EOS 200D ini dipasarkan di Indonesia sepaket dengan lensa kit EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM. Dan harganya sendiri sekitar Rp 8,4 juta (per 16 desember 2017 via ecommerce). Mungkin di beberapa e-commerce ada yang menawarkan harga lebih murah. Di bawah ini Lhageek sudah berikan beberapa rekomendasi link pembelian untuk kamu bisa memilih harga yang cocok.

Min, menurutmu dengan harga segitu, worth it nggak sih?”

Sejujurnya kalau ditanya worth it atau enggak itu relatif ya. Soalnya gini, ada orang yang punya pemahaman beli produk asal suka produknya, nggak peduli harganya. Ada juga yang terlalu perfeksionis. Ya, saran kami sih mending kalau budget ada, cocok dengan produknya, ambil saja. Daripada pusing mikirin worth it nggak ya, malah jatuhnya jadi nyesel. :)

Segitu aja, tunggu ulasan-ulasan produk lainnya. Doakan ada yang mau minjemin produk, jadi bisa mereview lebih detail.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here