Cara Menghemat Token Listrik yang Ampuh

Cara Menghemat Token Listrik | Keluhan yang sering ditemukan oleh para pengguna token listrik adalah borosnya penggunaan sehingga tagihan listrik membengkak setiap bulannya. Padahal, terkadang penggunaan tidak melibatkan banyak alat elektronik. Kira – kira bagaimana cara menghemat token listrik yang ampuh agar tidak boros? 

Bagaimana Cara Kerja Token Listrik? 

Sebelum mengetahui cara menghemat token listrik, kita perlu memiliki informasi atau pengetahuan standar tentang bagaimana sebenarnya cara kerja token listrik. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari jawaban terpercaya di Quora, sistem prabayar memiliki dua proses operasional. Pertama adalah sistem operasional satu arah yakni komunikasi yang terjadi antara meter prabayar dengan vending machine dilakukan melalui token 20 digit angka yang dimasukkan pada meter prabayar. Ini yang kita kenal dengan Token Listrik. 

Cara menghemat token listrik

Sementara proses operasional yang kedua ketika komunikasi antara meter prabayar dengan vending machine dilakukan melalui smart card yang diisi lewat card charger. Setelah itu baru dimasukkan ke meter prabayar. Untuk proses operasional pertama sangat mudah. Kamu cukup membeli token lalu memasukkan 20 digitnya ke meter prabayar. Listrik akan tersambung sejumlah token yang dibayarkan (didaftarkan). Jika habis, maka sambungan listrik pelanggan akan otomatis terputus. 

Lalu, bagaimana cara menghemat token listrik? 

Ada beberapa cara menghemat token listrik yang bisa kita terapkan di rumah. Mulai langkah praktis untuk memelihara penggunaan listrik lebih teratur hingga mempertimbangkan penggunaan alat – alat elektronik tertentu. 

  1. Periksa kembali daftar alat elektronik yang biasa kamu gunakan

Cara yang paling klasik tetapi cukup ampuh untuk bisa kita gunakan adalah mendaftarkan semua alat elektronik yang kita miliki dan biasa digunakan dalam sebuah kertas. Kita bisa merepresentasikannya dalam bentuk tabel. Mulai dari nama alat elektronik, waktu/durasi penggunaan, hingga daya. Daftar ini akan membantu kamu memperkirakan jumlah daya yang akan terpakai baik itu dalam periode seminggu maupun sebulan tergantung frekuensi pengisian token. 

  1. Pertimbangkan untuk menggunakan lampu LED 
Baca juga:  7 Keunggulan dari Qualcomm Snapdragon 835

Penggunaan lampu di rumah bisa berkontribusi besar pada penggunaan token listrik. Apalagi jika kamu bukan tipe yang suka mematikan lampu saat malam hari. Maka, kamu perlu mencari alternatif penggunaan lampu yang hemat energi. Misalnya lampu LED. 

Lampu LED memang lebih mahal dibandingkan dengan lampu lainnya. Tetapi lampu ini lebih hemat penggunaan energi dan awet. Jika kamu menggunakan lampu bohlam biasa 60 Watt, kamu bisa mengganti dengan alternatif lampu LED hanya daya 7 Watt saja. 

  1. Mengurangi penggunaan Magic Com, Setrika, dan Mesin Pengering 

Kamu harus bisa mengidentifikasi mana alat elektronik dengan daya tinggi dan tidak boleh digunakan secara bersamaan. Alat elektronik seperti magic com, setrika, mesin pengering, dan komputer membutuhkan penggunaan daya yang tinggi. Jika kamu mengoperasikannya secara bersamaan dan dalam waktu lama, maka dijamin token kamu bisa cepat habis. Untuk komputer, jika kamu tidak menggunakannya maka ingat untuk segera mematikannya. Kamu juga bisa mempertimbangkan penggunaan laptop daripada komputer. 

Beberapa orang juga ada yang menggunakan kode penghemat token. Langkah ini tidak disarankan karena seperti melakukan hack terhadap meteran listrik prabayar. Beberapa kode tersebar di internet. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *