1 Indikator Penting yang Jarang Diperhatikan Saat Membeli SSD

Indikator Membeli SSD

Saat membeli SSD atau sebelum membeli SSD biasanya akan membandingkan dulu antara merek atau tipe satu dengan lainnya. Ya meskipun tidak banyak orang yang tahu persis soal teknis SSD, tetapi biasanya ada beberapa indikator yang akan dijadikan tolok ukur.

Indikator pertama itu biasanya dengan melihat merek. Karena banyak orang menganggap merek A bagus, jadi ikut-ikutan beli SSD merek A. Ini cara yang paling mudah. Pokoknya percaya saja sama kebanyakan orang, karena itu yang lebih aman. Lagipula juga tidak tahu hal-hal teknis soal SSD kalau mau nilai sendiri.

Indikator kedua biasanya dilihat dari kecepatan baca tulisnya. Beberapa orang sih menjadikan ini sebagai indikatornya. Siapa yang memiliki spesifikasi Sequential Read/Write Speed paling tinggi, itu yang dipilih. Nalarnya nanti pas digunakan performanya juga bagus.

Indikator ketiga adalah harga. Biasanya ini buat yang punya budget pas-pasan, misalnya kurang dari Rp 1juta. Nah memilih SSD dengan harga yang mendekati budget adalah pilihan yang paling baik. Karena menurutnya ada harga ada rupa. Meskipun bukan yang terbaik, tetapi harga yang mahal (mendekati RP 1 juta) itu adalah yang terbaik.

Baca juga : 5 Rekomendasi SSD Harga Rp 1 juta ke bawah

Indikator Membeli SSD

Akan tetapi, ada satu indikator yang jarang diperhatikan orang saat akan membeli SSD. Indikator itu adalah dengan melihat jenis memorinya.

Jenis memori itu yang ada tulisannya NAND Flash.

Penjelasan mengenai NAND Flash ini sangat rumit sekali. Tapi mudahnya gini, NAND Flash ini adalah salah satu dari arsitektur dari teknologi flash atau bahasa mudahnya tipe chipnya. Setiap perangkat penyimpan pasti memiliki NAND Flash, seperti USB Flash drier, Memory Card, MP3 Player, termasuk SSD.

Nah NAND Flash ini punya jenis yang bermacam-macam dan tiap macamnya itu punya perbedaan yang mempengaruhi umur baca tulis hingga akurasinya.

Jadi gini, NAND Flash itu dibangun dari banyak sel dan tiap sel memiliki bit. Bit-bit ini dinyalakan dan dimatikan melalui muatan listrik. Nah, tipe-tipe NAND Flash ini dibedakan dari jumlah bit yang ada di dalam sel. Semoga tidak bingung, kalau bingung ya tidak perlu dipikirkan.

Inilah yang jarang diperhatikan, padahal ini sangat penting untuk melihat mana SSD yang benar-benar memiliki performa bagus, salah satunya dilihat dari tipe NAND Flash yang digunakan.

Saat ini ada beberapa tipe NAND Flash yang digunakan dalam SSD dan yang perlu kamu tahu mulai dari sekarang agar bisa memilih SSD mana yang bagus.

SLC-MLC-TLC-NAND-States-a2598760

SLC Flash

SLC (Single Level Cell), kami tidak akan menjelaskan teknis soal tipe-tipenya, tetapi yang jelas jenis NAND ini biasanya digunakan untuk kebutuhan enterprise, seperti di server atau data center.

Karena memang memiliki umur baca tulis yang lebih lama dan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Siklus baca/tulis program bisa diperkirakan antara 90.000/100.000. Dari segi harga jelas lebih mahal.

Nah saat ini dipasaran yang menjual SSD untuk kebutuhan komputer konsumen sehari-hari hampir tidak ada yang menggunakan tipe NAND SLC Flash. Ya karena tipe ini kebutuhannya lebih untuk skala perusahaan dan bisnis.

Kelebihan SLC :

  • Memiliki umur yang lebih panjang dan siklus pengisian daya yang lebih lama dibanding jenis flash lain.
  • Minim kesalahan Read/Write
  • Dapat dioperasikan dalam temperatur yang lebih luas

Kekurangan SLC :

  • Ini adalah jenis NAND Flash yang paling mahal di pasaran
  • Kadang hanya tersedia dalam kapasitas yang kecil.

eMLC Flash

eMLC (Enterprice Multi Level Price) ini bisa dikatakan sebagai solusi dari SLC. Meski secara arsitektur beda, tetapi eMLC ini memang sudah dioptimalkan untuk kebutuhan industri atau perusahaan. Di mana membutuhkan kinerja dan ketahanan yang lebih baik.

Untuk siklus baca/tulisnya antara 20.000 dan 30.000. Ya memang jauh lebih rendah dibanding SLC, tapi kemampuan hampir menyerupai SLC tetapi punya harga yang lebih rendah dibanding SLC.

Kelebihan eMLC :

  • Solusi yang lebih murah dibanding SLC untuk kebutuhan Enterprise SSD
  • Memiliki kinerja dan daya tahan yang lebih baik dibanding MLC tapi hampir menyerupai SLC

Kekurangan eMLC :

  • Performanya tidak bisa disetarakan dengan SLC

MLC Flash

Kalau eMLC merupakan alternatif dari SLC, MLC (Standar) ini adalah solusi dari eMLC. Akan tetapi MLC ini lebih ditujukan untuk kebutuhan consumer sehari-hari. Karena biaya produksinya lebih rendah dibanding SLC. Dan tipe NAND Flash ini adalah yang paling disukai konsumen SSD (umum).

Karena ini termasuk yang paling bagus untuk pengguna umum. Siklus baca/tulisnya sekitar 10.000 per sel. Dan ini memang direkomendasikan untuk para gamer dan pengguna sehari-hari.

Kelebihan MLC :

  • Biaya produk lebih rendah sehingga untuk konsumen pun harganya bisa terjangkau
  • Lebih andal dibanding jenis dibawahnya.

Kekurangan MLC :

  • Tidak tahan lama jika dibandingkan dengan SLC

TLC Flash

TLC (Triple Level Cell), kalau yang ini adalah jenis NAND flash termurah. Ini hanya direkomendasikan untuk kebutuhan penggunaan sehari-hari. Gamer atau Video Editor kurang cocok menggunakan jenis ini.

Untuk siklus baca/tulisnya memang jauh lebih pendek, yakni 3.000 hingga 5.000 per sel.

Jenis ini banyak dijumpai di SSD dengan harga Rp 1 juta ke bawah. Dan kalau kamu pernah melihat SSD dengan harga yang diangka Rp 600 rb ke bawah, sudah dijamin pakai TLC.

Kelebihan TLC :

  • Harga yang murah

Kekurangan TLC :

  • Daya tahan atau umur R/W yang pendek

***

Itulah beberapa tipe NAND Flash yang ada di dalam SSD saat ini. Tapi sebenarnya ada lagi tipe yang mulai banyak digunakan, yakni 3D V-NAND. Tapi kami masih kurang begitu paham tentang perbedaannya. Yang kami tahu 3D V-NAND ini menawarkan daya tahan dan kinerja yang lebih baik dibanding 2D NAND. Btw yang diatas-atas itu adalah 2D NAND.

Singkatnya, 3D V(vertical)-NAND ini adalah teknologi terbaru di dunia flash memory. Di 3D V-NAND ini ada perubahan susunan sel secara vertikal dan karenanya membuat kapasitas SSD jauh lebih baik, biaya produksi lebih rendah, kebutuhan daya hanya separuhnya, kecepatan meningkat dua kali, dan umurnya bisa 10x dari NAND.

3D NAND

3D V-NAND ini juga ada yang 3D V-NAND TLC, 3D V-NAND MLC. Tentunya 3D V-NAND TLC jauh lebih bagus dibanding NAND TLC.

Soal 3D NAND mungkin akan kami bahas next time ya. Itu sedikit tambahan saja.

Sooo, semoga kamu bisa lebih pintar lagi ketika akan membeli dan memilih SSD. Dan yang perlu digaris bawahi adalah SSD yang memiliki NAND Flash TLC itu tidak buruk. SSD dengan NAND TLC tetap jauh lebih bagus dari HDD. Kan tujuan dari ganti SSD pasti ingin performanya lebih bagus dari HDD kan?

Tapi rekomendasi kami, jika kamu seorang gamer atau editor video yang sering melakukan rendering tiap hari, disarankan beli SSD yang pakai NAND MLC. Biasanya sih SSD yang harga di atas Rp 1 juta itu sudah pakai MLC. Coba saja cek di spesifikasi lengkap SSD tersebut.

Oke segini saja info dari kami, semoga bermanfaat. Jangan lupa share!

Update :

Berdasarkan komentar dari Iwan Restiono, ternyata masih ada beberapa indikator lain, silakan baca komentar ini.

Kamu mungkin juga suka :


One Comment

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.