Yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Ganti HDD ke SSD

Ganti HDD ke SSD

Emang sih ganti HDD ke SSD itu bisa membuat kecepatan Read/Write jadi cepat. Tapi sebenarnya dengan ganti ke SSD, kamu tidak bisa menikmati kemampuan maksimal dari SSD itu. Jika kamu gantinya asal-asalan tanpa memperhatikan aspek penting lainnya.

Soalnya banyak yang terpikat untuk ganti ke SSD dengan alasan ingin lebih cepat, tapi pas sudah diganti dan dicek ternyata hasilnya kurang maksimal. Kurang maksimal di sini adalah SSD tidak bisa bekerja secara optimal setelah dilakukan cek atau benchmark.

Akhirnya yang sudah ganti merasa ditipu dengan produk SSD yang dibelinya, karena tidak memiliki kecepatan seperti yang diinformasikan. Misalnya SSD merek A kecepatan Read bisa sampai 500 MBps, pas dicek cuma 200 MBps.

Baca juga : Penyebab HDD Cepat Rusak

Padahal ya, itu bukan salah SSD nya, tetapi salah usernya yang asal-asalan ketika memutuskan untuk ganti ke SSD.

Untuk itu sebelum kamu benar-benar mengganti HDD ke SSD, ada yang beberapa hal yang wajib kamu perhatikan. Diantaranya adalah :

Apakah Laptop/Komputer kamu sudah mendukung SATA III?

Kabel konektor untuk hard disk itu sekarang ada SATA III, selain SATA I dan SATA II. Nah dari segi fisik sama, tetapi memiliki kecepatan yang berbeda.

SATA I, adalah generasi SATA pertama yang memiliki interface yang mampu berjalan hingga kecepatan 1.5 Gb/s. Dan untuk bandwidthnya bisa sampai 150MB/s.

SATA II, adalah generasi SATA kedua yang memiliki interface yang mampu berjalan di kecepatan hingga 3 Gb/s. Dan untuk bandwidthnya bisa sampai 300MB/s.

SATA III, adalah generasi SATA ketiga yang memiliki interface yang mampu berjalan di kecepatan hingga 6 Gb/s. Dan untuk bandwidth bisa sampai 600MB/s.

Nah masalah jenis SATA ini jarang diperhatikan. Jadi konkritnya gini, misalnya saja kamu ingin ganti HDD di laptop yang mana laptop kamu hanya mendukung SATA I/II, lantas diganti dengan SSD, maka nanti kecepatan bandwidth yang kamu dapatkan dari SSD itu yang maksimal 300MB/s. Tidak bisa 600MB/s. Ini artinya SSD yang sudah mendukung SATA III tidak bisa bekerja secara optimal. But, kecepatan 300MB/s juga sudah sangat cepat dibanding HDD.

Sampai sini semoga paham ya?

Sehingga kalau kamu mau ganti SSD dan supaya tidak menyesal kalau dicek nanti cuma dapat 200-300MBps, maka dicek dulu apakah laptop kamu sudah mendukung SATA III atau belum. Kalau belum ya tidak masalah, kamu tetap bisa menggantinya dengan SSD, tapi tidak bisa mendapatkan kecepatan maksimalnya. Begitu.

Jangan Salah beli SSD

SSD SATA vs PCIe

Kalau kamu berpikir SSD itu bentuknya kotak seperti HDD 2.5", maka kamu salah. Karena SSD yang saat ini ada dipasaran itu ada 2 jenis. Yang pertama adalah SSD SATA dan yang kedua adalah SSD PCIe.

SSD SATA itu SSD yang fisiknya seperti HDD 2.5" dan konektornya menggunakan konektor SATA.

Sedangkan SSD PCIe adalah SSD yang dari segi fisik seperti RAM, untuk pemasangannya menggunakan konektor M.2. Tak jarang SSD PCIe ini disebut juga dengan SSD M.2 atau NVME.

Dari segi kecepatan, lebih cepat SSD PCIe. Untuk kecepatan Read nya saja bisa sampai 3.500 MB/s.

Nah kadang user ketika membeli SSD salah memilih jenisnya. Misalnya di laptopnya sudah ada slot SSD M.2, ternyata malah beli SSD SATA. Sebenarnya bisa saja dipakai, tapi nanti mengorbankan HDD. Kalau sudah ada slot SSD M.2 nya ya beli saja SSD PCIe.

Jadi perlu dilihat dulu laptop/motherboard komputer kamu mendukung konektor mana.

Jangan Salah Beli HDD Caddy

HDD Caddy

HDD Caddy ini adalah tempat yang digunakan untuk menaruh HDD di slot DVD-ROOM pada laptop. Jadi kalau pengen ganti SSD tapi HDD tetap ingin digunakan, maka SSD ditaruh di tempat HDD, kemudian HDD ditaruh di tempat DVD-ROOM menggunakan perangkat yang namanya HDD Caddy. Otomatis DVD-ROOM internal tidak akan terpakai.

Jika kamu ingin menghendaki kondisi seperti itu, pastikan dalam membeli HDD Caddy disesuaikan dengan ukuran.

HDD Caddy itu ukurannya ada yang 9.5mm dan 12.7mm. Biasanya yang 9.5mm untuk jenis laptop yang tipis-tipis. Tapi akan lebih baik kamu bisa mengukur dulu ketinggian DVD-ROOM internal laptop kamu berapa milimeter, agar tidak salah membeli HDD Caddy.

Dan HDD Caddy itu jenisnya banyak. Untuk laptop merek IBM, Mac, memiliki jenis HDD Caddy sendiri. Ada yang membedakan dari segi fisik.

Tapi biasanya yang sering salah itu, adalah salah beli ukuran. Laptop yang sebenarnya memiliki ukuran HDD Caddy 9.5mm tapi beli yang 12.7mm.

Owh ya, perlu kamu tahu, HDD Caddy itu juga ada yang memiliki konektor SATA to SATA, ada juga yang SATA to SATA III. Kalau laptop kamu sudah mendukung SATA III, berarti kamu perlu beli HDD Caddy yang SATA to SATA III.

***

Supaya kamu tidak salah dalam membeli, berikut saya berikan link rekomendasi pembelian SSD dan HDD Caddy.

  • Beli SSD SATA : di sini
  • Beli SSD PCIe / M.2 / NVME : di sini
  • Beli HDD Caddy 9.5mm (SATA to SATA) : di sini
  • Beli HDD Caddy 12.7mm (SATA to SATA) : di sini
  • Beli HDD Caddy 9.5mm (SATA to SATA III) : di sini
  • Beli HDD Caddy 9.5mm untuk Mac : di sini

Sepertinya itu saja yang bisa saya sampaikan. Karena ketiga hal ini yang sering salah dalam memilih atau membuat salah pemahaman ketika sudah mengganti SSD. Kalau masih ada hal lain yang perlu diperhatikan sebelum ganti HDD ke SSD, bisa kamu tulis di kolom komentar.



Baca juga :



2 Comments

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Your email address will not be published. Required fields are marked *