Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

10 Pembeda Fujifilm X-A5 dengan Fujifilm X-A3

Fujifilm X-A5 vs X-A3

10 Pembeda Fujifilm X-A5 dengan Fujifilm X-A3 | Yang perlu kamu tahu, Fujifilm X-A5 hadir sebagai penerus dari X-A3 yang saat ini sudah discontinued. Varian baru dari kamera mirrorless Fujifilm ini memiliki peningkatan yang cukup signifikan dibanding versi sebelumnya.

Kalau dari segi fisik memang mirip, mungkin kalau kode tulisan X-A5 / X-A3 dihapus akan sulit membedakannya. Tetapi kalau sudah bicara soal spesifikasi jeroannya, ada yang berbeda. Tidak hanya satu tetapi banyak.

Baca juga : Fujifilm X-A3 Sudah Discontinue, Masih Layakkah Dimiliki?

Melalui artikel kali ini, Lhageek ingin coba berikan 10 pembeda antara Fujifilm X-A5 dengan X-A3. Ya semoga kalau kamu mau beli X-A3 jadi mikir-mikir lagi, atau sebaliknya.

Oke mari kita langsung ke poin pertama.

Fujifilm X-A5 vs X-A3

1. Update Sensor dan Prosesor

Dari sisi ukuran sensor, sebenarnya antara X-A3 dan X-A5 masih menggunakan sensor APS-C 24.2 MP. Hanya saja untuk Fujifilm X-A5 ini sudah memiliki prosesor yang jauh lebih cepat 1.5x dibanding seri X-A3.

Salah satu yang bisa dirasakan adalah waktu start-up Fujifilm X-A5 sekarang 0.4s lebih cepat dibanding X-A3 yang 0.7s.

Selain itu menurut pihak Fujifilm sendiri, X-A5 ini lebih unggul dibanding X-A3 dalam hal akurasi scene recognition di mode SR+ AUTO, performa colour reproduction, dan skin tone reproduction capability. Jadi X-A5 ini tentu akan menghasilkan foto portrait yang lebih natural dan ciamik lagi.

Itu semua berkat upgrade dari prosesornya.

2. Kontras dan Phase Detection AF

Untuk kamu tahu aja, Fujifilm X-A5 ini merupakan kamera X-A series yang memiliki fitur hybrid autofocus system dengan kontras dan Phase Detection Points. Di fitur ini memiliki 91 area titik fokus dalam 7×12 grid di Single AF.

Sedangkan di X-A3 hanya ada 77 area titik fokus di dalam 7×11 grid di Single AF.

Kemudian ketika di mode Wide/Tracking di X-A5 ini memiliki 18 central points, sedangkan X-A3 hanya 9 central points.

Nah adanya hybrid AF system ini X-A5 mampu menangkap fokus 2x lebih cepat dibanding X-A3. Jadi kalau kamu pernah pakai X-A3 ya bayangkan saja kecepatan fokusnya gimana.

3. 4K dan Full HD

Sekarang ini rasanya kalau kamera belum 4K, kamera belum greget. Padahal faktanya juga nggak pernah dipakai mode 4K nya. hehe. Bicara soal 4K-4K an, X-A5 jelas sudah mendukung resolusi 4K.

Fujifilm X-A5 dapat merekam dalam format 4K (3840×2160) di kecepatan maksimal 15fps selama 5 menit. Kalau untuk Full HD, bisa merekam di frame 60/50/24 fps.

Kalau di X-A3 maksimal hanya bisa Full HD di frame rate 30/25/25 fps.

Kedua kamera ini saat merekam Full HD maksimal perekaman hanya 14 menit.

Ingin main slow-mo? Coba pakai mode HD di X-A5 karena bisa dapat 120 fps. Sedangkan untuk time-lapse bisa mode 4K.

4. 4K Burst Shooting & Multi Focus Mode

Di X-A5 ini ada dua mode baru yang berhubungan dengan kemampuan 4K kameranya.

Yang pertama adalah mode 4K Burst Shooting. Ini seperti mode 4K pada kamera Panasonic. Di mode ini kamu bisa memilih dan menyimpan frame terbaik dari footage video 4K kamu.

Yang kedua adalah mode Multi Focus. Mode ini merupakan istilah untuk focus stacking di dalam kamera. Jadi ini sangat berguna sekali untuk kebutuhan macro photography. Ini akan secara otomatis menggabungkan beberapa gambar 4K untuk dijadikan satu gambar berukuran 8.3MP JPG dengan deep of field yang sangat bagus.

Sayangnya di X-A3 tidak ada fitur ini, karena belum mendukung 4K.

5. Exposure Compensation

Jarang yang akan menggunakan Exposure Compensation terlebih bagi pengguna pemula. Tetapi ini yang juga perlu kamu tahu, kalau di X-A5 itu memiliki Exposure Compensation hingga +/- 5EV di stills mode. Yang mana ini dua langkah lebih baik baik dibanding X-A3.

Sedangkan untuk mode video, keduanya sama-sama menawarkan kompensasi pencahayaan +/- 2EV.

6. Sensitifitas ISO

Kalau dibandingkan dengan Fujifilm X-A3 yang memiliki native ISO 200 hingga 6400, di X-A5 ini memiliki native ISO yang lebih lebar yakni 200 hingga 12800.

Keduanya bisa diperpanjang dari 100 hingga 25600, tetapi untuk X-A5 maksimal bisa sampai 51200. Jadi ya untuk low light sangat bagus X-A5.

Untuk bisa menggunakan ISO tinggi, kualitas gambar harus diatur ke Fine atau Normal JPG.

7. Advanced Filter

Menu filter pada kamera mirrorless Fujifilm ini memang cukup jadi perhatian, karena menawarkan filter-filter yang banyak dan menarik untuk hasilnya.

Nah di X-A5 ini memiliki dua filter tambahan. Yaitu Fog Remove dan HDR Art.

Sesuai dengan namanya, Fog Remove ini fungsinya untuk menghapus foggy tones saat pengambilan gambar.

8. Bluetooth Connectivity

Kedua kamera ini memiliki fitur konektivitas Wi-Fi, yang mana bisa kamu jadikan remote control kamera atau melihat dan mentransfer gambar dari kamera ke smartphone.

Tapi hanya X-A5 yang sudah dilengkapi Bluetooth 4.1.

Ini berarti kamera dapat dihubungkan ke smart device dan bisa selalu terhubung dengan energi yang rendah. Jadi tidak bikin baterai kamera boros.

9. Desain Body

Di atas kami sudah sebutkan kalau desain bodynya mirip, bahkan sulit membedakan kalau label serinya dihapus. Akan tetapi, keduanya ini memiliki dimensi ukuran dan berat yang berbeda.

Kamera Mirrorless Fujifilm X-A5 sedikit lebih berat dibanding X-A3. Beratnya 361 gram, sedangkan X-A3 339 gram (berat dengan baterai dan kartu memori). Fujifilm X-A5 juga lebih tinggi sedikit, 67.7mm berbanding 66.9mm dengan X-A3.

Kemudian di X-A5, bagian bawah flash switch memiliki 2.5mm 3-pole mini jack untuk microphone atau remote release.

Fujifilm X-A5

Kemudian tuas pilihan focus (Single, Continues, Manual) yang ada di X-A3 dihilangkan di X-A5. Jadi di bagian depan terlihat lebih simple. Sebagai gantinya, pilihan mode fokus ini diganti melalui layar sentuh.

Fujifilm X-A5 vs X-A3

Tombol lain yang diubah adalah pilihan C (Kustom) yang ada pada pemutar mode, di X-A5 sudah diganti jadi mode Panorama.

Fujifilm X-A5 vs X-A3

10. Daya tahan Baterai

Kalau dari situs resminya sih X-A5 punya daya tahan baterai yang lebih baik, dibanding X-A3. Padahal semuanya sama-sama menggunakan tipe baterai yang sama, NP-W126S.

Dalam satu pengisian baterai, Fujifilm X-A5 bisa mengambil 450 frame dan di X-A3 hanya 430 frame.

Menurut kami ini adalah pengaruh dari prosesornya.


Itu 10 Pembeda antara Fujifilm X-A5 dengan X-A3. Owh ya, sebenarnya ada satu lagi, yakni bagian lensa kit nya. Di X-A5 ini memiliki lensa kit yang sedikit lebih lebar. Yakni tipe XC 15-45mm f/3.5-5.6 OIS PZ. Sedangkan di X-A3 memiliki lensa kit XC 16-50mm f/3.5-5.6 OIS II.

Kesimpulannya, Fujifilm X-A5 ini bisa jadi pilihan buat kamu yang ingin cari kamera mirrorless Fujifilm seri X-A dengan model dan fitur yang lebih baru. Yang dijual dari Fujifilm X-A5 ini sebenarnya fitur Hybrid AF System dengan Phase Detection nya.

Sedangkan untuk resolusi 4K menurut kami itu hanya bonus. Karena 4K Burst Function hanya bisa di 15 fps.

Kamu mungkin juga suka :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.