fbpx

Alasan Beli SSD dengan Kapasitas Besar Sekalian

SSD Samsung EVO

Buat kamu yang mau upgrade dari HDD ke SSD atau menambahkan SSD di laptop kamu untuk drive sistem, sebaiknya beli SSD yang kapasitasnya besar sekalian. Meskipun file sistem yang kamu butuhkan cuma 60GB misalnya, mending beli SSD yang kapasitas 250GB daripada yang 128GB atau 256GB. Mengapa? Karena ini ada alasan teknisnya. Simak artikel ini jangan malas membaca sampai akhir.

Tak Seperti HDD, Umur SSD itu Bisa Diprediksi

SSD Samsung EVO
Image via https://www.samsung.com/semiconductor/minisite/ssd/product/consumer/860evo

Kalau HDD itu ibaratnya seperti manusia, yang umurnya tidak bisa ditebak. Manusia itu meninggal tidak mengenal usia, mau masih anak-anak, remaja, dewasa, tua, bisa meninggal kapan saja.

HDD juga seperti itu, meskipun HDD masih tergolong baru beberapa bulan dipakai, bisa saja mati mendadak. Karena HDD itu sangat ringkih. Mari kita lihat apa saja penyebab HDD bisa mati atau rusak.

Penyebab HDD mati / rusak :

  • Suhu yang terlalu panas, membuat bad sector
  • Suplai arus listrik yang tidak stabil, membuat bad sector
  • Terkena goncangan, bisa menyebabkan rusak komponen
  • dll

Jadi umur HDD itu tidak bisa diprediksi. Bisa jadi kamu baru beli HDD sebulan, eh terus rusak. Bisa banget itu.

Tapi kalau SSD beda. SSD itu memiliki write cycle atau siklus dalam menulis data. Semakin banyak data yang ditulis di SSD, maka itu akan mengurangi usia SSD. Nah, usia SSD di sini ditentukan dari TBW (Terrabyte Written). Jika SSD nanti sudah memiliki TBW yang mendekati angka maksimalnya, berarti usianya bisa diprediksi sebentar lagi.

Masing-masing merek dan tipe SSD memiliki angka TBW yang berbeda.

TBW Samsung 860 EVO

Saya akan ambil contoh SSD yang saya pakai. Saya menggunakan SSD Samsung 860 EVO 250GB. SSD ini memiliki 150 TBW. Jadi ketika nanti SSD ini sudah menulis data hingga 150 TB, maka SSD ini dipastikan akan mati atau paling tidak performanya akan menurun drastis. Dan kalau sudah mendekati angka ini, sebaiknya perlu ganti SSD daripada nanti malah tiba-tiba mati dan data tidak bisa diselamatkan lagi.

Inilah enaknya pakai SSD, selain dari sisi performa membuat kecepatan baca tulis meningkat, kita juga bisa memprediksi kapan harus ganti SSD sebelum perangkat ini mati.

Cara Melihat Batas Angka TBW dan yang Sudah Digunakan di Setiap SSD

Kalau untuk melihat batas angka TBW (Terabytes Written), biasanya di spesifikasi packaging SSD itu ada. Kalau saya, kebetulan di websitenya Samsung ada informasi batas TBW yang diberikan di Samsung 860 EVO 250GB ini. Sedangkan untuk melihat Writen Cycle yang sudah digunakan saya mengeceknya lewat software Samsung Magician.

Kalau kalian menggunakan SSD merek lain, silakan dicari sendiri software dukungan untuk merek SSD kalian.

Writen Cycle

Sebagai contoh saat ini writen cycle SSD saya adalah 6,9 TB. Artinya untuk mencapai angka 150 TB masih cukup lama. Saya menggunakan SSD ini mulai bulan Oktober 2018, saat sudah Januari 2021. Ya cukup awet.

Tapi ini kembali ke penggunaan masing-masing. Kalau kamu seorang gamers atau video editor, ya sudah pasti writen cycle nya akan cepat meningkat.

Jadi seperti itu caranya. Yang jelas dengan menggunakan SSD kita bisa memprediksi kapan masa pakainya akan habis. Sehingga kita bisa segera ganti ke SSD baru.

Salah satu tips supaya writen cycle tidak cepat meningkat adalah, gunakan SSD hanya untuk menyimpan sistem (OS dan installasi aplikasi/software). Jangan gunakan SSD untuk menyimpan data seperti dokumen, foto, video, lagu, dan sejenisnya. Karena kalau digunakan untuk menyimpan data seperti itu maka akan menambah angka writen cycle. Logikanya, ketika kamu menyimpan foto misalnya, itu proses menulis data di SSD kan ya. Jadi itu tidak baik. Seperti itu.

Baca juga : Cara Meningkatkan Performa & Usia SSD Samsung dengan Over Provisioning

Live On XL

Lalu Mengapa Harus Beli SSD dengan Kapasitas Besar Sekalian?

Sebenarnya ini opsional sih, bukan keharusan. Karena juga berhubungan dengan budget. Kalau kamu budget nya mepet, ya beli SSD yang kapasitasnya mencukupi. Tapi yang penting masih ada sisa space, jangan sampai mepet. Misalnya saja kebutuhan data kamu 100GB, kalau beli SSD yang 128GB ya itu terlalu mepet. Mending beli yang 256 GB saja.

Nah, tapi kalau kamu tidak mempermasalahkan soal budget, saya sarankan beli SSD yang kapasitasnya besar sekalian.

Karena SSD dengan kapasitas yang semakin besar, akan memiliki TBW yang semakin besar pula. Sudah paham kan TBW (Terabytes Writen) tadi apa?

Sebagai contoh merek SSD yang saat ini saya gunakan, lihat saja listnya ini :

  • SSD Samsung 860 EVO 250GB, memiliki 150 TBW
  • SSD Samsung 860 EVO 500GB, memiliki 200 TBW
  • SSD Samsung 860 EVO 1000GB (1TB), memiliki 600 TBW
  • SSD Samsung 860 EVO 1200GB (1,2TB), memiliki 1.200 TBW
  • SSD Samsung 860 EVO 4000GB (4TB), memiliki 2.400 TBW

Artinya, semakin besar kapasitas SSD yang kita miliki, maka usia pakai SSD ini juga akan semakin lama. (Disclaimer : Tergantung penggunaan masing-masing).

Tapi misal dibandingkan, ada 5 laptop yang masing-masing pakai SSD dengan kapasitas di atas, penggunaan masing-masing laptop sama (untuk office dan internet), pasti yang usia SSD nya paling lama adalah yang kapasitasnya SSD nya 4TB.

Seperti itu kakak… Semoga paham ya.

Pengen Pakai SSD Samsung 860 EVO juga? Beli di sini :

Kesimpulan

SSD selain menawarkan performa kecepatan yang lebih cepat berkali-kali lipat dari HDD, juga memberikan kebutuhan bagi penggunanya untuk melihat atau memprediksi masa pakainya. Ya meskipun jika dibandingkan dengan HDD usia SSD lebih singkat, tetapi pengguna akan merasa lebih aman karena bisa mengetahui penggunaan SSD nya dari writen cycle dan batas TBW (Terabytes Writen) masing-masing SSD.

Akan tetapi, SSD tetap saja bisa bermasalah dan rusak secara mendadak jika tidak dirawat dengan benar. Ya bagaimana pun juga, SSD adalah serangkaian komponen elektronik yang mana pasti memiliki risiko kerusakan dari sisi hard ware kapan saja.

Tapi risiko ini jauh lebih kecil jika dibanding dengan HDD. Terima kasih.

Kamu mungkin juga suka :


2 Comments

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.