Kalau Laptop Menjadi Lemot, Jangan Buru-Buru Beli Baru

0
0
views
Laptop Lemot
(c) pixabay

LHAGEEK.com – Ada alasan lain ketika seseorang membeli laptop baru, yaitu karena laptop lama terasa lemot dan bawaannya pengen lem biru (lempar beli baru). Padahal sebenarnya tidak perlu ganti baru. Lhoh? Lha terus?

Ada cerita dari seseorang yang awam tentang dunia komputer. Dia ingin beli laptop baru, setelah ditanya alasannya dia merasa laptop lama performa sudah tidak seperti waktu dulu kala. Ya wajarlah, karena digunakan terus.

Tetapi yang akan diulas kali ini oleh LhaGeek adalah, sebaiknya kamu jangan buru-buru beli laptop baru ketika laptop kamu sudah terasa menurun performanya. Apalagi kalau kamu nggak punya budget buat beli baru. Daripada beli laptop baru, mending lakukan hal-hal di bawah ini supaya laptop kamu punya performa seperti laptop baru.

1. Bersihkan Hard Disk

Membersihkan hard disk bukan berarti menghapus file-file kamu. Tetapi dengan melakukan tune-up pada hard disk kamu, seperti menghapus file-file yang tidak terpakai (junk file), melakukan defrag pada hard disk khususnya drive system, dan lain-lain. Bisa juga dengan menghapus aplikasi yang jarang digunakan. Sehingga ruang hard disk pun menjadi lebih besar.

Disk Defrag

Karena hard disk yang punya banyak sampah (junk files) akan menjadikan performa menjadi turun, khususnya dalam hal read/write.

Untuk melakukan itu bisa mencoba menggunakan aplikasi CCleaner.

Baca : Review CCleaner, Software Yang Membuat Komputer Menjadi Cepat

2. Tambah RAM

Berapa RAM laptop kamu? Apakah masih ada slot untuk menambah RAM? Jika iya, coba untuk menambah RAM laptop kamu. Misalnya laptop kamu RAM nya 2 GB, bisa diupgrade jadi 4GB.

Nah, RAM ini salah satu penyebab laptop menjadi terasa lemot. Ketika kamu punya RAM 2 GB, tetapi aplikasi di laptop kamu terus bertambah (terlalu banyak install aplikasi), maka pengguna RAM pun juga semakin tinggi.

UPgrade RAM
image (c) macrepairtoronto.ca

Coba cek penggunaan RAM laptop kamu, caranya klik kanan di task bar, pilih Task Manager > Performance > Memory. Di situ nanti akan ada info berapa sisa penggunaan RAM. Jika memang penggunaan RAM terlalu tinggi, berarti benar, kamu harus upgrade RAM.

Baca juga : Perbedaan RAM SODIMM DDR3L Dengan DDR3

3. Ganti SSD

SSD (Solid State Disk) ini jenis penyimpanan yang lebih baik dari Hard Disk. Salah satu keunggulannya adalah lebih cepat dalam hal read/write. Banyak pengguna laptop yang sekarang mulai beralih atau menambahkan SSD di laptopnya. Biasanya SSD digunakan untuk drive system, sedangkan file-file data tetap menggunakan hard disk.

SSD HDD
image (c) seniornet.org

Nah, kamu pun juga bisa mencoba ini. Dengan mengganti atau menambahkan SSD di laptop kamu, maka performa dijamin meningkat.

Baca juga : Ganti HDD ke SSD di ASUS A455L Tidak Menghilangkan Garansi

4. Bersihkan Bagian Dalam Laptop

Salah satu penyebab laptop lemot juga dikarenakan banyaknya kotoran di dalam laptop. Perlu diketahui, laptop itu punya ventilasi dan pembuangan udara. Di dalam laptop itu ada sirkulasi udara yang masuk dan keluar. Udara yang masuk ini kadang membawa debu dan dalam penggunaan yang lama (bertahun-tahun), debu bisa menempel di fan (kipas) laptop bagian dalam.

Laptop Kotor
image (c) expertinstitute.in

Debu-debu inilah yang harus dibersihkan. Karena itu mengganggu sirkulasi udara. Kalau udara tidak bagus, maka laptop cepat panas dan berdampak pada performa yang menurun.

Jangan lupa juga untuk mengganti thermal paste (pasta pendingin prosesor) supaya suhu tidak tinggi.

Itu beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika laptop kamu mulai menurun performanya alias lemot. Kalau bisa mengakali laptop lama bisa lebih baik lagi, ngapain harus beli baru? Ya kan! Apalagi kalau belum ada part-part laptop yang rusak, cara-cara seperti di atas sangat direkomendasikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × three =